Selasa, 29 Juli 2014
Dictionary Love ( oneshoot )
“Terus lah mencintainya sampai perasaan di hatimu itu hilang dengan sendirinya...
Apakah memang benar benar tak ada kata ‘ sahabat ‘ di antara yeoja dan namja ?
Cinta itu bukan sebuah game online yang awalnya kau berusaha mendaptkan skor tinggi untuk menang. Tapi ketika kau menang kau akan lupa bagaimana caranya kau menang.”
Title : Dictionary Love
Author : Putry Geraldie
Cast : Seolhyun ( AOA ) / Kim Chae Ri, Park Chanyeol ( EXO ), Ken ( VIXX ) / Lee Jaehwan,
Genre : Romance, Friendship, Sad, Family
Ratting : 15+
Type : Oneshoot
Disclaimer : FF ini milik author dan di bantu tuhan untuk ngebuatnya. Jadi no copas ya hargai karya orang lain ^^
^^^^^
Author POV
“ Chae ri-ah di mana ponselku “ teriak seorang namja dari dalam kamarnya
“oppa bukannya kau sedang menservis ponsel mu ?” jawab seorang yeoja dari arah dapur
“ah, kau benar. Mian”
“Chae Ri-ah dimana buku sejarah ku ?” lanjut namja itu berteriak lagi
“bukannya kau meninggalkannya di loker kemarin ?” sahut yeoja itu lagi
“ah, kau benar mian.”
Begitulah suasana rumah di kawasan seoul itu. Setiap pagi suasana rumah itu selalu terdengar seperti para pendukung bola yang terus mengomentari jalannya pertandingan.
Terlihat sebuah keluarga tengah menyantap makanannya pagi itu. Terdapat ayah, ibu, kakak laki-laki dan adik perempuan. Akan tetapi kakak laki-laki dan perempuannya itu terlihat seumuran karna mereka sama sama mengenakan seragam SMA
“ Chae ri-ah kenapa kau terlihat jelek pagi ini?” goda namja yang dari tadi baru selesai mencari barangnya.
“MWO ! kau sendiri bagaimana ? kenapa kau memakai seragam terbalik ?” lanjut yeoja itu sambil menatap baju namja yang duduk di sebelahnya. Namja itu lalu mengikuti arah pandangan yeoja itu.
“Hah ? OMO !!!!!” namja itu lalu berteriak keras setelah melihat pakiannya dan segera melepasnya saat itu juga.
“OMO Chanyeol oppa apa kau tak malu memamerkan tubuh mu yang penuh tulang itu padaku ?” lanjut yeoja itu protes karna namja itu membuka baju di depannya.
“mworagu ? penuh tulang ? kau tak lihat di perut ku ini bangun persegi hah ?! kotak kotak ini ?” lanjutnya sembari memamerkan bagian perutnya.
“Ya ! kau sebut itu sixpack ? kau seperti ikan asin kadaluwarsa.” Potong seorang namja yang cukup paruh baya didepannya yang sedari tadi hanya menatap namja bernama chanyeol itu bingung.
“hahahah kau dengar itu oppa ? bahkan appa punya pikiran yang sama denganku.” Lanjut yeoja bernama chae ri itu menggoda chanyeol
“aishhh... kalian ini benar benar cepat habiskan sarapan kalian lalu pergi.” Amma mereka pun akhirnya angkat bicara.
Chae ri dan chanyeol berangkat bersama, sedangkan ayah mereka harus pergi kerja sendiri karna arah mereka berlawanan. Sewaktu di perjalanan chaeri terus mengejek chanyeol dengan kata kata mematikannya,
“ Aiss kau ini untung kau bukan adik kandung ku.” Kata chanyeol yang merasa putus asa dengan ejekan chaeri.
Ya, mereka berdua bukanlah saudara kandung. Chaeri dan chanyeol sudah bersahabat sejak mereka masih sangat kecil. Orang tua chanyeol sudah lebih dulu meninggal dan kini ia hanya tinggal dengan hyungnya, akan tetapi ia lebih sering menginap di kediaman keluarga chaeri karna mereka sudah seperti keluarga.
“ne, kau benar oppa. Aku mungkin bisa gila kalau punya kakak sungguhan sepertimu.” Jawab chaeri menanggapi ucapan chanyeol sebelumnya.
“tapi, chaeri-ah apa kau tau ? kita ini adalah sahabat paling serasi hahahah” goda chanyeol pada chaeri sembari mengeluarkan aegyo nya
“Aiss ... Ya ! singkirkan wajah aegyo oppa itu. Sangat tidak cocok untukmu.” Jawab chaeri sambil berlalu meninggalkan chanyeol.
~ SMA Sungyeon
Chanyeol merupakan murid yang sangat terkenal di sekolahnya karna proporsi tubuh yang sempurna dan wajah yang tampan. Banyak gadis yang tergila gila dengannya. Tapi ia tak sendiri di SMA Sungyeon ada 2 namja yang sangat populer chanyeol dan jaehwan. Jaehwan juga terkenal karna wajahnya yang merupakan campuran italia – korea. Tapi chanyeol berbeda dengan jaehwan, jaehwan adalah namja yang ‘bad’ yap, karna jaehwan senang bermain main dengan wanita. Hampir semua gadis di SMA Sungyeon pernah berkencan dengannya kecuali. Kim Chaeri, ya itu karna chanyeol selalu ada di dekatnya.
“Chaeri-ah ayo ke kantin.” Ajak chanyeol pada chaeri dan langsung menarik tangannya.
“kau selalu bersikap begini. Lihat para fangirlmu menatapku dengan tatapan pembunuh.”
“biarkan saja mereka perutku lapar, aku tak ingin mati kelaparan.”
Chanyeol melanjutkan langkahnya menuju kantin bersama chaeri, chanyeol memesan makanan dan chaeri menunggu di tempat mereka akan makan. Tapi tiba tiba seseorang menghampiri Chaeri.
“Boleh aku duduk disini ?sudah tidak ad tempat lagi.” tanya namja itu karna kondisi kantin sedang penuh saat itu karna sekarang jam istirahat.
“oh, ne. Kau boleh duduk disebelah sini yang itu tempat chanyeol oppa.” Jawab chaeri santai.
Chanyeol POV
Aku mengalihkan pandanganku sebentar ke arah chaeri saat sedang memesan pandangan. Tapi tiba tiba mataku melihat hal yang tidak beres di samping chaeri. Seorang namja duduk bersebelahan denganya. Wajahnya begitu familiar untukku wajah campuran italia – korea. Lee jaehwan. Ya. Dia yang duduk disana. Entah kenapa hatiku seperti terbakar sekarang melihatnya. Setelah mendapat pesananku aku bergegas mengampiri chaeri.
“ chaeri apa apaan ini ?” tanyaku pada chaeri.
“ohh chanyeol oppa kau sudah datang. Emm... dia bilang tidak ad tempat lagi jadi dia duduk disini.”
“Jaehwan-ssi kenapa kau duduk disini ? di sebelah sana aku masih melihat kursi kosong.” Tanyaku dengan nada sedikit kesal.
“oh, benarkah? Aku tak melihatnya. Lagi pula aku bukan duduk disni karna tidak ada tempat kosong. Aku hanya ingin duduk di samping chaeri. Tapi aku tak tau kalau dia bersama mu.”
“MWO !! kau ingin duduk bersama Chaeri ? bajingan gila ! apa chaeri targetmu yang selanjutnya hah ?” aku kehabisan kesabaran mendengar ucapannya, kemarahanku seperti sudah mencapai ubun ubun.
“hah apa? Bajingan gila ? JAGA UCAPANMU !!!!!!”
BRUK
Sebuah tinjuan melayang di pipiku hingga aku tersungkur dilantai. Chaeri segera membangunkanku, aku berusaha untuk membalasnya tapi Chaeri menghentikanku. Aku sempat marah dengan apa yang di lakukan Chaeri tapi aku berusaha meredamnya.
“Oppa ayo ku antar ke UKS” chaeri merangkulku dan membawa ku ke UKS
~UKS
“Oppa gwenchana ?” tanya chaeri yang sedari tadi mengobati pipiku.
“emmm.. gwenchana. Tapi, chaeri-ah boleh aku bertanya satu hal padamu ?”
“tentu saja, apa itu?”
“kau..kau apa kau menyukai Jaehwan ?”
Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaanku, wajahnya terlihat bingung bahkan ia tak berani menatapku.
Seandainya kau benar benar menyukai jaehwan aku tak yakin hatiku bisa menerima kenyataan itu atau tidak. Kau tau Chaeri aku sudah menyukaimu dari kau masih kecil. Aku selalu menjaga mu. Tapi aku tak yakin sebuah kata ‘CINTA’ hanya di artikan sebagai ‘MENJAGA’
“entahlah.” Akhirnya chaeri menjawab pertanyaanku denga jawaban yang tidak pasti.
“oh begitu”
“tapi kenapa ? kau menanyakan itu oppa ? apa kau menyukai ku ?”
DEG
Seandainya aku bisa berkata ‘ya’ sekarang juga aku akan melakukannya tapi itu akan menyakitimu.
“tidak.”
“tentu saja kau tidak menyukaiku. Kan kita pasangan sahabat paling serasi
Apakah masih ada kata sahabat antara namja dan yeoja ?
“emm.. tentu saja hahah” aku berusaha tertawa selepas mungkin untuk melepas rasa kecewa ku barusan dengan pernyataan chaeri.
Chaeri POV
~Rumah Chaeri 19.00 KST
Kami sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama dengan keluarga chanyeol oppa dan keluarga ku. Walau hanya keluarga chanyeol oppa hanya tinggal seorang tapi mereka juga tetap kami anggap sebagai keluarga sendiri.
“Suho hyung hentikan itu jatah ku” tiba tiba terdengar keluhan chanyeol oppadi tengah tengah suasana makan malam pada kakaknya.
“Aisss kau ini di panci kan masih banyak, ambil sendiri sana ! iya kan ahjumma?” balas suho oppa pada chanyeol oppa tak mau kalah
“oh tentu saja kau bisa mengambilnya lagi di panci” kini amma yang berbicara
“hei pendek ! bisa kau ambilkan untukku lagi ?” kini akhirnya seseorang mengajak ku bicara, tapi bukan mengajak bicara melainkan menyuruhku.
“Aiss kau ini kalau mau minta tolong bisa gunakan bahasa yang bagus tanpa mengolok ku?” kataku protes pada chanyeol oppa.
“araseo araseo araseo. Kim Chae Ri yang baik bisa kau ambilkan lauk lagi untukku” hahah akhirnya chanyeol oppa bersikap baik padaku.
“aihhh kalian ini sangat serasi. Kenapa kalian tidak berkencan?” tiba tiba sebuah suara berhasil melebarkan mataku, suho oppa lah pelakunya.
“uhuk uhuk uhuk” suara batuk terdengar sudah pasti itu chanyeol oppa karna sewaktu suho oppa mengeluarkan kata kata mautnya ia sedang meminum minumannya.
“Hyung ! berhenti bercanda ! kau sendiri masih menjomblo sampai sekarang ? padahal kau terlihat seperti duda kaya hahahah” chanyeol oppa tertawa terbahak bahak aku bahkan tak berhasil menahan tawaku lagi, alhasil kini suho oppa lah yang jadi bahan ejekan.
~
Tok tok tok
Terdengar suara ketuka pintu dari arah luar kamrku aku lalu bergegas membukanya.
“Amma ? ada apa?” ternyata amma lah yang mengetuk pintuku
“apa kau sudah tidur ?”
“belum, kenapa ?”
“amma hanya ingin bilang besok kau kan libur, amma sudah menjadwalkan kencan buta mu.”
“MWO !! amma... hentikan melakukan hal hal seperti ini.”
“oh ayolah kau tak akan menyesal kali ini”
“araseo, tapi ini yang terakhir kalinya ?”
“ne ne araseo.”
Aku menutup pintu kamrku lagi lalu merebahkan tubuh ku di atas kasur dengan pikiran pikiran aneh di kepalaku.
Kencan buta ? lagi ? terakhir kali aku kencan buta chanyeol oppa menyelamatkanku dari namja cabul itu. Kali ini semoga bukan namja yang aneh aneh jadi aku tak perlu merepotkan chanyeol oppa. Ia sudah cukup menjaga ku selama ini.
09.00 KST
Amma sudah menyiapkan baju baju yang akan ku pakai kencan buta hari ini, ia menyiapkan pakaian terbaikku karna ia bilang namja ini sangat terkenal di sekolahnya. Tapi siapa dia ? apa dia sama tenarnya dengan chanyeol oppa ? entahlah.
Kebetulan chanyeol oppa sedang tidak di rumahku jadi aku bebas karna ia takkan akan mengikuti ku seperti terakhir kali.
Tapi kencan buta kali ini sedikit berbeda karna namja itu sudah mengenalku dan menyiapkan tiket pesawat ke pulau jeju untuk bertemu dengannya jadi aku akan menginap di pulau jeju untuk beberapa hari.
“apa barang barang mu sudah di kemas semua” tanya amma padaku
“ne.. tapi amma apa namja ini benar benar kaya ? bahkan untuk bertemu dengannya aku harus ke pulau jeju dulu ? boleh aku mengajak chanyeol oppa aku pasti merasa bosan nanti.”
“aisss kau ini.. cobalah untuk tidak bersama chanyeol dulu.”
“araseo amma.. aku berangkat. Beritahu chanyeol oppa untuk menungguku pulang.”
“araseo.. cepat pergi amma akan mengantarmu.”
Amma mengantar ku ke bandara bersama dengan appa. Sejujurnya aku sangat ingin chanyeol oppa juga mengantarku atau bahkan ikut denganku karna aku tak pernah berpisah dengannya lebih dari 24 jam.
13.00 KST ( Pulau Jeju )
Sebuah pesan singkat masuk di ponselku tanpa nama pengirim.
“ Annyeong... apa ini Kim Chaeri ? kau sudah sampai di jeju kan? Nanti malam datanglah ke Caffe May Flower, aku akan mengirim supir untukmu, sampai jumpa nanti malam ^^”
Sebenarnya namja ini kenapa ia berlebihan walau hanya kencan buta ? entahlah tapi yang pasti aku sangat bosan karna tak ada yang bisa ku ajak bicara di kamar hotel ini.
Aku memtuskan untuk tidur selama 3 jam lalu bersiap siap untuk jadwal malam ini. Ibuku benar benar memilihkan pakaian terbaikku, entah kenapa tapi aku merasa ibu berlebihan.
20.00 KST
Benar benar sesuai kata namja itu ia benar benar mengirim supir untukku, dan segera masuk kedalam mobil yang di sediakan dan berangkat
Author POV
~ Seoul
Chanyeol dengan wajah panik menerobos masuk ke rumah Chaeri dengan keringat di wajahnya seperti sehabis berlari.
“OMO ! Chanyeol kenapa dengan kau ?” ibu chaeri terlihat kaget setelah melihat chanyeol
“Omoni, dimana Chaeri ? kenapa ia tak mengangkat telponku dari tadi siang ?”
“aigoo.. mianhae chanyeol aku lupa bilang pada mu. Chaeri pergi ke jeju untuk kencan buta. Ia bilang kau harus menunggu sampai ia datang.”
“jeju ? kenapa kencan buta sampai sejauh itu ? dengan siapa ia berkencan ?”
“ namanya Lee Jae Hwan.”
~ Jeju Island
Caffe May Flower
Seorang namja memakai jas terlihat duduk membelakangi arah masuknya Chaeri. Dengan ragu chaeri mendekat pada namja itu dan memanggilnya
“permi..” ucapannya terpotong ketika namja itu mebalikkan tubuhnya ke arah Chaeri.
“ Jae hwan ? OMO ! kau ?”
“ Ne.. aku yang berkencan buta dengan mu.”
“tapi ke.. na..pa bukannya kau memiliki banyak pacar ? kenapa kau melakukan kencan buta.”
“awalnya ini karna ammaku, tapi setelah aku mendengar partner ku kau aku langsung menerimanya bahkan menyiapkan segala sesuatunya.”
“tapi kenapa kau ingin berkencan denganku ?”
“karna aku menyukaimu.”
Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendegar kalimat terakhir jaehwan. Tubuh nya seperti es beku yang bisa berbuat apa apa lagi. Tapi ia mencoba memberanikan diri berbicara.
“hahahhaha kau bercanda ? kalau chanyeol oppa ada disini ia pasti menertawaimu habis habisan.”
“chanyeol ? sebenarnya ada hubungan apa kau dengan chanyeol kenapa hidup mu seperti hanya menyebut namanya ?”
“ aku menyukainya.”
Chaeri POV
“aku menyukainya.” Akhirnya kalimat ini aku keluarkan dari hatiku setelah sekian lama. Ya. Aku menyukai chanyeol oppa sejak aku masih kecil, itulah alasan ku selalu berusaha terus di sampingnya.
Aku tak peduli walau chanyeol oppa hanya menganggapku sahabat, bukankah arti kata CINTA itu tidak harus memiliki. CINTA adalah waktu dimana kita hanya menunggu orang itu di saat yang tepat. CINTA adalah waktu yang berputar sampai akhirnya kedua jarum saling berpelurus.
Aku tau jaehwan hanya ingin mempermainkanku, aku hampir tertipu dengan sikapnya yang benar benar baik tapi untunglah aku masih punya akal untuk menolaknya.
Tiba tiba saat kami sedang menatap seseorang menerobos masuk ke arah caffe yang sudah di pesan jaehwan untuk malam ini.
Mata ku melebar ketika melihat namja tinggi itu masuk dengan membuka pintu dengan kasarnya, ia menghampiriku dan memelukku dengan erat. Bagian tubuh namja ini menutupi jaehwan.
Tiba tiba entah aku slah lihat atau tidak jaehwan mengeluarkan sebuah pisau kecil di tangannya. Tangan perlahan mengarah ke arah bagian belakang namja yang memelukku. Dan dengan cepat aku memutar tubuhnya hingga pisau itu akhirnya mengenai bagian pinggang kiriku.
Author POV
Chaeri tergeletak lemah di pelukan namja yang masih memeluknya dalam tangisan, namja itu menatap jaehwan dengan tatapan penuh dendam.
“JAEHWAN !! APA YANG KAU LAKUKAN ? KAU PEMBUNUH !” namja itu berteriak sekeras kerasnya pada jaehwan yang tersenyum sinis melihat mereka.
“hahahah Chanyeol-ssi apa kau puas ? haha aku sudah merencanakan ini denga mulus semula untuk membunuh Chaeri karena ayahnya telah membunuh ayahku di masa lalu, tapi kau datang tiba tiba aku berencana untuk membunuhmu lebih dulu lalu kemudian Chaeri tapi takdir membuat Chaeri tebunuh lebih dulu ahahhahh”
“ BAJINGAN KAU !!!!!!!!” namja yang ternyata chanyeol itu bangkit dari pelukan dan memukul keras pada Jaehwan hingga iya tersungkur tak sadarkan diri di lantai.
Chanyeol bergegas menelpon polisi dan 911 untuk menyelamatkan Chaeri, akan tetapi takdir tak memihak mereka Chaeri meninggal sewaktu di perjalanan menuju rumah sakit.
~ 2 hari setelah pemakaman Chaeri.
Chanyeol terus mengurung dirinya di kamar tanpa makan, minum maupun tidur dengan memory Chaeri yang masih berkutat di kepalanya.
Kini ia sadar cinta bukan hanyalah sebuah teori atau fiksi, cinta sebuah kenyataan dimana kau harus siap berpisah dengan orang itu walau kau berkata “aku tak sanggup berpisah dengannya.” Cinta tidak harus memiliki tapi terus miliki cinta itu di dalam hatimu pisahkan mereka dari rasa dendam, iri, bahkan benci karna semua itu tidak pantas menyatu.
END
Wohooooo annyeongggg.. author balik ni gimana FF nya seru kaga ? masih jauh dari kata sempurna ( typo pun bertebaran mian hahahah oh iya comment jangan lupa, saran juga ngga papa ^^ byeee sampai jumpa di FF selanjutnyaaaaaaa
Minggu, 20 Juli 2014
Mianhae Oppa... ( ONESHOOT )
Title : Mianhae Oppa...
Author : @PutryGeraldie
Main Cast : Song ah ri, Lu Han
Support Cast : Park Hyo Jin , Kim Soo Hyun
Genre : sad story
Ratting : PG 13+
Type : oneshoot
Annyeong readers ^o^ berhubung ini ff pertama gue, harap maklum banget typo betebaran haha. Salam kenal ~ jebal jangan ngopas ^o^ jangan lupa komentar nya. ff ini terinspirasi dari pengalaman hidup authors dengan sedikit pengubahan murni hasil imajinasi author , mianhae klo fill nya kurang dapet first ff author soalnya :3 silahkan share kritik dan saran mu tentang ff ini di twitter author ya ( @putrygeraldie atau @shin_hyemi11) Khamsamninda ^o^
*Happy Reading*
Song Ah Ri POV
Bintang bersinar terang malam in seakan mereka sedang dalam keadaan bahagia, tidak dengan ku, aku hanya bisa duduk termenung di bawah langit yang bertebaran bintang ini.
* flashback *
" Ah Ri -si ..."
" Ne, ada apa ? "
"apa kau melihat namja yang sedang bersandar di pintu di sebrang sana?"
" Nugu ? " aku pun mengikuti arah jari yang di tunjukkan oleh hyo jin, ya dia adalah sahabatku yang mudah untuk jatuh cinta, tidak seperti diriku ~
"oh.. Dia ? kau suka padanya "
"aniyo aku hanya tertarik pada wajahnya yang manis "
" hyaaa..! Kau hanya menilai hanya dari fisik ? Huh"
" ah ri -si bisa kah kau membantu ku berteman dengan nya ?" hyo jin pun menatap ku dengan tatapan aegyo yang tak terkalahkan itu aku hanya bisa takluk pada tatapan nya itu.
" Ne Ne araseo .."
" Gomawo ah ri-si"
Keesokan hari nya aku sudah berhasil mencari informasi tentang namja itu, tak terkecuali nomor ponsel nya. Aku mencoba nomornya apakah aktif atau tidak, aku hanya iseng mengiriminya sebuah SMS .
To : (No Name)
Annyeong haseyo.
Aku tak berharap dia membalasnya, di luar dugaan tiba-tiba hpku bergetar, ya dia lah yang membalas sms ku
From : (No Name)
Ne, nugu-ya ?
Haruskah aku membalasnya ? Aku sedang malas untuk smsan tapi karna aku tak tega pada hyo jin aku mmbalas smsnya.
"song ah ri imnida. Apakah aku bisa mengetahui nama mu juga ? "
"mmm... Na Luhan imnida. Oh iya untuk apa kau menghubungi ku ? "
" temanku ingin berteman denganmu jadi aku hanya sekedar membantunya."
" oh.. Araseo bilang padanya aku juga ingin brtman dengannya"
"Ne... Khamsanida "
"hyaa..! Jangan memakai bahasa formal kita kan satu angkatan "
" berapa umurmu ?"
"24 tahun"
" hyaaa... Kau lebih tua setahun dari ku apa salahnya aku memakai bahasa formal"
"aku hanya tak terbiasa seperti itu, kalau kau lebih muda dari ku kau harusnya memanggil oppa ..! "
" Mwo.... ?!"
Itu adalah percakapan sms terpanjang di hidupku selama ini. Tentu saja karna aku tidak pernah keluar rumah, selama ini aku hanya menjadi sosok yang tertutup dan yang ku kenal hanya hyojin lah teman dekatku oleh karna itu aku berbuat baik padanya sebisa ku.
*flashback end*
Itu adalah sebagian kecil bagaimana aku kenal denganya. Ya dia yang sudah membuat ku begitu rapuh dan membuat hatiku tak karuan . Luhan oppa bogoshippo ~
Luhan POV
Secangkir kopi panas dan teleskop lah yang menemani ku malam ini . Malam yang dihiasi milyaran kilauan bintang, yang membuatku kembali memutar memoriku 2 tahun lalu.
* flashback*
Semenjak hari itu aku semakin dekat denganya aku merasa nyaman dengan segala ocehan dan amarahnya, meskipun aku tak pernah melihatnya secara langsung tapi aku yakin dia orang yang baik.
"annyeong ah ri -si kau sedang apa "
" sedang mendengar lagu , kau sendiri oppa ? "
"mmm.... Aku sedang melihat foto mu hehehe"
"hyaaa...! Oppa kau mendapatkannya dari mana ? Huh "
"chinggu-ku. Kau teryata cantik juga ya haha."
"aitsss, setiap namja hanya bisa bergombal huh "
" aniyo aku bisa membuktikannya. Bagaimana kalu besok kita bertemu di taman?"
"jinja ???"
"ne.. Aku serius aku tunggu kau jam 09 pagi disana "
" ne araseo..."
Kesokkan paginya aku bangun lebih awal untuk pertemuan pertama secara langsung dengan song ah ri aku mempersiapkan diri serapi mungkin menurut ku. Namun setelah ku cek ban motor ku ternyata bocor. Aku melihat jam di tangan ku sudah menujukkan pukul 09 tepat tanpa berpikir panjang aku pun bergegas lari ke taman. Ketika aku samapai waktu sudah menunjukkan 09.30. Ya memang jarak yang di tempuh lumayan jauh. Dengan nafas tersengal aku segera mencari gadis bermarga song itu. Hmpir 15 menit aku berkeliling tak ada satu orang pun yang menunjukkan ciri-ciri song ah ri. Langkahku terhenti ketika melihat seorang yeoja yang memakai mini dress peach itu sedang mengusap tangannya mengisyaratkan dia sedang kedinginan.
" Ah Ri-si ? " panggilku pada yeoja itu
" Ne.. Nu..." perkataanya terhenti ketika melihatku.
"Kau Song Ah Ri ? "
" Ne. Kau Luhan oppa ? "
aku pun duduk disampingnya dan hanya menganggukan kepala karna aku tak berpikir dia lebih cantik dari hanya sekedar di foto, tapi ada yang aneh darinya wajahnya mulai memucat.
" apa kau sakit ?"
" Ani aku hanya kedinginan karna menunggumu hampir sejam disini, ku kira kau berbohong padaku."
"mianhae jongmal mianhae saat mau berangkat ban motor ku bocor dan terpaksa aku lari dari rumahku kesini."
" mian oppa karna ku kau harus belari "
" aniyo aku yang salah. aku tulus melakukannya. Hmm karna aku sudah ada di depanmu aku akan membuktikan aku bukan seperti namja kebanyakan yang hanya menggombal."
Aku pun memenggang telapak tangannya yang teramat dingin dan mulai mengukapkan isi hatiku.
" Song Ah Ri apa kau mau menjadi yeojachinggu ku ? "
Mata mungilnya terebelalak karna mendengar pengakuan tadi, dia hanya diam dan menatap ku ksong.
"aku serius apa kau mau ?"
" ummmm... Ne " kulihat wajahnya pun merah seperti kepiting rebus karna pengakuan tadi aku terlalu bahagia dan tanpa sadar aku mencium kening nya dan berkata
"SARANGHAE Song Ah Ri ..."
" Na do Saranghae oppa "
*flashback end*
Tanpa sadar krystal bening mengalir di wajahku. Aku benar-benar merindukkan wajah manis itu sekarang ntah berapa jarak sekarang yang meisahkan kita. Song Ah Ri Bogoshippo.
Author POV
Di malam yang cerah ini terlihat dua orang yang sedang menatap langit dengan tatapan kesedihan, mungkin tanpa mereka sadari krystal bening mengalir di pipi mereka, mereka menunjukan bagaimana sikap orang yang amat sangat merindukan seseorang. Mengulang kenangan terindah yang seakan tak akan pernah hilang dari memori hati mereka masing-masing.....
Song Ah Ri POV
Gantungan kunci pasangan ini adalah satu-satunya caraku untuk melepas rindu pdanya meluapkan semua isi hati yang selama ini jauh terpendam ribuan kilometer di dalam hati . Aku menangis sejadinya-jadinya, karna aku tau seharusnya hari ini adalah anniversary 2 tahun kita . Sungguh mengecewakan memang kami putus dan saling meninggalkan hanya kesalah pahaman yang tak berarti.
* Flashback *
Ponselku bergetar menandakan ada sebuah pesan baru. Aku tidak berharap itu dari luhan oppa, aku sedang tidak ingin bertemu dengannya karna seorang memberitahuku kalau luhan oppa berselingkuh di belakang ku, aku hanya bisa menangisi perkataan chinggu-ku tadi sejadi-jadinya. Dengan berat ku arahkan tangan ku ke arah ponsel yang sedang menanti ku dengan tenang
"Song Ah Ri-ku apa kau sudah makan?" benar saja pesan itu dari luhan oppa, air mata ku kembali membsahi wajahku. Sebenarnya aku tak ingin membalasnya tapi dorongan dari hatiku membuat ku melakukannya.
" Aniyo."
"hyaaa... Kau ini kalau sakit bagaimana? Aku akan menjemputmu makan malam tunggu aku jam 07 malam. Annyeong yeoja-ku :* "
Luhan oppa bertingkah seperti tidak tau apa-apa aku kesal melihatnya seperti itu, tapi apa boleh buat aku mengikuti permintaanya tadi.
Aku mengenakan baju yang menurutku bagus dan simple, riasan wajah ku pun sangat sederhana ya karna hari ini mood ku sedang hancur karna luhan oppa
Pukul 7 malam
*tingtong*
Bel rumahku berbunyi mengisyarat kan agar aku cepat keluar. Luhan oppa sudah menunggu di dalam mobil hitamnya
"annyeong song ah ..." perkataannya terhenti ketika ia melihat mata ku yang sembab
" kau kenapa ? Kau habis menangis ?"
Aku tak menghiraukan perkataanya dan tetap fokus melihat ke depan . Oppa masih terus menatap ku bingung.
Hampir 10 menit perjalanan tak ada sepatah kata pun yang terdengar hingga akhirnya aku membuka percakapan
"oppa.. Apa kau pernah membohongiku selama ini "
" aniyo song ah ri aku tak pernah berbohong pada mu."
"kalau begitu Bomi itu siapa mu ? "
"ouhh Bomi dia hanya sekedar temanku, aku pun hanya bertemu dengan ketika masih SMA dlu. Weo chagi-ya ? Apa ada yang menganggu mu "
"apa kau saat ini sedang berbohong atau jujur padaku ?"
"hyaaa... Apakah menurut mu aku sedang berbohong ? "
"mungkin"
Oppa pun memberhentikan laju mobilnya dan berkata
"hyaaa.. Kau anggap aku ini siapa mu yang bisa seenaknya berbohong padamu ? Terserah kau percaya aku atau tidak "
Tanpa sadar aku mengukapkan kata-kata diluar dugaan ku
" Ne. Aku tak percaya padamu"
*PLAKK*
Luhan pun menampar pipiku tanpa pernah ku bayangkan, orang yang selama ini meberiku sejuta kasih sayang, akhirnya menamparku seakan aku tak memiliki perasaan
"kalau memang kau tak percaya padaku, lebih baik kau pergi dari hidupku."
Kata-kata yang bahkan lebih sakit dari pada terkena pedang, membuatku mememutuskan untuk turun dari mobilnya dan tak akan pernah bertemu dengannya.
*flashback end*
"kalau memang kau tak percaya padaku, lebih baik kau pergi dari hidupku."
Kata-kata itu masih teringang di pikiranku setelah 1 tahun lamanya semenjak aku memutuskan untuk benar-benr pergi dari hidupnya.
3 bulan yang lalu
Hyung dari luhan oppa. Kim Soohyun oppa menelpon ku, ia berkata bahwa mereka akan segera pindah ke jepang 2 hari lagi. Aku hanya bisa terdiam dan menggigit kuat-kuat bibir bawah ku untuk menahan krystal bening itu mengalir kembali.
" Song Ah ri apa kau masih mecintai dongsaeng ku ?"
Pertanyaan soo hyun oppa membuat hati ku tak karuan entah apa yang harus aku jawab aku hanya terdiam dan segera menutup telponnya.
Siang ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan di Namsan tower, tanpa sengaja aku bertemu dengan park hyojin. Ya dia satu-satunya temanku, teman yang ku tikung karna luhan, tapi kita tidak akan bertengkar hanya karna luhan..
"Song Ah ri ..... Bagaimana kabarmu ? Bagaiman hubungan dengan luhan oppa"
*DEG*
Pertanyaan yang tak seharusnya ku dengar. Wajahku berubah murung dan tetesan air mataku lagi-lagi mengalir
" apakah kau putus denganya ? Ouhh mianhae song ah ri aku tak bermaksud mengingatkan mu padanya.."
" aniyo hyo ji-ah aku tak apa-apa"
Aku pun menceritakan kehancuran hubungan ku dengan Luhan tanpa sadar dia menteskan air matanya.
" Song Ah Ri, setauku sewaktu kau bertengkar dengan luhan. Bomi sedang di luar kota. Apa mungkin dia benar-benar berselingkuh dengan Bomi ?"
Perkataan Hyojin pun menyadarkan aku kalau selama ini aku salah paham padanya aku begitu menyesal aku bodoh karna telah menuduh nya yang tidak-tidak. MIANHAE Oppa JONGMAL MIANHAE.
Luhan POV
Setan apa yang telah merasuki saat itu hingga aku menampar pipi halus Song Ah Ri aku begitu menyesal amat sangat menyesal. Aku menyuruhnya untuk pergi dari hidupku betapa bodohnya aku berkata seperti itu di saat aku masih mencintainya.
Langit jepang malam ini begitu gelap tak ada bintang yang menghiasi, aku merasa jenuh tinggal disini karna aku tak mengerti bahasa jepang. Aku berusha memohon pada appa ku agar aku bisa kembali ke korea 3 hari lagi . Appa masih ragu denganku apa aku bisa hidup mandiri atau tidak.
Appa dan Eomma mengurus segala kebutuhan ku di korea nanti termasuk apartement
Hari ini aku berangkat ke korea Appa, Eomma, Hyung mengantarku ke bandara dengan keraguan di hati mereka
" Jaga diri baik-baik dikorea, jangan lupa makan, dan hubungi Eomma mu ini sesempat mungkin. Araseo?"
"ne, araseo"
"aigoo.. Dongsaeng ku ini sudah besar tenyata haha jagalah kesehatanmu disana. Jangan ke clubbing berlebihan dan sesampai disana carilah Song Ah Ri dia pasti merindukanmu"
" Ani.. Hyung tidak mungkin dia merindukkanku"
"mungkin saja, annyeong luhan jika kau bosan telpon hyung mu yang keren ini ya haha"
Hyung mendorongku masuk. Kami saling melambaikan tangan. Dan tersenyum satu sama lain.
Korea 10 maret 2014
Sudah 10 hari aku disini aku tak pernah bertemu dengan Song Ah Ri. Aku bahkan mengunjungi rumah lamnya yang tampak usang tak terurus begitu miris memang melihat salah satu kenangan kita yang sudah tak terurus lagi.
Song Ah Ri POV
Sudah 10 hari ini aku terbaring di rumah sakit. Penyakit lama ku kambuh lagi, ya sewaktu masih dengan luhan oppa aku di vonis leukimia namun karna luhan oppa selalu bersama ku penyakitku itu menghilang dengan ajaib dan sekarang kembali setelah luhan oppa tak ada di samping ku. Tak ada satu pun orang mejenguk ku karna aku tak memiliki keluarga di korea eonni dan eomma ku memutuskan pindah ke australia setahun yang lalu dan sekerang aku sangat kesepian.
Badan ku begitu sakit tak terhitung sudah berapa kali aku mimisan. Leukimia ku semakin parah aku merasa aku tak sanggup untuk menahannya lagi.
"tuhan jika kau beri aku sedikit waktu buatlah aku sedikit berguna di dunia ini sebelum ajal menjemputku..."
Luhan POV
aku terus mencari keberadaan song ah ri hingga akhirnya ada yang memberi tahu ku kalau song ah ri di rawat di RS karna leukimianya . Tanpa pikir panjang aku melajukan motor spot ku di jalan licin kota korea yang sedang di guyur hujan
Kilauan lampu yang begitu terang itu memudarkan pandangan ku
*BRUAK*
Badan ku sudah tergeletak di aspal yang dingin dengan terus mengeluarkan darah segar
" Tuhan sebelum aku bertemu dengan mu izinkan aku untuk melihat song ah ri sekali lagi..."
UGD
Aku tersedar dari mimpi buruk ku tadi kulihat ruangan serba putih di sekelilingku aku sadar kalau aku di larikan di RS . Seorang perawat menghampiriku
" Kau begitu beruntung tuan karna seorang gadis yang begitu menyayangi mu rela menyumbangkan jantungnya untukmu. Jantungmu rusak parah karna kecelakaan barusan."
" Mwoo.... ! Sumbangan jantung dari orang menyayangiku apa maksudnya ini ??"
Song Ah Ri POV
Aku merasa bosan dan memutuskan untuk berkeliling sebentar. Betapa terkejut aku ketika melihat luhan oppa sudah berlumuran darah, tanpa sengaja aku mendengar ucappan dokter dan perawat itu
"dia harus mendapat donor jantung kalau tidak dia tidak bisa di selamatkan"
Kakiku lemas mendengar kata-kata mereka. Tubuhku tak kuat bertahan, mata ku berputar dan darah segar mengalir di hidungku.
*BRUKK*
Aku terjatuh di lantai. Perawat pun bergegas menolong ku. Mataku tebuka perlahan ku paksakan untuk membukanya.
"apa kah pasien yang kecelakaan tadi membutuhkan jantung?"
" Ne.. Ada apa?"
"aku ingin menyumbangkan jantungku untuknya. Karna aku tau cepat atau lambat aku akan mati aku akan mati dengan bahagia kalau aku berguna untuk orang yang benar-benar ku sayang"
"apa kau benar-benar ingin melakukannya ?"
" Ne .. Sebelum aku mendonorkannya bisa kah aku minta bantuan padamu ?
~
Operasinya berjalan lancar kini aku tak lagi berada di raga ku. Aku tersenyum melihatnya selamat hanya ini yang bisa ku lakukan untuk meminta maaf padanya.
Luhan POV
" Ne.. Tuan seorang gadis bernama Song Ah Ri mendonorkan jantungnya padamu. Sebelum ia menjalani operasi pencangkokkan dia menyuruhku membantunya menulis surat untuk mu . Ini suratnya "
Tanpa pikir panjang aku segera membuka surat itu
To : My Dear Luhan Oppa
From : Song Ah Ri
Annyeong Haseyo Oppa
sudah lama tak bertemu. Aku merindukan mu sangat merindukan mu
selama kau pergi aku tak bisa memaafkan diriku sendiri karna menuduhmu yang tidak-tidak aku benar-benar menyesal
MIANHAE OPPA JONGMAL MIANHAE.
Mungkin ketika kau membaca ini aku sudah betul-betul pergi dari kehidupanmu. Mianhae oppa aku terlambat mengucapkan maaf padamu terima lah jantungku ini sebagai kata maaf.
Aku berharap walau aku tak bisa hidup di dunia ini tapi aku akan tetap terus hidup di raga mu.
Saranghae Oppa jongmal saranghae
Mianhae Oppa
Song Ah Ri
Air mata ku tak dapat ku bendung lagi aku menangis sejadinya aku bahkan belum melihat wajah nya lagi. Aku menyesal membuatnya meninggalkan ku waktu itu sungguh aku menyesal. NA DO SARANGHAE Song Ah Ri semoga kau bahagia disana
Hari ini dokter meperbolehkan aku pulang dri RS setelah meminta alamat makam Song Ah ri aku bergegas kesana.
Ketika aku sampai disna kakiku tiba-tiba lemas setelah melihat nissan tertulis nama "song Ah Ri" wanita yang sangat ku cintai namun ku sia-siakan begitu saja. Aku tersungkur memeluk nissan itu.
Aku merindukkannya sangat merindukkannya.........
Mata mungilnya, senyum manisnya, dinginya tangannya dan segala ocehan nya.
Kini semua itu sudah berlalu menjadi kenangan yang selamanya akan tetap menjadi kenangan.
Gomawo Song Ah ri karna telah mengajarkan arti cinta yang tulus....
END
My Love For Your Love ( Chapter 4 END )
Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Park Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kim Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Disclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Author POV
" terserah kau lebih memilih gadis itu atau appa mu ini "
*DEG*
Sebuah pilihan yang sulit bagi hyuk min karna ia begitu menyayangi keduanya.
*Flashback END*
Setelah berpikir cukup lama akhirnya hyuk min lebih meilih appanya dari shin hyemi. Gadis yang begitu ia cintai. Itulah alasan hyuk min selama ini terus menghindar dari shin hyemi.
"Oppa seminggu lagi anniversary 2 month kita kau tak boleh melupakannya . Janji !!"
Pesan itu masuk begitu saja di ponsel namja bermarga kang itu. Sungguh ironis sebuah kisah romantis mereka haruskah berakhir seerti ini ?.
"hyaa...! Sahabatku yang cantik kenapa murung terus ?" tanya hyung seok pada shin hyemi.
"Hyukmin oppa sudah tak pernah menghubungiku lagi sekarang."
Hyung Seok POV
"Jinja ? Apa namja itu sudah gila sampai meluapakanmu seperti itu ?"
"ani.. Oppa tak mungkin melupakkanku."
"hmm..aku akan mengunjunginya nanti. Kau mau ikut ?"
"Ani.. Kau saja oppa aku takut sooyoung akan cemburu."
"Aishh kau ini kita kan sahabat."
"ku kira tak ada persahabatan antara wanita dan laki-laki."
*DEG*
Kau ingin membunuhku hyemi-ah dengan bicara seperti itu. Kumohon berhenti lah.
"Aisshh.. Kau ini bicara apa tentu saja ada. Contohnya kita"
"ne kau benar oppa. Sebaiknya kau pergi sekarang atau sooyoung akan membunuhmu"
"araseo.. Aku pergi" gadis ini lagi-lagi sanggup membuat ku salah tingkah di depannya, kau jelas lebih baik dari pada sooyoung.
"lelaki itu apa maunya sekarang ? Setelah aku menyerah apa sekarang ia juga akan menyerah ?" aku bergumam kesal pada hyuk min . Apa yang sebenarnya yang ia inginkan sekarang ? Belum puas kh hyemi menjadi miliknya !
*ting tong*
Sore ini aku berkunjung kerumah hyuk min. Dengan maksud meluruskan masalahnya dengan shin hyemi.
"ouh annyeong haseyo ahjussi . Apa hyuk min ada di rumah"
"ne..hyungseok silahkan masuk dia ada di kamarnya"
"gamsahanida"
Aku berajalan memasuki rumahnya. Dan langsung menuju ke kamarnya.
*tok tok*
"hyaa..! Hyuk min-ah bisa kau pintu ini aku hyung seok"
Pintu itu perlahan terbuka seorang namja dengan mata yang sembab menatapku
"mwo! Hyung apa yang kau lakukan disi.."
Aku langsung menerobos masuk kemarnya. Kamar standar bagi seorang namja yang sedang patah hati. Dengan robekkan kertas disana sini dan gitar yang seperti baru di mainkan.
"kau begitu jorok hyuk-ah kukira namja tampan seperti mu mempunyai kamar yang bersih."
"Aishh kau bercanda hyung sejak kapan aku menjadi rajin membersihkan kamar. Oh iya untuk apa hyung kemari ?"
"kau masih ingat shin hyemi "
" tentu aku mengingatnya"
"kalau begitu kenapa kau menyia-nyiakannya sekarang setelah kau begitu dalam mencintainya kau tau sekarang ia seperti mayat hidup yang tak bernyawa tanpa tujuan hidup yang jelas."
"Mianhae hyung jongmal mianhae aku tak bermaksud melakukannya tapi takdir yang memaksaku menyia-nyiakannya"
"Maksudmu ?"
"Appa melarang ku berpacaran kau ingat kan kata-kata appa waktu kita masih kecil. Aku tak di bolehkan berkencan sebelum bisa mencari uang sendiri. Kau tau appa mengetahui aku berkencan dengan hyemi oleh karna itu ia melarang keras aku menemui hyemi lagi. Pilihan tersulit untukku adalah memilih appa atau hyemi."
"aku pernah berada di posisimu sekarang. Memilih seorang sahabat atau orang yang aku cintai. Kau tau aku hampir gila karna itu tapi memutuskan hatiku untuknya ku berikan pada sahabtaku. Membuatnya bahagia itu sudah cukup. Tak peduli bagaimana hancurnya hatiku. Kau tau sahabat ku itu sekarang menyi-nyiakan orang yang aku cintai. Betapa bodohnya aku mengikhlaskan lelaki berengsek sepertinya yang pergi tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan." air mataku yang sedari tadi tertahan di pelupuk mata akhirnya jatuh mengalir di pipiku.
"Hyung gadis yang kau cintai itu Shin Hyemi kan dan lelaki berengsek itu adalah aku."
"Kau pintar."
"mianhae hyung mianhae aku tak bisa menjaga hyemi sekarang bisa kah kau menggantikan ku.?"
*Bruk*
Aku lepas kontrol hingga menonjokknya hingga tersungkur.
"kau bodoh hyuk-ah lelaki yang ia cintai adalah kau bukan aku, aku hanya seorang sahabat yang hanya membantunya sesuai hakku ! "
"hyung jebal ku mohon.."
"aku tak bisa.. Sebaiknya kau selesaikan masalah mu dengan hyemi terlebih dahulu. Aku lelah, aku ingin pulang."
Aku meninggalkan kamar tanpa sedikit menoleh ke belakang. Hanya terdengar suara yang terus menggilku dari kejauhan.
Author POV
17 Mei 2012
Hari dimana mimpi buruk yang tak terbayangkan terjadi
"hyemi-ah aku tak bisa terus bersamamu appa ku melarang ku berpacaran sebelum aku mempunyai pekerjaan. Mianhae hyemi-ah"
"Ne gwenchana."
"Jinja ? Kau tak marah ?"
"Ne"
"mmm..kalau kau mau kau bisa menunggu"
*DEG*
Kalimat yang amat di benci shin hyemi terulang lagi 'menunggu'. Apa yang dia pikirkan hingga membuatnya begitu mudah di ucapkan ?
"aku tak janji hyuk-ah. Tapi mungkin aku akan trauma berpacaran karnamu."
"Mianhae jongmal mianhae."
"hmm.. Araseo kau boleh pergi sekarang."
"annyeong hyemi-ah" shin hhyemi hanya menunduk menahan air mata jatuh dari pelupuk matanya. Dan ia berhasil menahannya mengalir ketika kalimat itu di ucapkan.
Sebuah tangan tiba-tiba memeluk hyemi dari belakang.
"hyaaa....! Sahabatku kau semakin jelek kalau menangis. Hari ini banyak juga pasangan yang putus ya ."
"hyaa..! Hyungseok oppa lepaskan. Apa maksudmu ?"
"Kau dan aku sama-sama putus hari ini."
"MWO! Kau putus dengan sooyoung ? Pabo-ya"
"ishh beraninya kau mengatai ku bodoh."
"Oppa memmang bodoh wuekk :p "
Hari ini terasa begitu berat untuk shin hyemi melupakan seorang yang menjadi cinta pertamanya tentu tak mudah.
Namun ia masih beruntung mempunya sahabat yang begitu baik padanya. Park hyung seok. Sahabat yang selamanya akan terus menjadi sahabat..dan Kim hyuk min tetap akan menjadi kenangan yang terus bersinar di hatiku
THE END
Gimana chapterannya singkatkan. Author lagi nggak punya banyak waktu buat manjangin ceritanya mian hehe. Ini fillnya kurang dapet juga kayaknya. Komentar aja deh biar jadi masukkan buat author. Oh iya sekali lagi ini hasil imajinasi author jadi tolong jangan diclaim sembarangan okee ^O^. SEE YOU NEXT TIME READERS :*
My Love For Your Love ( Chapter 3 )
Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Park Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kim Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Disclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Author POV
"Hyung Aku Ingin bicara." kang hyuk min berjalan kearah park hyung seok dengan tatapan cemburu di matanya.
"mm..ne ada apa dongsaeng"
"Apa kau tau di mana rumah hyemi, beritahu aku sekarang hyung!"
"Hyuk min kau cemburu padaku ? Aku tak pantas untuk kau cemburui aku hanya seorang sahabat untuk hyemi dan kau. Apa aku tak boleh membantu kalian?"
"Ani hyung aku tak bermaksud.." hyungseok menepuk pelan pundak hyuk min. Dengan hati yang begitu tegar.
"Jaga baik-baik hyemi kau tak seharusnya mempermasalahkan ini padaku. Ini alamatnya temui ia sehabis pulang sekolah, ia pasti kecewa kalau melihat kau membolos."
"ne.. Hyung gomawo " mereka tersenyum bersama walau tak ada yang tau kalau masing-masing dari mereka menyimpan kecurigaan dan sakit hati yang begitu perih.
Shin Hyemi POV
"Oppa bagaimana kau tau alamat rumahku ? " aku bingung karna mendapati wajah hyukmin oppa berdiri di depan pintu
"aku mengetahuinya dari hyungseok hyung."
"hmm..araseo kau ingin minum apa oppa" kami memasuki rumah beiringan oppa membantuku berjalan.
"Ani aku sudah tak haus lagi karna melihat wajah imut mu itu"
"hyaa...! Oppa" lelaki ini sungguh sanggup membuat rona merah di pipiku.
"aishh kau ini lambat sekali terpaksa kau harus ku gendong."
"Andweee.. Hyaa.. ! Oppa" hyukmin oppa sudah menggendongku seperti adegan romantis dalam drama sungguh lelaki yang menyebalkan.
"oppa bolehkah aku bertanya sesuatu ? Ini mungkin akan menyinggung mu "
"we? Katakan apapun itu akan ku jawab"
"apa orang tua oppa masih ada ?" aku begitu penasaran dengan jawaban ini tapi aku merasa tak enak hati karna wajahnya berubah sedih setelah itu.
"Ani...ummaku sudah meninggal ketika aku kecil. Dan sekarang aku hanya tinggal denga appa dan adikku."
"mianhae oppa aku tak bermaksud"
"Ani gwenchana hmm.. Bolehkah aku bertanya sesuatu juga untukmu ?"
"tentu ? Apa itu ?"
"Apa kau punya mantan sebelum aku ? Lalu aku ini urutan ke berapa ?"
"tentu saja aku punya. Tapi.. Asal oppa tau kau lah cinta pertamaku" batinku
"hyaa...! Kenapa kau melamun ? Tak sangup menjawabnya aishh kau ini."
"aniyo! Aku punya dua mantan sebelum oppa." kataku sambil menjulurkan lidah.
"aishhh hentikan itu kau begitu menggemaskan.."
"tentu aku kan yeoja chinggumu yang imut. Hmm. Tapi bagaimana denganku oppa? Apa kau punya mantan sebelumku ?"
"tentu. Namja chinggu mu yan tampan ini tentu memilikinya " ledeknya aku mengerutkan bibir bawahku berpura marah.
"aigoo.. Yeopota"
"oppa barusan memuji ku tentu sa.." belum sempat aku melanjutkan kata-kataku ia sudah mencium bibirku lebih dulu. Singkat namun tulus tanpa nafsu sedikit pun.
"kau tau oppa. Ini adalah ciuman pertamaku"
Hyung Seok POV
Hati ku panas melihat mereka berciuman tadi sungguh aku sangat marah pada dirku sendiri yang hanya mampu menjadi pengecut.
"shin hyemi kau tau aku lebih memilih melihat senyummu untuk orang lain dari pada air matamu untukku."
Aku mematung di teras rumah hyemi setelah melihat kejadian yang paling ku benci dan tak pernah ku harapkan.
"hyemi-ah mungkin sekarang saatnya aku mennyerah memberikan cinta yang ku punya untukmu pada dongsaeng ku" aku tersenyum kecut dengan gumaman ku sendiri. Mungkin aku akan melupakkannya sekarang.
Hari telah berganti fajar menyambutku ramah dengan sinarnya. Hari ini haruslah hari dimana aku melupakan perasaan untuk hyemi.
Aku bergegas berangkat. Dan mengambil motor ku di garasi. Ketika aku tiba di gerbang sekolah aku melihatnya sedang membawa tas punggung yang lumayan berat.
"haruskah aku menolongnya ? Bukannya aku akan melupakkannya ? Ani aku tidak akan melupakkannya aku hanya akan melupakan perasaan ku untuknya. Mulai sekarang dia adalah sahabat ku !"
"Hyemi, annyeong haseyo."
"Ouh.. Hyung Seok oppa ne annyeong haseyo"
"tas mu kelihatan berat boleh aku membantumu ?"
"Ani.. Gwencha... Hyaa... Oppa ! " aku berlari sambil mebawa tas punggungnya. Aku lega bisa seperti ini walau sebatas sahabat.
Author POV
"oppa apa kau melihat gadis yang menatap ke arah hyungseok oppa ? "
"emm.. Aku melihatnya sepertinya dia menyukai hyung." dua sejoli itu tengah sibuk meperhatikkan seorang gadis cantik yang sedang menatap park hyungseok
"oppa bolehkah aku menemuinya aku ingin berkenalan dengannya dan sapa tau kita bisa menjodohkan mereka."
" Ne tentu saja"
"Gomawo. Kau deluan saja ke kelas. Nanti aku menyusul"
"ne Chagi-ya"
Shin Hyemi POV
"annyeong haseyo bolehkah aku duduk disini ? "
"hmm.. Silahkan tapi Nugu-seyo?" gadis itu menatapku canggung.
"na shin hyemi imnida. Bolehkah aku berkenalan denganmu ? "
"ouh na kim sooyoung imnida. Aku murid pindahan kelasku di sana 10-arts "
"ouh ne nama yang bagus. Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu ? "
"mm. Silahkan"
"apa kau dari tadi memperhatikan namja itu " aku menunjuka ke arah hyung seok oppa dan telihat raut wajah gugup di gadis itu
"a..a..ni aku hanya melihat di sekitarnya tadi "
"Jinja? Kau tak berbohong kan ?
"hmmm.."
"kalau kau mau kau ku bisa ku jodohkan dengannya kebetulan aku adalah sahabatnya "
"aniyo tak perlu "
"yakin kau tak menyesal menolak tawaran ku ?"
"hmm.. Tapi siapa nama namja itu "
"park hyung seok. Yess kau ketangkap basah sekarang kau memang menyukaikan oke akan membantu mu dengan nya jadi mulai sekarang kau akan menjadi temanku araseo ! Annyeong aku kembali ke kelas dulu."
Betapa senangnya aku akhirnya sahabat ku yang satu itu akan punya pacar juga sungguh menyebalkan kalau melihatnya terus-terus menjadi obat nyamuk antara aku dan hyukmin oppa
"oppa kau tau aku berhasil membujuknya agar mau berkencan dengan hyungseok oppa" bisikku pada hyukmin oppa.
"MWO! Secepat itu ?"
"hyaaa..! Oppa kecilkan suara mu. Tentu karna yeojachinggu mu ini memang berbakat"
"Aishh kau begitu narsis"
"biar saja. Oh iya oppa sekarang giliran mu yang mengurus hyung seok oppa agar mau berkencan dengannya oke ! "
"hmm... Ne chagiya"
Kang Hyuk Min POV
"chagi pulanglah deluan . Aku akan bicara pada hyung tentang masalah tadi"
"Ne araseo Fighting oppa kau tak boleh kalah dariku ! "
"Tentu.. Hati-hati chagiya jangan melirik namja tampan saat tanpa aku "
"hyaa..! Oppa" wajah menggemaskan nya itu membuatku semakin tak mampu berpisah darinya ntah apa yang akan terjadi kalau ia menghilang dariku.
"hyaa..! Hyung Jakanmal ! "
"weo ?"
"Bolehkah aku bicara sebentar ?"
"tentu saja."
"hyung aku dan hyemi ingin menjodohkanmu bagaimana apa kau setuju ? Yeoja itu baik dan cantik."
"MWORAGO! HYAA..! MICOSO ?" spontan teriakan hyung memenuhi loby sekolah kuping serasa lepas mendengar teriakkannya.
"hyaa.. Hyung berhentilah berteriak kau tau mungkin kau baru saja merusak gendang telingan ku."
*tak*
Apalagi kalau bukan jitakan dari hyunseok hyung yang mendarat dengan indah di kepalaku.
"Appo hyung"
"apa kau dan hyemi sudah gila hingga ingin menjodohkanku ? "
"ani.. Hyunglah yang sepertinya lebih gila dari kami karna belum memiliki pacar. tapi hyung wanita ini jauh lebih baik dari wanita yang pernah kau cintai sebelumnya.."
Hyung Seok POV
"....tapi hyung wanita ini jauh lebih baik dari wanita yang pernah kau cintai sebelumnya.."
*DEG*
Mata pisau apa yang sedang menusukku sekarang sebuah pernyataan yang kembali mengingatkan perasaanku padanya. 'Hyemi'
"kau tau hyuk min-ah siapa wanita yang pernah ku cintai dia adalah yeoja chinggumu. Bisakah gadis pilihan kalian ini jau lebih baik dari hyemi ? Aku tak yakin.."
"hyaa..! Hyung kau melamun seperti tak bernyawa."
"baiklah.."
"baiklah maksud hyung ? "
"baiklah aku menerima rencana kalian ini."
"jinja hyung ? Wooo Gomawo hyung"
"cepatlah pulang dan susul hyemi."
"ne hyung araseo fighting hyung ! "
Author POV
Jam istirahat adalah waktu rencana mereka untuk saling mengenalkan hyung seok dan sooyoung.
Shin hyemi sudah lebih dulu tiba bersma sooyoung daripada hyukmin dan hyungseok. Entah apa yang mereka lakukan hingga begitu lama.
Tak lama kemudian datang dua orang lelaki tanpan yang menuju ke arah mereka.
"chagi-ya, oppa. Annyeong haseyo" hyemi bangkit dari tempat duduknya ketika melihat pangeran tampan dan sahabatnya berjalan beiringan.
Rona wajah sooyoung pun berubah merah ketika hyukmin duduk di depannya
"kenalkan aku park hyung seok. Dan kau" tangan hyungseok menggantung menunggu jabatan tangan balasan dari sooyoung.
" mmm.. Kim Sooyoung" gadis itu menjabat tangan hyungseok dengan gemetaran. Pasangan sejoli yang melihat mereka hanya bisa tersenyum melihat adegan romantis ini
"kau bisa memanggilku oppa"
"MWO !" sontak suara kedua namja yeoja itu memenuhi kantin dan membuat semua tatapan itu melihat mereka.
"secepat itukah hyung ?"
****
1 Bulan Kemudian
9 hari lagi adalah anniv hyukmin dan hyemi yang kedua bulan. Namu hyuk min tak pernah menghubungi hyemi lagi. Hilang kemana kah namja itu
*Flashback*
"hyukmin apa kau sekarang berpacaran ? Tolong jujur pada appa mu ini."
"Ne appa mianhae. Tapi aku mencintainya appa jebal appa kumohon"
"Kau tau hyukmin aku tak pernah mengizinkan mu berkencan sebelum kau bisa mencari uang sendiri."
"tapi appa..."
"terserah kau lebih memilih gadis itu atau appa mu ini"
TBC
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Park Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kim Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Disclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Author POV
"Hyung Aku Ingin bicara." kang hyuk min berjalan kearah park hyung seok dengan tatapan cemburu di matanya.
"mm..ne ada apa dongsaeng"
"Apa kau tau di mana rumah hyemi, beritahu aku sekarang hyung!"
"Hyuk min kau cemburu padaku ? Aku tak pantas untuk kau cemburui aku hanya seorang sahabat untuk hyemi dan kau. Apa aku tak boleh membantu kalian?"
"Ani hyung aku tak bermaksud.." hyungseok menepuk pelan pundak hyuk min. Dengan hati yang begitu tegar.
"Jaga baik-baik hyemi kau tak seharusnya mempermasalahkan ini padaku. Ini alamatnya temui ia sehabis pulang sekolah, ia pasti kecewa kalau melihat kau membolos."
"ne.. Hyung gomawo " mereka tersenyum bersama walau tak ada yang tau kalau masing-masing dari mereka menyimpan kecurigaan dan sakit hati yang begitu perih.
Shin Hyemi POV
"Oppa bagaimana kau tau alamat rumahku ? " aku bingung karna mendapati wajah hyukmin oppa berdiri di depan pintu
"aku mengetahuinya dari hyungseok hyung."
"hmm..araseo kau ingin minum apa oppa" kami memasuki rumah beiringan oppa membantuku berjalan.
"Ani aku sudah tak haus lagi karna melihat wajah imut mu itu"
"hyaa...! Oppa" lelaki ini sungguh sanggup membuat rona merah di pipiku.
"aishh kau ini lambat sekali terpaksa kau harus ku gendong."
"Andweee.. Hyaa.. ! Oppa" hyukmin oppa sudah menggendongku seperti adegan romantis dalam drama sungguh lelaki yang menyebalkan.
"oppa bolehkah aku bertanya sesuatu ? Ini mungkin akan menyinggung mu "
"we? Katakan apapun itu akan ku jawab"
"apa orang tua oppa masih ada ?" aku begitu penasaran dengan jawaban ini tapi aku merasa tak enak hati karna wajahnya berubah sedih setelah itu.
"Ani...ummaku sudah meninggal ketika aku kecil. Dan sekarang aku hanya tinggal denga appa dan adikku."
"mianhae oppa aku tak bermaksud"
"Ani gwenchana hmm.. Bolehkah aku bertanya sesuatu juga untukmu ?"
"tentu ? Apa itu ?"
"Apa kau punya mantan sebelum aku ? Lalu aku ini urutan ke berapa ?"
"tentu saja aku punya. Tapi.. Asal oppa tau kau lah cinta pertamaku" batinku
"hyaa...! Kenapa kau melamun ? Tak sangup menjawabnya aishh kau ini."
"aniyo! Aku punya dua mantan sebelum oppa." kataku sambil menjulurkan lidah.
"aishhh hentikan itu kau begitu menggemaskan.."
"tentu aku kan yeoja chinggumu yang imut. Hmm. Tapi bagaimana denganku oppa? Apa kau punya mantan sebelumku ?"
"tentu. Namja chinggu mu yan tampan ini tentu memilikinya " ledeknya aku mengerutkan bibir bawahku berpura marah.
"aigoo.. Yeopota"
"oppa barusan memuji ku tentu sa.." belum sempat aku melanjutkan kata-kataku ia sudah mencium bibirku lebih dulu. Singkat namun tulus tanpa nafsu sedikit pun.
"kau tau oppa. Ini adalah ciuman pertamaku"
Hyung Seok POV
Hati ku panas melihat mereka berciuman tadi sungguh aku sangat marah pada dirku sendiri yang hanya mampu menjadi pengecut.
"shin hyemi kau tau aku lebih memilih melihat senyummu untuk orang lain dari pada air matamu untukku."
Aku mematung di teras rumah hyemi setelah melihat kejadian yang paling ku benci dan tak pernah ku harapkan.
"hyemi-ah mungkin sekarang saatnya aku mennyerah memberikan cinta yang ku punya untukmu pada dongsaeng ku" aku tersenyum kecut dengan gumaman ku sendiri. Mungkin aku akan melupakkannya sekarang.
Hari telah berganti fajar menyambutku ramah dengan sinarnya. Hari ini haruslah hari dimana aku melupakan perasaan untuk hyemi.
Aku bergegas berangkat. Dan mengambil motor ku di garasi. Ketika aku tiba di gerbang sekolah aku melihatnya sedang membawa tas punggung yang lumayan berat.
"haruskah aku menolongnya ? Bukannya aku akan melupakkannya ? Ani aku tidak akan melupakkannya aku hanya akan melupakan perasaan ku untuknya. Mulai sekarang dia adalah sahabat ku !"
"Hyemi, annyeong haseyo."
"Ouh.. Hyung Seok oppa ne annyeong haseyo"
"tas mu kelihatan berat boleh aku membantumu ?"
"Ani.. Gwencha... Hyaa... Oppa ! " aku berlari sambil mebawa tas punggungnya. Aku lega bisa seperti ini walau sebatas sahabat.
Author POV
"oppa apa kau melihat gadis yang menatap ke arah hyungseok oppa ? "
"emm.. Aku melihatnya sepertinya dia menyukai hyung." dua sejoli itu tengah sibuk meperhatikkan seorang gadis cantik yang sedang menatap park hyungseok
"oppa bolehkah aku menemuinya aku ingin berkenalan dengannya dan sapa tau kita bisa menjodohkan mereka."
" Ne tentu saja"
"Gomawo. Kau deluan saja ke kelas. Nanti aku menyusul"
"ne Chagi-ya"
Shin Hyemi POV
"annyeong haseyo bolehkah aku duduk disini ? "
"hmm.. Silahkan tapi Nugu-seyo?" gadis itu menatapku canggung.
"na shin hyemi imnida. Bolehkah aku berkenalan denganmu ? "
"ouh na kim sooyoung imnida. Aku murid pindahan kelasku di sana 10-arts "
"ouh ne nama yang bagus. Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu ? "
"mm. Silahkan"
"apa kau dari tadi memperhatikan namja itu " aku menunjuka ke arah hyung seok oppa dan telihat raut wajah gugup di gadis itu
"a..a..ni aku hanya melihat di sekitarnya tadi "
"Jinja? Kau tak berbohong kan ?
"hmmm.."
"kalau kau mau kau ku bisa ku jodohkan dengannya kebetulan aku adalah sahabatnya "
"aniyo tak perlu "
"yakin kau tak menyesal menolak tawaran ku ?"
"hmm.. Tapi siapa nama namja itu "
"park hyung seok. Yess kau ketangkap basah sekarang kau memang menyukaikan oke akan membantu mu dengan nya jadi mulai sekarang kau akan menjadi temanku araseo ! Annyeong aku kembali ke kelas dulu."
Betapa senangnya aku akhirnya sahabat ku yang satu itu akan punya pacar juga sungguh menyebalkan kalau melihatnya terus-terus menjadi obat nyamuk antara aku dan hyukmin oppa
"oppa kau tau aku berhasil membujuknya agar mau berkencan dengan hyungseok oppa" bisikku pada hyukmin oppa.
"MWO! Secepat itu ?"
"hyaaa..! Oppa kecilkan suara mu. Tentu karna yeojachinggu mu ini memang berbakat"
"Aishh kau begitu narsis"
"biar saja. Oh iya oppa sekarang giliran mu yang mengurus hyung seok oppa agar mau berkencan dengannya oke ! "
"hmm... Ne chagiya"
Kang Hyuk Min POV
"chagi pulanglah deluan . Aku akan bicara pada hyung tentang masalah tadi"
"Ne araseo Fighting oppa kau tak boleh kalah dariku ! "
"Tentu.. Hati-hati chagiya jangan melirik namja tampan saat tanpa aku "
"hyaa..! Oppa" wajah menggemaskan nya itu membuatku semakin tak mampu berpisah darinya ntah apa yang akan terjadi kalau ia menghilang dariku.
"hyaa..! Hyung Jakanmal ! "
"weo ?"
"Bolehkah aku bicara sebentar ?"
"tentu saja."
"hyung aku dan hyemi ingin menjodohkanmu bagaimana apa kau setuju ? Yeoja itu baik dan cantik."
"MWORAGO! HYAA..! MICOSO ?" spontan teriakan hyung memenuhi loby sekolah kuping serasa lepas mendengar teriakkannya.
"hyaa.. Hyung berhentilah berteriak kau tau mungkin kau baru saja merusak gendang telingan ku."
*tak*
Apalagi kalau bukan jitakan dari hyunseok hyung yang mendarat dengan indah di kepalaku.
"Appo hyung"
"apa kau dan hyemi sudah gila hingga ingin menjodohkanku ? "
"ani.. Hyunglah yang sepertinya lebih gila dari kami karna belum memiliki pacar. tapi hyung wanita ini jauh lebih baik dari wanita yang pernah kau cintai sebelumnya.."
Hyung Seok POV
"....tapi hyung wanita ini jauh lebih baik dari wanita yang pernah kau cintai sebelumnya.."
*DEG*
Mata pisau apa yang sedang menusukku sekarang sebuah pernyataan yang kembali mengingatkan perasaanku padanya. 'Hyemi'
"kau tau hyuk min-ah siapa wanita yang pernah ku cintai dia adalah yeoja chinggumu. Bisakah gadis pilihan kalian ini jau lebih baik dari hyemi ? Aku tak yakin.."
"hyaa..! Hyung kau melamun seperti tak bernyawa."
"baiklah.."
"baiklah maksud hyung ? "
"baiklah aku menerima rencana kalian ini."
"jinja hyung ? Wooo Gomawo hyung"
"cepatlah pulang dan susul hyemi."
"ne hyung araseo fighting hyung ! "
Author POV
Jam istirahat adalah waktu rencana mereka untuk saling mengenalkan hyung seok dan sooyoung.
Shin hyemi sudah lebih dulu tiba bersma sooyoung daripada hyukmin dan hyungseok. Entah apa yang mereka lakukan hingga begitu lama.
Tak lama kemudian datang dua orang lelaki tanpan yang menuju ke arah mereka.
"chagi-ya, oppa. Annyeong haseyo" hyemi bangkit dari tempat duduknya ketika melihat pangeran tampan dan sahabatnya berjalan beiringan.
Rona wajah sooyoung pun berubah merah ketika hyukmin duduk di depannya
"kenalkan aku park hyung seok. Dan kau" tangan hyungseok menggantung menunggu jabatan tangan balasan dari sooyoung.
" mmm.. Kim Sooyoung" gadis itu menjabat tangan hyungseok dengan gemetaran. Pasangan sejoli yang melihat mereka hanya bisa tersenyum melihat adegan romantis ini
"kau bisa memanggilku oppa"
"MWO !" sontak suara kedua namja yeoja itu memenuhi kantin dan membuat semua tatapan itu melihat mereka.
"secepat itukah hyung ?"
****
1 Bulan Kemudian
9 hari lagi adalah anniv hyukmin dan hyemi yang kedua bulan. Namu hyuk min tak pernah menghubungi hyemi lagi. Hilang kemana kah namja itu
*Flashback*
"hyukmin apa kau sekarang berpacaran ? Tolong jujur pada appa mu ini."
"Ne appa mianhae. Tapi aku mencintainya appa jebal appa kumohon"
"Kau tau hyukmin aku tak pernah mengizinkan mu berkencan sebelum kau bisa mencari uang sendiri."
"tapi appa..."
"terserah kau lebih memilih gadis itu atau appa mu ini"
TBC
My Love For Your Love ( Chapter 2 )
Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kim Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Disclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARNING TYPO BERTEBARAN !!
Author POV
Seorang namja tampan dengan bungkusan yang ia pegang hanya bisa terdiam ketika melihat dua orang yang ia kenal sedang tersenyum bersama di ujung koridor.
"hyung apa kau juga menyukai shin hyemi ? Aku berharap hal itu takkan pernah terjadi karna begitu menyakitkan untuk memilih diantara kalian nantinya" gumamnya. Ya seorang kim hyuk min yang mematung di tempatnya karna pemandangan yang tak ingin di lihatnya. Entah mengapa hatinya begitu menyakitkan melihat pemandangan itu.
"owh itu hyuk min.. Hyaaa! Kang hyuk min kau mau mati ? Aku sudah mengigil karna menunggu mu!" suara yang sebenarnya tak ingin di dengarnya sekarang menyapanya dengan keras dari ujung koridor. Ia bergegas menghampiri asal suara itu.
"Mian Mian tali sepatuku lepas tadi disana" entah alasan konyol apa yang di buatnya. Tak membuat shin hyemi menghiraukannya ia malah menarik bungkusan yang di bawa hyukmin dan bergegas ke toilet wanita.
"Hyuk Min-ah aku kembali ke kelas dulu akan ada 1 jam lagi setelah ini. Kau tunggu dia mungkin dia akan terlambat masuk kelas nanti, temani dia oke dongsaeng" dengan mengedipkan sebelah matanya ia lalu meninggalkan hyukmin yang masih mencerna maksud dari kata-katanya.
"hyung.. Sepertinya kau memang menyukai hyemi."
"MWO ! Kau masih menunggu ku kukira kau sudah lebih dulu ke kelas kau tau kita akan di hukum sekarang karna terlambat. Kajja !"
Hyemi menarik tangan hyuk min tanpa sadarnya. Tak sampai 2 meit mereka sudah sampai di kelas. Tapi hal menakutkan yang tak pernah mereka ingin liat terjadi. Sangsenim lebih dulu tiba dari pada mereka. Alhasil
"hyaa...! Kalian berdua mengapa terlambat ? Apa kalian habis berkencan huh ? Kau shin hyemi murid keras kepala kemana seragammu ? Kau ku hukum tak boleh masuk di jam ini dan pergi ke luar kelas dengan tangan di atas kepala ! Araseo?! Ouh kau hyuk min kau boleh masuk karna kau masih baru disini mungkin hyemi mempengaruhimu"
"ani sangsenim dia tak mempeng...." belum sempat hyukmin melanjutkan kata-katanya shin hyemi sudah lebih dulu memenggang tanganya erat mendakan ucapan "kau turuti saja kata-katanya atau kau akan menyesal, aku tak apa."
Shin hyemi melonggarkan pegangan tangannya dan pergi menjauh dari dalam kelas dengan di ikuti puluhan tatapan mengejek, merendahkan dari dalam kelas.
Hyukmin masih tak tega pada shin hyemi karna ia lah yang membuatnya seperti ini kalau saja ia tak memeluknya di kantin mungkin ia tak akan di siram oleh kim hyuna.
Bel berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas begitu pun hyukmin, tapi matanya janggal karna tak mendapati shin hyemi di depan kelas. Ia mencari di seluruh menjuru sekolah tak ia menemukan batang hidung shin hyemi.
Hingga ia melihat seorang gadis yang menundukkan kepala di bawah pohon besar yang terdapat di belakang sekolah.
Benar saja gadis itu adlah shin hyemi yang menangis sejadi-jadinya. Hyukmin bergegas menuju kearahnya
"Hyaa...! Shin hyemi apa yang kau lakukan ? Aku mencari mu di seluruh penjuru gedung." gadis itu tak menjawab perkataan hyukmin.
"Ouh.. Kau menangis? Mianhae shin Hyemi"
"gwenchana. Kau lebih baik pulang tak seharusnya kau disini bersama orang yang paling tak di inginkan disini."
"aishhh kau ini bicara apa"
"hyukmin-ssi apakah anak dari seorang mafia memang harus di benci ?"
Hyukmin tak mengerti apa yang gadis itu maksud tapi ia terus mendengarkan gadis itu.
"kurasa kau akan membenci ku kalau kau tau aku anak seorang bandar mafia kejam ke-3 di dunia. Aku yakin setelah kau tahu semua tentangku kau akan membenciku seperti mereka. Kau tau kau adalah orang pertama yang mau membantu dan berteman denganku selama ini tak ada seorang pun yang menganggapku ada tak terkecuali guru-guru disini."
"Hyemi-ah kau tau aku besyukur bertemu kau. Kau satu-satunya gadis yang berbeda dari semua gadis yang ku temui. Kau unik. Aku tak peduli kau anak dari seorang mafia. Yang pasti kau berhasil mengubah diriku yang tak pernah ku bayangkan. Aku jadi begitu peduli pada seorang yeoja dari pada sebelumnya. Gomawo .tetaplah disisiku aku tak akan pernah membencimu." hyemi tak bisa menahan air matanya lagi ia begitu tersentuh dengan kata-kata hyukmin.
"gomawo hyukmin-ah" tangan halus dari seorang hyukmin pun mengusap ujung kelopak mata shin hyemi yang basah karna air mata yang terus mengalir.
"Hyemi-ah Saranghae"
*DEG*
Entah setan yang merasuki hyukmin semakin menggila kata-kata yang tak pernah di duga hyemi pun keluar dari mulut hyukmin sungguh mampu membuat nafasnya tercekat.
"kau tak bercanda kan kang hyuk min ?"
"Ani Aku serius.. Saranghae Shin Hyemi"
" Na do " mungkin kuping hyukmin hampir lepas karna jawaban dari shin hyemi ia tak pernah mengira hyemi meiliki hati juga untuknya. Sebuah waktu singkat yang mampu merubah segalanya.
Namun mereka tak mengira satu pasang mata yang tak mampu menahan air matanya menangis dari kejauhan. Ya hyung seok menyaksikkan adegan yang tak pernah di inginkannya terjadi.
"harus kah aku menyerah sekarang kang hyukmin ? Mengikhlaskan shin hyemi untukmu ? Aku belum mampu untuk menjawabnya...."
Shin Hyemi POV
Matahari mulai menampakkan sinarnya lagi. Kini aku terbangun dengan hati yang campur aduk. Entah apa yang terjadi kalau para siswi disana mengetahui hubunganku dengan hyukmin.
Aku bergegas mandi dan sarapan, seperti biasa hanya seorang diri. Tanpa pikir panjang aku megambil sepeda dari dalam garasi dan bergegas berangkat. Aku mengayuh dengan hati-hati agar tak di serempet. Akan tetapi
*BRUK*
Aku terpental kepala dan kaki terluka cukup parah Sebuah mobil yang sengaja menabrak ku itu membuka jendela mobilnya. Benar saja sapa lagi kalau bukan kim hyuna.
"hey.. Kau perebut beraninya kau berkencan dengan namja ku dasar kau cewe berengsek." aku sudah terbiasa dengan sumpahnya itu aku bahkan tak peduli lagi. Mobil itu kemudian melaju dengan cepat meninggalkan ku.
Tanpa sadar darah segar terus mengalir dari kepalaku. Pandanganku memburam. Entah aku salah liat atau tidak hyung seok oppa sedang berlari ke arah ku dengan wajah panik.
"Shin hyemi kau tak apa ? Bertahanlah aku akan membawa mu ke rumah sakit."
Dengan energi yang tersisa aku masih sanggup menjawab perkataan hyungseok oppa
"Ani oppa.. Aku baik-baik saja tak usah membawa ku kerumah sakit. Kau bisa mengantarku pulang ke rumah."
"baiklah kalau itu maumu. Naiklah ke pundakku akan ku gendong kau"
"oppa gomawo"
Hyung Seok POV
"kau tau shin hyemi aku tak akan pernah memaafkan diriku sendri kalau kau pergi dari hidupku." aku menyanyangi mu hyemi-ah tapi kurasa aku tak pantas untukmu.
"oppa itu rumahku kau bisa menurunkanku"
"Siro.. Aku akan menggendong sampai kau sampai di kasurmu."
"Aishh... Jinja"
"Mwo! Rumah mu begitu sepi apa tak ada orang ?" wajah nya berubah murung. Apa aku salah bicara ahhh ottoke..
"setiap saat memang begini"
Aku tak mengerti maksudnya apa ia tinggal sendiri selama ini.
"hyemi dimana kotak obat mu akan aku obati lukamu"
"di kamar"
"ouh.. Ara aku akan segera kembali"
Sejauh mata memandang tak terdapat satu pun foto orang tua hyemi disini. Ahh tapi mungkin mereka tak sempat berfoto 'mungkin'
"hyemi-ah mana kaki mu sini ku bersihkan. Mm... Tapi hyemi-ah dimana kedua orang tua mu ? Maaf pertanyaan ini mungkin menganggumu." hyemi hanya tersenyum kecut lalu.
"umma.. Ku sudah meninggal karna menyelemat lelaki berengsek. Ya laki-laki itu adalah appa ku seorang bandar mafia yang kejam. Aku membencinya karnanya umma meninggal hanya karna menyelamtkan penjahat sepertinya. Setelah umma meninggal. Appa di tangkap dan di hukum mati. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengingat semuanya."
"Mianhae hyemi-ah aku tak bermaksud."
"ani. Oppa gwenchana"
"hyemi-ah aku lebih ingin aku menggantikanmu sekarang. Karna aku tau kau hanya gadis kecil yang hidup dengan kesendirian dan penuh kebencian. Aku tak sanggup melihatmu seperti ini,"
"oppa kenapa melamun ? Kau ingin minum apa ?"
"Ani..hyemi-ah aku bisa membuatnya sendri kakimu sedang terluka jadi tak usah repot-repot"
"ouh araseo. Tapi oppa bagaimana bisa kau berada di sana tadi ?"
"rumahku tak jauh dari sini tentu saja aku berangkat lewat jalan yang sama dengamu"
"jinja-yo? Hul daebak."
"We? Kau tak suka ?"
"ani.. Oppa tentu saja aku senang. Ouh oppa apa kau melupakan sesuatu ? Sekolah ! Kau tak pergi sekolah oppa!"
"OMO! Aku terlambat. Aku pergi hyemi-ah hati-hati dirumah. Aku akan meminta absenmu pada sangsenim."
"Gomawo oppa ! Hati-hati dijalan."
Kang Hyuk Min POV
"aigoo kemana anak ini sampai jam segini belum datang juga apa ia tak turun ? Hyaaa..! Shin hyemi kau membuat ku khawatir." hatiku terus saja bergumam seperti itu terus sambil sesekali menengok ke arah jam.
"aishhh..Jinja"
"hyaa..hyoyeon apa kau mendengar berita kalau anak mafia itu tertabrak mobil tadi pagii?"
"Jinja ? Hul Daebak!"
Percakapan dua orang gadis yang sengaja di dengar oleh hyukmin membuat hati geram dan menghampiri mereka.
"hyaa...! Yura apa yang baru saja kau katakan ? Berita itu bohong kan"
"Ani... Seorang sonbaenim yang melihatnya memberitahuku tadi."
"kim hyuna." pasti ia yang menabrak hyemi. Tentu saja karna ia sangat membenci hyemi.
Hatiku tak karuan marah, khawatir, kesal semua jadi satu. Aku bergegas meninggalkan kelas dan bermaksud untuk membolos agar bisa menjenguk shin hyemi walau aku tak tau di mana dia. Tapi sebelum aku pergi aku mendengar percakapan antara hyung dan sangsenim
"mmm.. Sangsenim saya ingin menyampaikan kalau park shin hyemi tabrakan tadi pagi. Saya sempat membantunya pulang karna ia tak mau di bawa ke rumah sakit. Sangsenim bisa mengizinkannyakan ? "
"Ne araseo."
"gamsahanida sangsenim."
Aku marah pada diriku sendiri kenapa bukan aku yang menyelamatkannya. Sungguh kekakasih macam apa aku ini yang tak berguna disaat kekasihnya membutuhkan bantuan.
"Hyung..Aku ingin bicara"
TBC
My Love For Your Love ( Chapter 1 )
Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kang Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Diclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARING TYPO BERTEBARAN !!!!
*happy reading*
Author POV
Hujan mengguyur langit korea malam ini dengan kejam nya tak terhitung berapa kali kilat-kilat itu memeriah langit malam itu. Seorang gadis menggunakan seragam terlihat sedang mengusap tangannya yang sedari tadi sudah beku kedinginan. Ya gadis itu Shin Hyemi seorang siswi yang masih berusia 15 tahun sedang menunggu redanya hujan di sebuah halte yang sepi, gadis itu terus bergumam "hyaaa..! Hyemi-ya kau begitu bodoh meninggalkan payung di loker. Aish jinja.." gadis itu terus menyalahkan dirinya hingga mata nya tak sengaja melihat seorang namja tampan yang seusia dengannya sedang mencari sesuatu yang terjatoh.
"annyeong haseyo, apa kau sedang mencari sesuatu ?" gadis mengampiri namja itu padahal sudah payah iya berusaha untuk tidak basah kuyup tapi hatinya yang memaksa untuk menolong namja itu.
"oh, ne. Kacamata ku terjatuh di sekitar sini tadi dan sekarang aku tidak bisa melihat tanpa kacamata itu."
"bolehkah aku membantu mm..."
"Park Hyuk Seok imnida."
"oh keure"
"nugu-ya?"
"Shin Hyemi imnida. Hyemi panggil aku hyemi"
"oh.. Ara nama yang bagus"
"Gomawo, mwoo apa ini kacamatamu ?" hyemi memberikan kacamata yang di temukannya pada namja yang bernama hyung seok itu.
"ohhh gomawo..." belum sempat namja berkulit puih dan sedikit telihat culun itu melanjutkan kata-katanya ia sudah melongo melihat wajah gadis yang menolongnya
"yeopota" kata-kata itu keluar seperti hujan yang mengguyur seperti malam ini dan tanpa mereka sadari mereka sudah basah kuyup.
"Mwo ! Nugu ? Nega ?"
"ouhh.. Ani guenyang ... Ahh lupakan hmm.. Berapa usiamu?"
"16 tahun . Kau sendiri?"
"setahun lebih tua dari mu"
"mmm.. arghh... Ottoke seragam ku basah bagaimana nasib ku besok?"
"kajja berteduh disana" hyung seok menarik tangan hyemi menuju halte memang itu yang sehausnya mereka lakukan dari tadi hanya mereka yang terlalu menghayati perkenalan mereka.
Hujan sudah reda tak terlihat sudah dua orang remaja yang duduk di halte tadi mereka sudah memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai larut.
Matahari sudah menampakkan sinarnya cerah pagi ini akan tetapi namja bermarga park ini belum juga tersadar dari mimpinya
"hyaa..! Hyung seok kau ingin mati sekarang. Cepat bangun kau bisa terlambat di sekolah baru mu."
"arghhhh... Umma 5 menit lagi"
"hyaa...! Kau tidak liat jam? Sudah jam 8 hyung seok-ah"
"MWO....!" hyung seok terbelalak ketika angka 8 itu di sebut. Yaa memang begitulah hyung seok remaja 17 tahun yang hidup sebagai remaja yang pasif.
Hyung Seok POV
"aishhh...umma menyebalkan menyuruh pindah sekolah tanpa sepengetahuanku" batinku sambil melahap sandwich dengan tergesa-gesa.
"umma.. Annyeong aku berangkat"
"ne..hati-hati cepatlah bergaul disana"
Aku bergegas menuju garasi motorku ya tentu saja waktu terus berjalan dan tak mau kompromi padaku yang makin terlambat.
Aku tiba di sekolah baruku yang memang keliatan cukup besar "Shinwa High School" nama sekolah ini memang tak asing lagi. Sekolah mewah dengan berbagai fasilitas. Aku beruntung mendapat beasiswa disini, tapi aku punya perasaan tak enak disini.
"Ne.. Annyeong Haseyo choneun park hyung seok imnida. Kalian bisa memanggilku hyung seok." itu adalah perkenalan pertama ku ketika aku tiba di kelas. Para siswi di sana tak henti-hentinya menatapku kagum hahaha atau mungkin itu perasaanku saja tapi....
"Oppa.. Kau tempan sekali."
"Oppa kau terlalu imut untuk berumur 17 tahun"
"Oppa matamu indah"
Ya itulah beberapa bisikan para gadis di sana setelah aku memutuskan duduk di kursi belakang. Tak ku sangka aku populer hanya kurang dari sehari.
Shin Hyemi POV
"hyuk min-ssi kau boleh duduk di samping shin hyemi. Itu disana" aku yang sedari tadi tak menghiraukan monolog perkenalan siswa baru itu. Hanya bisa terbelalak ketika sangsenim menyuruhnya duduk di seblahku.
"bolehkan aku duduk disini" siswa itu mendekat di mejaku entah apa yang harus ku ktakan tapi sebelum aku menolak pertanyaannya sangsenim sudah lebih dulu melototiku.
"hmm..duduklah"
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku hyemi." Aku berbicara tanpa menatapnya aku terlalu sibuk dengan novel yang ku baca.
"owhh na kang hyukmin imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang."
Yapss sebuah sindiran yang membuatku berhasil menoleh kepadanya.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" senyuman itu yang ku benci senyum yang bisa membuat jantungku berdebar kencang ahhh sungguh aku membenci hal ini.
"Oh.. Araseo, perhatikan ke depan murid baru apa kau ingin di hukum ?" namja bekulit putih itu tersenyum terkekeh kepadaku. Apa aku salah bicara ? Entahlah.
*kringggg*
Bel berbunyi menandakan jam istirahat tiba semua murid berhambur keluar. Hanya aku yang masih sibuk dengan novelku.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku terkejut karna hyuk min masih berada di sebelahku dengan tatapan tajam.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." aku menutup mataku karna melihat novel yang ia rebut hampir mendekati mulutnya.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu." suara tawa bodohnya menyadarkan betapa bodohnya aku karna berhasil dikerjai olehnya.
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" belum sempat aku mengoceh namja bodoh itu sudah menarik tangan ku.
"kau tau letak kantin kan ?"
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." aku memukul tangannya pelan. Ia hanya tertawa menanggapinya.
Tanpa kita sadar puluhan pasang mata menatap tajam kerahku. Aku mengerti maksud tatapan itu yaa karna aku terlalu dekat dengan namja tampan bermarga kang itu. Aku tak ingin tatapan itu semakin menjadi aku menunduk dan menghentikan obrolan.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" mungkin tersadar dengan kejadian di sekitarnya ia bergegas menarik tanganku dan itu semakin membuat puluhan pasang mata semakin menatap tajam kearah kita.
Hyuk Min POV
"Na.. Kang Hyuk Min imnida saya berasal dari busan." perkenalan singkat yang menurutku sudah cukup untuk memperkenalkan diri di depan kelas.
Mungkin perasaanku atau bukan sejak menginjakkan kaki di gerbang tatapan mata para gadis begitu tanpa berkedip sedikit pun. Haha begitulah, mungkin karna aku yang lumayan tampan tak sulit untukku membuat wanita jatuh hati pada ku.
Saat aku bermonolog meperkenalkan diri di depan hanya ada satu pasang mata yang tak melihatku bahkan tak memperhatikkan ku sedikit pun. Wanita beramput ikal panjang, kulit putih bersih yang sedang asyik membaca novelnya, sedikit kesalnya tapi lama-kelamaan aku menyukai sikapnya yang seperti itu dari para gadis lainnya di kelas ini yang henti-hentinya menatapku.
"hyuk min-ssi. Kau bisa duduk bersama shin hyemi itu disana" aku mengikuti arah jari sangsenim itu tepat seperti yang ku harapkan ia menunjuk kearah wanita yang sedang membaca novel tadi.
"shin hyemi ? Hmm nama yang indah semoga aku bisa mengenalmu lebih jauh lagi" gumamku dalam hati entah apa yang merasuki ku hingga bisa bergumam seperti itu
"Ne. Gamsahanida" entah mengapa jantung berdegup kencang saat berjalan ke arahnya. Aku menatapnya sebentar lalu berkata
"bolehkan aku duduk disini"
"hmm.. Duduklah" gadis itu seakan-akan berbicara pada tembok dia tak menatapku sedikit pun sungguh menyebalkan bertemu yeoja sepertinya, namun kenapa ia sanggup membuat hatiku berdegup kencang ? Entahlah aku tak ingin mempermasalahkannya.
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku shin hyemi."
"owhh na Kang hyuk min imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang." aku tak bermaksud untuk menyindir tapi kurasa ia mengerti yang ku maksud.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" lagi-lagi setan apa yang merasuki ku entahlah, sebelumnya aku tak pernah sebaik ini pada yeoja. Kalau yeoja itu sudah berkata seperti itu sudah pasti langsung ku tinggalkan tapi kenapa hanya ia yang sanggup mengubahku 180 derajat. Sungguh siapa kau sebenarnya shin hyemi sanggup membuat jantung ini bekerja 3 kali lebih cepat.
*kringggg*
Bel istirahat berbunyi semua murid bergegas keluar tak termasuk shin hyemi. Setelah ia membereskan buku pelajarannya. Lagi-lagi dengan novelnya. Gadis ini benar-benar berbeda.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku menatapnya tajam entah kenapa aku begitu peduli padanya.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." wajahnya begitu menggemaskan saat aku menjailinya gadis yang awalnya kukira tak peduli dengan sekitarnya berubah menggemaskan
"shin hyemi kau begitu menggemaskan sungguh." aku bergumam tanpa sadar ku pikir otak sedang konslet sekarang.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu."
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" aku menarik tangannya yang begitu lembut. Aku berani bertaruh kalau sekarang ia menatap tajam punggungku.
"kau tau letak kantin kan ?" aku menyetopkan langkahku.
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." ia memukul lengan ku pelan aku hanya tertawa menanggapinya. Kau hebat shin hyemi sanggup membuat seorang park hyuk min takluk padamu. Tapi senyumnya tiba-tiba lenyap dan menundukkan kepalanya.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" aku melihat di sekelilingnya dan mengerti kenapa ia berubah murung seperti itu. Aku tak ingin mebuat senyum nya makin lama semakin lenyap aku bergegas menariknya menjauhi mereka.
Kami tiba di kantin dan masih dengan wajah murung ia meminum orange juice yang ku pesankan.
"apa kau masih takut pada mereka yang menatap tajam padamu tadi ?" aku tak menyangka krstal bening jatuh dari pelupuk matanya seorang shin hyemi yang terkenal cuek meangis di depan ku
"hyuk min-ssi apa kau tau? Aku membenci orang yang menatapku seperti itu. Selama aku bersekolah disini aku hanya di acuhkan dari mereka. Mereka tak pernah menjadi temanku, bahkan tak seorang pun ingin duduk bersamaku aku tak mengerti kenapa mereka memben.." belum sempat ia melanjutkan kata-katanya aku memotongnya lebih dulu
"tapi aku ingin. Aku tak membencimu. Aku bahkan menyukai sikap cuekmu. Kau berbeda dari para gadis lainnya yang hanya menatapku kagum." kali ini setan yang merasuki ku sungguh keterlaluan setelah aku berkata seperti padanya tanpa sadar aku memeluknya. Mata mungilnya hanya terbelalak karna ulahku.
"Hyuk Min-ssi lepaskan aku akan semakin di benci karnamu"
"Siro.."
"hyaa...!" ia mendorongku dan melapaskan pelukkan ku . Aku hanya bisa terdiam menatap punggungnya yang semakin menjauh dariku.
Shin Hyemi POV
Aku berlari menjauh dari hyuk min aku tau aku salah aku hanya tak ingin semakin di benci. Saat aku berlari seseorang tiba-tiba menyiramkan ku dengan air yang penuh satu ember.
"hahaa... Rasakan kau gadis tak punya malu !" benar saja orang yang menyiramku adalah kim hyuna sonbaenim ku di sekolah seorang yang populer di sekolah karna kecantikkanya.
"hyaa.. Hyemi-ssi apa kau tak punya malu mendekati namja incaran ku ? Kau tak pantas mendekatinya kau begitu kuno untuknya!"
"Aniyo sonbaenim geunyang...."
Aku menutup mataku karna aku tau sebentar lagi ia akan segera menamparku. Akan tetapi tak kunjung pipi terasa sakit akhirnya aku memutuskan untuk membuka mataku. Seorang namja berkacamata yang seakan aku pernah melihatnya. Menahan tangan kim hyuna yang sudah berada di atas kepala
"kau... Sapa kau berani menahanku huh!"
"kenalkan aku park hyung seok aku murid baru disini, sama seperti mu aku kelas 11"
Park hyung seok nama yang tak asing menurutku. Rasanya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya.
Namja itu membantuku berdiri dan saat itu kim hyuna meninggalkan kami dengan bergumam sepanjang jalan.
"gwenchana?"
"mmm.. Gomawo.. Tapi rasanya aku pernah melihatmu sebelumnya?"
"mmm.. Keure aku namja yang kau tolong mencari kacamata nya tadi malam."
"ouh.. Ne sekarang aku mengingat mu tak ku sangka akan bertemu dengan mu lagi disini"
"Hyaa...! Shin hyemi gwenchana" suara hyukmin yang menggema di seluruh koridor membuatku menoleh. Ku lihat ia yang tersengal-sengal seperti habis berlari.
"hyemi-ssi kau tak apa? Ohh ottoke seragammu basah." wajah panik sepanik-paniknya aku hanya tersenyum kecut melihat sikapnya.
"ini pakai seragamku kau akan kedinginan nanti" tanpa mengkomfirmasi terlebih dahulu ia sudah menaruh jas nya di pundakku
"ouh gomawo wajahmu begitu lucu ketika panik seperti tadi."
"aishhh.. Jinja MWO ! Hyung ! Bagaimana bisa kau disi..." hyukmin menatap kearah hyung seok yang sedari hanya terdiam karna kedatangan hyukmin
"kau kang hyuk min ?"
"ne.. Kau pasti hyung seok hyung kan ?!"
"hyaa...! Bagaimana bisa kau tak pernah menelpon ku lagi sekarang semenjak hari kelulusan itu huh?!"
"mianhae hyung hp ku hilang jadi aku tak sempat mencatat nomormu."
"hyaa...! Aku akan balik ke kelas, aku seperti angin saja disini" aku mengerut kan bibirku berpura-pura marah. Tentu saja kata-kata ku tadi membuat mereka tertawa bersama. Apakah menurut mereka itu lucu aishhh.
"mianhae hyemi-ssi. Kami hanya terlalu senang karna sudah lama tak berjumpa hingga melupakanmu.mianhae"
"ne.. Hyemi-ssi mianhae. Aku dan hyungku ini sudah lama bersahabat dari bangku kanak-kanak kau tau ia begitu menyebalkan saat kecil."
"aishh kau ini membuka aib ku di depan seorang yeoja"
"hyaa..! Shin hyemi wajah mu begitu pucat! Kau sakit?" hyukmin yang pertama kali menyadari perubahan warna wajahku yang semakin pucat. Tentu saja ini karna aku kedinginan dengan baju basah ini.
"aniyo aku hanya kedinginan."
"aishhh.. Akan ku antar kau ke uks dan menyuruh petugas uks mengantar pulang"
"Ani.. Gwenchana aku tetap ingin sekolah hari ini karna jam terakhir ujian."
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu."
Hyung Seok POV
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu." hyuk min seprtinya menyukai hyemi aku taak pernah melihat nya sepeduli itu pada seorang yeoja dari dulu.
"hyukmin-ah kalau kau memang menyukainya apa aku harus menyerah sekarang. Seandainya kau tau aku lebih dulu menyukainya saat aku pertama kali bertemu dengannya."
"hyung seok-ssi gwenchana? Kau melamun seperti tak bernyawa tau."
"Ahhh... Mian mian. Apa kau masih kedinginan ?"
"sedikit. Ayo duduk di bangku itu oppa ?" oppa ? Ada apa dengan gadis ini hingga memanggilku dengan sebutan itu.
"bolehkan aku memanggilmu oppa. Lidah terasa tak enak memanggil nama mu karna kau lebih tua dari ku.
"ne.. Keure kau boleh memanggilku oppa"
"gomawo hyung seok oppa" gadis itu mengeluarkan aegyo yang mungkin akan sanggup membuat jutaan namja di dunia takluk padanya. Sungguh aku tak tau seperti apa nanti saat aku tak melihatmu lagi...
TBC
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kang Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Diclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARING TYPO BERTEBARAN !!!!
*happy reading*
Author POV
Hujan mengguyur langit korea malam ini dengan kejam nya tak terhitung berapa kali kilat-kilat itu memeriah langit malam itu. Seorang gadis menggunakan seragam terlihat sedang mengusap tangannya yang sedari tadi sudah beku kedinginan. Ya gadis itu Shin Hyemi seorang siswi yang masih berusia 15 tahun sedang menunggu redanya hujan di sebuah halte yang sepi, gadis itu terus bergumam "hyaaa..! Hyemi-ya kau begitu bodoh meninggalkan payung di loker. Aish jinja.." gadis itu terus menyalahkan dirinya hingga mata nya tak sengaja melihat seorang namja tampan yang seusia dengannya sedang mencari sesuatu yang terjatoh.
"annyeong haseyo, apa kau sedang mencari sesuatu ?" gadis mengampiri namja itu padahal sudah payah iya berusaha untuk tidak basah kuyup tapi hatinya yang memaksa untuk menolong namja itu.
"oh, ne. Kacamata ku terjatuh di sekitar sini tadi dan sekarang aku tidak bisa melihat tanpa kacamata itu."
"bolehkah aku membantu mm..."
"Park Hyuk Seok imnida."
"oh keure"
"nugu-ya?"
"Shin Hyemi imnida. Hyemi panggil aku hyemi"
"oh.. Ara nama yang bagus"
"Gomawo, mwoo apa ini kacamatamu ?" hyemi memberikan kacamata yang di temukannya pada namja yang bernama hyung seok itu.
"ohhh gomawo..." belum sempat namja berkulit puih dan sedikit telihat culun itu melanjutkan kata-katanya ia sudah melongo melihat wajah gadis yang menolongnya
"yeopota" kata-kata itu keluar seperti hujan yang mengguyur seperti malam ini dan tanpa mereka sadari mereka sudah basah kuyup.
"Mwo ! Nugu ? Nega ?"
"ouhh.. Ani guenyang ... Ahh lupakan hmm.. Berapa usiamu?"
"16 tahun . Kau sendiri?"
"setahun lebih tua dari mu"
"mmm.. arghh... Ottoke seragam ku basah bagaimana nasib ku besok?"
"kajja berteduh disana" hyung seok menarik tangan hyemi menuju halte memang itu yang sehausnya mereka lakukan dari tadi hanya mereka yang terlalu menghayati perkenalan mereka.
Hujan sudah reda tak terlihat sudah dua orang remaja yang duduk di halte tadi mereka sudah memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai larut.
Matahari sudah menampakkan sinarnya cerah pagi ini akan tetapi namja bermarga park ini belum juga tersadar dari mimpinya
"hyaa..! Hyung seok kau ingin mati sekarang. Cepat bangun kau bisa terlambat di sekolah baru mu."
"arghhhh... Umma 5 menit lagi"
"hyaa...! Kau tidak liat jam? Sudah jam 8 hyung seok-ah"
"MWO....!" hyung seok terbelalak ketika angka 8 itu di sebut. Yaa memang begitulah hyung seok remaja 17 tahun yang hidup sebagai remaja yang pasif.
Hyung Seok POV
"aishhh...umma menyebalkan menyuruh pindah sekolah tanpa sepengetahuanku" batinku sambil melahap sandwich dengan tergesa-gesa.
"umma.. Annyeong aku berangkat"
"ne..hati-hati cepatlah bergaul disana"
Aku bergegas menuju garasi motorku ya tentu saja waktu terus berjalan dan tak mau kompromi padaku yang makin terlambat.
Aku tiba di sekolah baruku yang memang keliatan cukup besar "Shinwa High School" nama sekolah ini memang tak asing lagi. Sekolah mewah dengan berbagai fasilitas. Aku beruntung mendapat beasiswa disini, tapi aku punya perasaan tak enak disini.
"Ne.. Annyeong Haseyo choneun park hyung seok imnida. Kalian bisa memanggilku hyung seok." itu adalah perkenalan pertama ku ketika aku tiba di kelas. Para siswi di sana tak henti-hentinya menatapku kagum hahaha atau mungkin itu perasaanku saja tapi....
"Oppa.. Kau tempan sekali."
"Oppa kau terlalu imut untuk berumur 17 tahun"
"Oppa matamu indah"
Ya itulah beberapa bisikan para gadis di sana setelah aku memutuskan duduk di kursi belakang. Tak ku sangka aku populer hanya kurang dari sehari.
Shin Hyemi POV
"hyuk min-ssi kau boleh duduk di samping shin hyemi. Itu disana" aku yang sedari tadi tak menghiraukan monolog perkenalan siswa baru itu. Hanya bisa terbelalak ketika sangsenim menyuruhnya duduk di seblahku.
"bolehkan aku duduk disini" siswa itu mendekat di mejaku entah apa yang harus ku ktakan tapi sebelum aku menolak pertanyaannya sangsenim sudah lebih dulu melototiku.
"hmm..duduklah"
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku hyemi." Aku berbicara tanpa menatapnya aku terlalu sibuk dengan novel yang ku baca.
"owhh na kang hyukmin imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang."
Yapss sebuah sindiran yang membuatku berhasil menoleh kepadanya.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" senyuman itu yang ku benci senyum yang bisa membuat jantungku berdebar kencang ahhh sungguh aku membenci hal ini.
"Oh.. Araseo, perhatikan ke depan murid baru apa kau ingin di hukum ?" namja bekulit putih itu tersenyum terkekeh kepadaku. Apa aku salah bicara ? Entahlah.
*kringggg*
Bel berbunyi menandakan jam istirahat tiba semua murid berhambur keluar. Hanya aku yang masih sibuk dengan novelku.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku terkejut karna hyuk min masih berada di sebelahku dengan tatapan tajam.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." aku menutup mataku karna melihat novel yang ia rebut hampir mendekati mulutnya.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu." suara tawa bodohnya menyadarkan betapa bodohnya aku karna berhasil dikerjai olehnya.
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" belum sempat aku mengoceh namja bodoh itu sudah menarik tangan ku.
"kau tau letak kantin kan ?"
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." aku memukul tangannya pelan. Ia hanya tertawa menanggapinya.
Tanpa kita sadar puluhan pasang mata menatap tajam kerahku. Aku mengerti maksud tatapan itu yaa karna aku terlalu dekat dengan namja tampan bermarga kang itu. Aku tak ingin tatapan itu semakin menjadi aku menunduk dan menghentikan obrolan.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" mungkin tersadar dengan kejadian di sekitarnya ia bergegas menarik tanganku dan itu semakin membuat puluhan pasang mata semakin menatap tajam kearah kita.
Hyuk Min POV
"Na.. Kang Hyuk Min imnida saya berasal dari busan." perkenalan singkat yang menurutku sudah cukup untuk memperkenalkan diri di depan kelas.
Mungkin perasaanku atau bukan sejak menginjakkan kaki di gerbang tatapan mata para gadis begitu tanpa berkedip sedikit pun. Haha begitulah, mungkin karna aku yang lumayan tampan tak sulit untukku membuat wanita jatuh hati pada ku.
Saat aku bermonolog meperkenalkan diri di depan hanya ada satu pasang mata yang tak melihatku bahkan tak memperhatikkan ku sedikit pun. Wanita beramput ikal panjang, kulit putih bersih yang sedang asyik membaca novelnya, sedikit kesalnya tapi lama-kelamaan aku menyukai sikapnya yang seperti itu dari para gadis lainnya di kelas ini yang henti-hentinya menatapku.
"hyuk min-ssi. Kau bisa duduk bersama shin hyemi itu disana" aku mengikuti arah jari sangsenim itu tepat seperti yang ku harapkan ia menunjuk kearah wanita yang sedang membaca novel tadi.
"shin hyemi ? Hmm nama yang indah semoga aku bisa mengenalmu lebih jauh lagi" gumamku dalam hati entah apa yang merasuki ku hingga bisa bergumam seperti itu
"Ne. Gamsahanida" entah mengapa jantung berdegup kencang saat berjalan ke arahnya. Aku menatapnya sebentar lalu berkata
"bolehkan aku duduk disini"
"hmm.. Duduklah" gadis itu seakan-akan berbicara pada tembok dia tak menatapku sedikit pun sungguh menyebalkan bertemu yeoja sepertinya, namun kenapa ia sanggup membuat hatiku berdegup kencang ? Entahlah aku tak ingin mempermasalahkannya.
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku shin hyemi."
"owhh na Kang hyuk min imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang." aku tak bermaksud untuk menyindir tapi kurasa ia mengerti yang ku maksud.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" lagi-lagi setan apa yang merasuki ku entahlah, sebelumnya aku tak pernah sebaik ini pada yeoja. Kalau yeoja itu sudah berkata seperti itu sudah pasti langsung ku tinggalkan tapi kenapa hanya ia yang sanggup mengubahku 180 derajat. Sungguh siapa kau sebenarnya shin hyemi sanggup membuat jantung ini bekerja 3 kali lebih cepat.
*kringggg*
Bel istirahat berbunyi semua murid bergegas keluar tak termasuk shin hyemi. Setelah ia membereskan buku pelajarannya. Lagi-lagi dengan novelnya. Gadis ini benar-benar berbeda.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku menatapnya tajam entah kenapa aku begitu peduli padanya.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." wajahnya begitu menggemaskan saat aku menjailinya gadis yang awalnya kukira tak peduli dengan sekitarnya berubah menggemaskan
"shin hyemi kau begitu menggemaskan sungguh." aku bergumam tanpa sadar ku pikir otak sedang konslet sekarang.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu."
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" aku menarik tangannya yang begitu lembut. Aku berani bertaruh kalau sekarang ia menatap tajam punggungku.
"kau tau letak kantin kan ?" aku menyetopkan langkahku.
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." ia memukul lengan ku pelan aku hanya tertawa menanggapinya. Kau hebat shin hyemi sanggup membuat seorang park hyuk min takluk padamu. Tapi senyumnya tiba-tiba lenyap dan menundukkan kepalanya.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" aku melihat di sekelilingnya dan mengerti kenapa ia berubah murung seperti itu. Aku tak ingin mebuat senyum nya makin lama semakin lenyap aku bergegas menariknya menjauhi mereka.
Kami tiba di kantin dan masih dengan wajah murung ia meminum orange juice yang ku pesankan.
"apa kau masih takut pada mereka yang menatap tajam padamu tadi ?" aku tak menyangka krstal bening jatuh dari pelupuk matanya seorang shin hyemi yang terkenal cuek meangis di depan ku
"hyuk min-ssi apa kau tau? Aku membenci orang yang menatapku seperti itu. Selama aku bersekolah disini aku hanya di acuhkan dari mereka. Mereka tak pernah menjadi temanku, bahkan tak seorang pun ingin duduk bersamaku aku tak mengerti kenapa mereka memben.." belum sempat ia melanjutkan kata-katanya aku memotongnya lebih dulu
"tapi aku ingin. Aku tak membencimu. Aku bahkan menyukai sikap cuekmu. Kau berbeda dari para gadis lainnya yang hanya menatapku kagum." kali ini setan yang merasuki ku sungguh keterlaluan setelah aku berkata seperti padanya tanpa sadar aku memeluknya. Mata mungilnya hanya terbelalak karna ulahku.
"Hyuk Min-ssi lepaskan aku akan semakin di benci karnamu"
"Siro.."
"hyaa...!" ia mendorongku dan melapaskan pelukkan ku . Aku hanya bisa terdiam menatap punggungnya yang semakin menjauh dariku.
Shin Hyemi POV
Aku berlari menjauh dari hyuk min aku tau aku salah aku hanya tak ingin semakin di benci. Saat aku berlari seseorang tiba-tiba menyiramkan ku dengan air yang penuh satu ember.
"hahaa... Rasakan kau gadis tak punya malu !" benar saja orang yang menyiramku adalah kim hyuna sonbaenim ku di sekolah seorang yang populer di sekolah karna kecantikkanya.
"hyaa.. Hyemi-ssi apa kau tak punya malu mendekati namja incaran ku ? Kau tak pantas mendekatinya kau begitu kuno untuknya!"
"Aniyo sonbaenim geunyang...."
Aku menutup mataku karna aku tau sebentar lagi ia akan segera menamparku. Akan tetapi tak kunjung pipi terasa sakit akhirnya aku memutuskan untuk membuka mataku. Seorang namja berkacamata yang seakan aku pernah melihatnya. Menahan tangan kim hyuna yang sudah berada di atas kepala
"kau... Sapa kau berani menahanku huh!"
"kenalkan aku park hyung seok aku murid baru disini, sama seperti mu aku kelas 11"
Park hyung seok nama yang tak asing menurutku. Rasanya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya.
Namja itu membantuku berdiri dan saat itu kim hyuna meninggalkan kami dengan bergumam sepanjang jalan.
"gwenchana?"
"mmm.. Gomawo.. Tapi rasanya aku pernah melihatmu sebelumnya?"
"mmm.. Keure aku namja yang kau tolong mencari kacamata nya tadi malam."
"ouh.. Ne sekarang aku mengingat mu tak ku sangka akan bertemu dengan mu lagi disini"
"Hyaa...! Shin hyemi gwenchana" suara hyukmin yang menggema di seluruh koridor membuatku menoleh. Ku lihat ia yang tersengal-sengal seperti habis berlari.
"hyemi-ssi kau tak apa? Ohh ottoke seragammu basah." wajah panik sepanik-paniknya aku hanya tersenyum kecut melihat sikapnya.
"ini pakai seragamku kau akan kedinginan nanti" tanpa mengkomfirmasi terlebih dahulu ia sudah menaruh jas nya di pundakku
"ouh gomawo wajahmu begitu lucu ketika panik seperti tadi."
"aishhh.. Jinja MWO ! Hyung ! Bagaimana bisa kau disi..." hyukmin menatap kearah hyung seok yang sedari hanya terdiam karna kedatangan hyukmin
"kau kang hyuk min ?"
"ne.. Kau pasti hyung seok hyung kan ?!"
"hyaa...! Bagaimana bisa kau tak pernah menelpon ku lagi sekarang semenjak hari kelulusan itu huh?!"
"mianhae hyung hp ku hilang jadi aku tak sempat mencatat nomormu."
"hyaa...! Aku akan balik ke kelas, aku seperti angin saja disini" aku mengerut kan bibirku berpura-pura marah. Tentu saja kata-kata ku tadi membuat mereka tertawa bersama. Apakah menurut mereka itu lucu aishhh.
"mianhae hyemi-ssi. Kami hanya terlalu senang karna sudah lama tak berjumpa hingga melupakanmu.mianhae"
"ne.. Hyemi-ssi mianhae. Aku dan hyungku ini sudah lama bersahabat dari bangku kanak-kanak kau tau ia begitu menyebalkan saat kecil."
"aishh kau ini membuka aib ku di depan seorang yeoja"
"hyaa..! Shin hyemi wajah mu begitu pucat! Kau sakit?" hyukmin yang pertama kali menyadari perubahan warna wajahku yang semakin pucat. Tentu saja ini karna aku kedinginan dengan baju basah ini.
"aniyo aku hanya kedinginan."
"aishhh.. Akan ku antar kau ke uks dan menyuruh petugas uks mengantar pulang"
"Ani.. Gwenchana aku tetap ingin sekolah hari ini karna jam terakhir ujian."
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu."
Hyung Seok POV
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu." hyuk min seprtinya menyukai hyemi aku taak pernah melihat nya sepeduli itu pada seorang yeoja dari dulu.
"hyukmin-ah kalau kau memang menyukainya apa aku harus menyerah sekarang. Seandainya kau tau aku lebih dulu menyukainya saat aku pertama kali bertemu dengannya."
"hyung seok-ssi gwenchana? Kau melamun seperti tak bernyawa tau."
"Ahhh... Mian mian. Apa kau masih kedinginan ?"
"sedikit. Ayo duduk di bangku itu oppa ?" oppa ? Ada apa dengan gadis ini hingga memanggilku dengan sebutan itu.
"bolehkan aku memanggilmu oppa. Lidah terasa tak enak memanggil nama mu karna kau lebih tua dari ku.
"ne.. Keure kau boleh memanggilku oppa"
"gomawo hyung seok oppa" gadis itu mengeluarkan aegyo yang mungkin akan sanggup membuat jutaan namja di dunia takluk padanya. Sungguh aku tak tau seperti apa nanti saat aku tak melihatmu lagi...
TBC
Langganan:
Postingan (Atom)
