Minggu, 20 Juli 2014
My Love For Your Love ( Chapter 2 )
Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kim Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Disclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Author POV
Seorang namja tampan dengan bungkusan yang ia pegang hanya bisa terdiam ketika melihat dua orang yang ia kenal sedang tersenyum bersama di ujung koridor.
"hyung apa kau juga menyukai shin hyemi ? Aku berharap hal itu takkan pernah terjadi karna begitu menyakitkan untuk memilih diantara kalian nantinya" gumamnya. Ya seorang kim hyuk min yang mematung di tempatnya karna pemandangan yang tak ingin di lihatnya. Entah mengapa hatinya begitu menyakitkan melihat pemandangan itu.
"owh itu hyuk min.. Hyaaa! Kang hyuk min kau mau mati ? Aku sudah mengigil karna menunggu mu!" suara yang sebenarnya tak ingin di dengarnya sekarang menyapanya dengan keras dari ujung koridor. Ia bergegas menghampiri asal suara itu.
"Mian Mian tali sepatuku lepas tadi disana" entah alasan konyol apa yang di buatnya. Tak membuat shin hyemi menghiraukannya ia malah menarik bungkusan yang di bawa hyukmin dan bergegas ke toilet wanita.
"Hyuk Min-ah aku kembali ke kelas dulu akan ada 1 jam lagi setelah ini. Kau tunggu dia mungkin dia akan terlambat masuk kelas nanti, temani dia oke dongsaeng" dengan mengedipkan sebelah matanya ia lalu meninggalkan hyukmin yang masih mencerna maksud dari kata-katanya.
"hyung.. Sepertinya kau memang menyukai hyemi."
"MWO ! Kau masih menunggu ku kukira kau sudah lebih dulu ke kelas kau tau kita akan di hukum sekarang karna terlambat. Kajja !"
Hyemi menarik tangan hyuk min tanpa sadarnya. Tak sampai 2 meit mereka sudah sampai di kelas. Tapi hal menakutkan yang tak pernah mereka ingin liat terjadi. Sangsenim lebih dulu tiba dari pada mereka. Alhasil
"hyaa...! Kalian berdua mengapa terlambat ? Apa kalian habis berkencan huh ? Kau shin hyemi murid keras kepala kemana seragammu ? Kau ku hukum tak boleh masuk di jam ini dan pergi ke luar kelas dengan tangan di atas kepala ! Araseo?! Ouh kau hyuk min kau boleh masuk karna kau masih baru disini mungkin hyemi mempengaruhimu"
"ani sangsenim dia tak mempeng...." belum sempat hyukmin melanjutkan kata-katanya shin hyemi sudah lebih dulu memenggang tanganya erat mendakan ucapan "kau turuti saja kata-katanya atau kau akan menyesal, aku tak apa."
Shin hyemi melonggarkan pegangan tangannya dan pergi menjauh dari dalam kelas dengan di ikuti puluhan tatapan mengejek, merendahkan dari dalam kelas.
Hyukmin masih tak tega pada shin hyemi karna ia lah yang membuatnya seperti ini kalau saja ia tak memeluknya di kantin mungkin ia tak akan di siram oleh kim hyuna.
Bel berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas begitu pun hyukmin, tapi matanya janggal karna tak mendapati shin hyemi di depan kelas. Ia mencari di seluruh menjuru sekolah tak ia menemukan batang hidung shin hyemi.
Hingga ia melihat seorang gadis yang menundukkan kepala di bawah pohon besar yang terdapat di belakang sekolah.
Benar saja gadis itu adlah shin hyemi yang menangis sejadi-jadinya. Hyukmin bergegas menuju kearahnya
"Hyaa...! Shin hyemi apa yang kau lakukan ? Aku mencari mu di seluruh penjuru gedung." gadis itu tak menjawab perkataan hyukmin.
"Ouh.. Kau menangis? Mianhae shin Hyemi"
"gwenchana. Kau lebih baik pulang tak seharusnya kau disini bersama orang yang paling tak di inginkan disini."
"aishhh kau ini bicara apa"
"hyukmin-ssi apakah anak dari seorang mafia memang harus di benci ?"
Hyukmin tak mengerti apa yang gadis itu maksud tapi ia terus mendengarkan gadis itu.
"kurasa kau akan membenci ku kalau kau tau aku anak seorang bandar mafia kejam ke-3 di dunia. Aku yakin setelah kau tahu semua tentangku kau akan membenciku seperti mereka. Kau tau kau adalah orang pertama yang mau membantu dan berteman denganku selama ini tak ada seorang pun yang menganggapku ada tak terkecuali guru-guru disini."
"Hyemi-ah kau tau aku besyukur bertemu kau. Kau satu-satunya gadis yang berbeda dari semua gadis yang ku temui. Kau unik. Aku tak peduli kau anak dari seorang mafia. Yang pasti kau berhasil mengubah diriku yang tak pernah ku bayangkan. Aku jadi begitu peduli pada seorang yeoja dari pada sebelumnya. Gomawo .tetaplah disisiku aku tak akan pernah membencimu." hyemi tak bisa menahan air matanya lagi ia begitu tersentuh dengan kata-kata hyukmin.
"gomawo hyukmin-ah" tangan halus dari seorang hyukmin pun mengusap ujung kelopak mata shin hyemi yang basah karna air mata yang terus mengalir.
"Hyemi-ah Saranghae"
*DEG*
Entah setan yang merasuki hyukmin semakin menggila kata-kata yang tak pernah di duga hyemi pun keluar dari mulut hyukmin sungguh mampu membuat nafasnya tercekat.
"kau tak bercanda kan kang hyuk min ?"
"Ani Aku serius.. Saranghae Shin Hyemi"
" Na do " mungkin kuping hyukmin hampir lepas karna jawaban dari shin hyemi ia tak pernah mengira hyemi meiliki hati juga untuknya. Sebuah waktu singkat yang mampu merubah segalanya.
Namun mereka tak mengira satu pasang mata yang tak mampu menahan air matanya menangis dari kejauhan. Ya hyung seok menyaksikkan adegan yang tak pernah di inginkannya terjadi.
"harus kah aku menyerah sekarang kang hyukmin ? Mengikhlaskan shin hyemi untukmu ? Aku belum mampu untuk menjawabnya...."
Shin Hyemi POV
Matahari mulai menampakkan sinarnya lagi. Kini aku terbangun dengan hati yang campur aduk. Entah apa yang terjadi kalau para siswi disana mengetahui hubunganku dengan hyukmin.
Aku bergegas mandi dan sarapan, seperti biasa hanya seorang diri. Tanpa pikir panjang aku megambil sepeda dari dalam garasi dan bergegas berangkat. Aku mengayuh dengan hati-hati agar tak di serempet. Akan tetapi
*BRUK*
Aku terpental kepala dan kaki terluka cukup parah Sebuah mobil yang sengaja menabrak ku itu membuka jendela mobilnya. Benar saja sapa lagi kalau bukan kim hyuna.
"hey.. Kau perebut beraninya kau berkencan dengan namja ku dasar kau cewe berengsek." aku sudah terbiasa dengan sumpahnya itu aku bahkan tak peduli lagi. Mobil itu kemudian melaju dengan cepat meninggalkan ku.
Tanpa sadar darah segar terus mengalir dari kepalaku. Pandanganku memburam. Entah aku salah liat atau tidak hyung seok oppa sedang berlari ke arah ku dengan wajah panik.
"Shin hyemi kau tak apa ? Bertahanlah aku akan membawa mu ke rumah sakit."
Dengan energi yang tersisa aku masih sanggup menjawab perkataan hyungseok oppa
"Ani oppa.. Aku baik-baik saja tak usah membawa ku kerumah sakit. Kau bisa mengantarku pulang ke rumah."
"baiklah kalau itu maumu. Naiklah ke pundakku akan ku gendong kau"
"oppa gomawo"
Hyung Seok POV
"kau tau shin hyemi aku tak akan pernah memaafkan diriku sendri kalau kau pergi dari hidupku." aku menyanyangi mu hyemi-ah tapi kurasa aku tak pantas untukmu.
"oppa itu rumahku kau bisa menurunkanku"
"Siro.. Aku akan menggendong sampai kau sampai di kasurmu."
"Aishh... Jinja"
"Mwo! Rumah mu begitu sepi apa tak ada orang ?" wajah nya berubah murung. Apa aku salah bicara ahhh ottoke..
"setiap saat memang begini"
Aku tak mengerti maksudnya apa ia tinggal sendiri selama ini.
"hyemi dimana kotak obat mu akan aku obati lukamu"
"di kamar"
"ouh.. Ara aku akan segera kembali"
Sejauh mata memandang tak terdapat satu pun foto orang tua hyemi disini. Ahh tapi mungkin mereka tak sempat berfoto 'mungkin'
"hyemi-ah mana kaki mu sini ku bersihkan. Mm... Tapi hyemi-ah dimana kedua orang tua mu ? Maaf pertanyaan ini mungkin menganggumu." hyemi hanya tersenyum kecut lalu.
"umma.. Ku sudah meninggal karna menyelemat lelaki berengsek. Ya laki-laki itu adalah appa ku seorang bandar mafia yang kejam. Aku membencinya karnanya umma meninggal hanya karna menyelamtkan penjahat sepertinya. Setelah umma meninggal. Appa di tangkap dan di hukum mati. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengingat semuanya."
"Mianhae hyemi-ah aku tak bermaksud."
"ani. Oppa gwenchana"
"hyemi-ah aku lebih ingin aku menggantikanmu sekarang. Karna aku tau kau hanya gadis kecil yang hidup dengan kesendirian dan penuh kebencian. Aku tak sanggup melihatmu seperti ini,"
"oppa kenapa melamun ? Kau ingin minum apa ?"
"Ani..hyemi-ah aku bisa membuatnya sendri kakimu sedang terluka jadi tak usah repot-repot"
"ouh araseo. Tapi oppa bagaimana bisa kau berada di sana tadi ?"
"rumahku tak jauh dari sini tentu saja aku berangkat lewat jalan yang sama dengamu"
"jinja-yo? Hul daebak."
"We? Kau tak suka ?"
"ani.. Oppa tentu saja aku senang. Ouh oppa apa kau melupakan sesuatu ? Sekolah ! Kau tak pergi sekolah oppa!"
"OMO! Aku terlambat. Aku pergi hyemi-ah hati-hati dirumah. Aku akan meminta absenmu pada sangsenim."
"Gomawo oppa ! Hati-hati dijalan."
Kang Hyuk Min POV
"aigoo kemana anak ini sampai jam segini belum datang juga apa ia tak turun ? Hyaaa..! Shin hyemi kau membuat ku khawatir." hatiku terus saja bergumam seperti itu terus sambil sesekali menengok ke arah jam.
"aishhh..Jinja"
"hyaa..hyoyeon apa kau mendengar berita kalau anak mafia itu tertabrak mobil tadi pagii?"
"Jinja ? Hul Daebak!"
Percakapan dua orang gadis yang sengaja di dengar oleh hyukmin membuat hati geram dan menghampiri mereka.
"hyaa...! Yura apa yang baru saja kau katakan ? Berita itu bohong kan"
"Ani... Seorang sonbaenim yang melihatnya memberitahuku tadi."
"kim hyuna." pasti ia yang menabrak hyemi. Tentu saja karna ia sangat membenci hyemi.
Hatiku tak karuan marah, khawatir, kesal semua jadi satu. Aku bergegas meninggalkan kelas dan bermaksud untuk membolos agar bisa menjenguk shin hyemi walau aku tak tau di mana dia. Tapi sebelum aku pergi aku mendengar percakapan antara hyung dan sangsenim
"mmm.. Sangsenim saya ingin menyampaikan kalau park shin hyemi tabrakan tadi pagi. Saya sempat membantunya pulang karna ia tak mau di bawa ke rumah sakit. Sangsenim bisa mengizinkannyakan ? "
"Ne araseo."
"gamsahanida sangsenim."
Aku marah pada diriku sendiri kenapa bukan aku yang menyelamatkannya. Sungguh kekakasih macam apa aku ini yang tak berguna disaat kekasihnya membutuhkan bantuan.
"Hyung..Aku ingin bicara"
TBC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar