Ketika kau harus menyerah pada hatimu
Dan membiarkan hatimu
Untuk hati lainnya yang hati itu sendiri
Adalah milik
Seorang sahabatmu
Title : My Love For Your Love
Author : Putry Geraldie
Main Cast : Shin Hyemi
Oh Sehun a.k Kang Hyuk Min
Byun Baekhyun a.k Park Hyung Seok
Supports Cast : Kim Hyuna, Hyoyeon, Yura, Sooyoung
Genre : Friendship, Romance, Hurts
Ratting : PG 13+
Type : Chaptered (molla)
Diclaimer : ff ini murni imajinasi author, dan sedikit kisah hidup author *ehh ciee haha sekalian curhat. No copas copas ya izin sebelum share ^o^ komentar kalian ditunggu readers :D. WARING TYPO BERTEBARAN !!!!
*happy reading*
Author POV
Hujan mengguyur langit korea malam ini dengan kejam nya tak terhitung berapa kali kilat-kilat itu memeriah langit malam itu. Seorang gadis menggunakan seragam terlihat sedang mengusap tangannya yang sedari tadi sudah beku kedinginan. Ya gadis itu Shin Hyemi seorang siswi yang masih berusia 15 tahun sedang menunggu redanya hujan di sebuah halte yang sepi, gadis itu terus bergumam "hyaaa..! Hyemi-ya kau begitu bodoh meninggalkan payung di loker. Aish jinja.." gadis itu terus menyalahkan dirinya hingga mata nya tak sengaja melihat seorang namja tampan yang seusia dengannya sedang mencari sesuatu yang terjatoh.
"annyeong haseyo, apa kau sedang mencari sesuatu ?" gadis mengampiri namja itu padahal sudah payah iya berusaha untuk tidak basah kuyup tapi hatinya yang memaksa untuk menolong namja itu.
"oh, ne. Kacamata ku terjatuh di sekitar sini tadi dan sekarang aku tidak bisa melihat tanpa kacamata itu."
"bolehkah aku membantu mm..."
"Park Hyuk Seok imnida."
"oh keure"
"nugu-ya?"
"Shin Hyemi imnida. Hyemi panggil aku hyemi"
"oh.. Ara nama yang bagus"
"Gomawo, mwoo apa ini kacamatamu ?" hyemi memberikan kacamata yang di temukannya pada namja yang bernama hyung seok itu.
"ohhh gomawo..." belum sempat namja berkulit puih dan sedikit telihat culun itu melanjutkan kata-katanya ia sudah melongo melihat wajah gadis yang menolongnya
"yeopota" kata-kata itu keluar seperti hujan yang mengguyur seperti malam ini dan tanpa mereka sadari mereka sudah basah kuyup.
"Mwo ! Nugu ? Nega ?"
"ouhh.. Ani guenyang ... Ahh lupakan hmm.. Berapa usiamu?"
"16 tahun . Kau sendiri?"
"setahun lebih tua dari mu"
"mmm.. arghh... Ottoke seragam ku basah bagaimana nasib ku besok?"
"kajja berteduh disana" hyung seok menarik tangan hyemi menuju halte memang itu yang sehausnya mereka lakukan dari tadi hanya mereka yang terlalu menghayati perkenalan mereka.
Hujan sudah reda tak terlihat sudah dua orang remaja yang duduk di halte tadi mereka sudah memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai larut.
Matahari sudah menampakkan sinarnya cerah pagi ini akan tetapi namja bermarga park ini belum juga tersadar dari mimpinya
"hyaa..! Hyung seok kau ingin mati sekarang. Cepat bangun kau bisa terlambat di sekolah baru mu."
"arghhhh... Umma 5 menit lagi"
"hyaa...! Kau tidak liat jam? Sudah jam 8 hyung seok-ah"
"MWO....!" hyung seok terbelalak ketika angka 8 itu di sebut. Yaa memang begitulah hyung seok remaja 17 tahun yang hidup sebagai remaja yang pasif.
Hyung Seok POV
"aishhh...umma menyebalkan menyuruh pindah sekolah tanpa sepengetahuanku" batinku sambil melahap sandwich dengan tergesa-gesa.
"umma.. Annyeong aku berangkat"
"ne..hati-hati cepatlah bergaul disana"
Aku bergegas menuju garasi motorku ya tentu saja waktu terus berjalan dan tak mau kompromi padaku yang makin terlambat.
Aku tiba di sekolah baruku yang memang keliatan cukup besar "Shinwa High School" nama sekolah ini memang tak asing lagi. Sekolah mewah dengan berbagai fasilitas. Aku beruntung mendapat beasiswa disini, tapi aku punya perasaan tak enak disini.
"Ne.. Annyeong Haseyo choneun park hyung seok imnida. Kalian bisa memanggilku hyung seok." itu adalah perkenalan pertama ku ketika aku tiba di kelas. Para siswi di sana tak henti-hentinya menatapku kagum hahaha atau mungkin itu perasaanku saja tapi....
"Oppa.. Kau tempan sekali."
"Oppa kau terlalu imut untuk berumur 17 tahun"
"Oppa matamu indah"
Ya itulah beberapa bisikan para gadis di sana setelah aku memutuskan duduk di kursi belakang. Tak ku sangka aku populer hanya kurang dari sehari.
Shin Hyemi POV
"hyuk min-ssi kau boleh duduk di samping shin hyemi. Itu disana" aku yang sedari tadi tak menghiraukan monolog perkenalan siswa baru itu. Hanya bisa terbelalak ketika sangsenim menyuruhnya duduk di seblahku.
"bolehkan aku duduk disini" siswa itu mendekat di mejaku entah apa yang harus ku ktakan tapi sebelum aku menolak pertanyaannya sangsenim sudah lebih dulu melototiku.
"hmm..duduklah"
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku hyemi." Aku berbicara tanpa menatapnya aku terlalu sibuk dengan novel yang ku baca.
"owhh na kang hyukmin imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang."
Yapss sebuah sindiran yang membuatku berhasil menoleh kepadanya.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" senyuman itu yang ku benci senyum yang bisa membuat jantungku berdebar kencang ahhh sungguh aku membenci hal ini.
"Oh.. Araseo, perhatikan ke depan murid baru apa kau ingin di hukum ?" namja bekulit putih itu tersenyum terkekeh kepadaku. Apa aku salah bicara ? Entahlah.
*kringggg*
Bel berbunyi menandakan jam istirahat tiba semua murid berhambur keluar. Hanya aku yang masih sibuk dengan novelku.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku terkejut karna hyuk min masih berada di sebelahku dengan tatapan tajam.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." aku menutup mataku karna melihat novel yang ia rebut hampir mendekati mulutnya.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu." suara tawa bodohnya menyadarkan betapa bodohnya aku karna berhasil dikerjai olehnya.
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" belum sempat aku mengoceh namja bodoh itu sudah menarik tangan ku.
"kau tau letak kantin kan ?"
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." aku memukul tangannya pelan. Ia hanya tertawa menanggapinya.
Tanpa kita sadar puluhan pasang mata menatap tajam kerahku. Aku mengerti maksud tatapan itu yaa karna aku terlalu dekat dengan namja tampan bermarga kang itu. Aku tak ingin tatapan itu semakin menjadi aku menunduk dan menghentikan obrolan.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" mungkin tersadar dengan kejadian di sekitarnya ia bergegas menarik tanganku dan itu semakin membuat puluhan pasang mata semakin menatap tajam kearah kita.
Hyuk Min POV
"Na.. Kang Hyuk Min imnida saya berasal dari busan." perkenalan singkat yang menurutku sudah cukup untuk memperkenalkan diri di depan kelas.
Mungkin perasaanku atau bukan sejak menginjakkan kaki di gerbang tatapan mata para gadis begitu tanpa berkedip sedikit pun. Haha begitulah, mungkin karna aku yang lumayan tampan tak sulit untukku membuat wanita jatuh hati pada ku.
Saat aku bermonolog meperkenalkan diri di depan hanya ada satu pasang mata yang tak melihatku bahkan tak memperhatikkan ku sedikit pun. Wanita beramput ikal panjang, kulit putih bersih yang sedang asyik membaca novelnya, sedikit kesalnya tapi lama-kelamaan aku menyukai sikapnya yang seperti itu dari para gadis lainnya di kelas ini yang henti-hentinya menatapku.
"hyuk min-ssi. Kau bisa duduk bersama shin hyemi itu disana" aku mengikuti arah jari sangsenim itu tepat seperti yang ku harapkan ia menunjuk kearah wanita yang sedang membaca novel tadi.
"shin hyemi ? Hmm nama yang indah semoga aku bisa mengenalmu lebih jauh lagi" gumamku dalam hati entah apa yang merasuki ku hingga bisa bergumam seperti itu
"Ne. Gamsahanida" entah mengapa jantung berdegup kencang saat berjalan ke arahnya. Aku menatapnya sebentar lalu berkata
"bolehkan aku duduk disini"
"hmm.. Duduklah" gadis itu seakan-akan berbicara pada tembok dia tak menatapku sedikit pun sungguh menyebalkan bertemu yeoja sepertinya, namun kenapa ia sanggup membuat hatiku berdegup kencang ? Entahlah aku tak ingin mempermasalahkannya.
"Gomawo. Mmm..siapa namamu ?"
"Shin hyemi imnida kau bisa memanggilku shin hyemi."
"owhh na Kang hyuk min imnida. Kau pasti tak mendegarkan perkenalan ku tadi kan karna terlalu sibuk membaca novel mu seperti sekerang." aku tak bermaksud untuk menyindir tapi kurasa ia mengerti yang ku maksud.
"ouh.. Mian kalau kau tak suka kau bisa pindah tempat"
"Ani..aku senang disini" lagi-lagi setan apa yang merasuki ku entahlah, sebelumnya aku tak pernah sebaik ini pada yeoja. Kalau yeoja itu sudah berkata seperti itu sudah pasti langsung ku tinggalkan tapi kenapa hanya ia yang sanggup mengubahku 180 derajat. Sungguh siapa kau sebenarnya shin hyemi sanggup membuat jantung ini bekerja 3 kali lebih cepat.
*kringggg*
Bel istirahat berbunyi semua murid bergegas keluar tak termasuk shin hyemi. Setelah ia membereskan buku pelajarannya. Lagi-lagi dengan novelnya. Gadis ini benar-benar berbeda.
"apa novel itu memmbuatmu kenyang sampai tak menghiraukan bel berbunyi ?" aku menatapnya tajam entah kenapa aku begitu peduli padanya.
"aku tak ingin ke kantin"
"We ? Apa novel itu begitu lezat ? Kalau begitu aku ingin mencobanya."
"Hyaaa...! Micoso ? Andweeeee..." wajahnya begitu menggemaskan saat aku menjailinya gadis yang awalnya kukira tak peduli dengan sekitarnya berubah menggemaskan
"shin hyemi kau begitu menggemaskan sungguh." aku bergumam tanpa sadar ku pikir otak sedang konslet sekarang.
"whahahahhah... Hyaa..! Wajahmu begitu lucu kau pikir aku bodoh ? Aku tak ingin mati konyol hanya karna memakan novel mu."
"kajja ayo kita kantin ! Kalau kau menolaknya novel mu akan benar-benar jadi korbannya"
"hyaa..!" aku menarik tangannya yang begitu lembut. Aku berani bertaruh kalau sekarang ia menatap tajam punggungku.
"kau tau letak kantin kan ?" aku menyetopkan langkahku.
"tentu saja"
"ku kira kau buta hanya karna sebuah novel."
"hya...." ia memukul lengan ku pelan aku hanya tertawa menanggapinya. Kau hebat shin hyemi sanggup membuat seorang park hyuk min takluk padamu. Tapi senyumnya tiba-tiba lenyap dan menundukkan kepalanya.
"kau kenapa ? Kenapa kau menuduk" aku melihat di sekelilingnya dan mengerti kenapa ia berubah murung seperti itu. Aku tak ingin mebuat senyum nya makin lama semakin lenyap aku bergegas menariknya menjauhi mereka.
Kami tiba di kantin dan masih dengan wajah murung ia meminum orange juice yang ku pesankan.
"apa kau masih takut pada mereka yang menatap tajam padamu tadi ?" aku tak menyangka krstal bening jatuh dari pelupuk matanya seorang shin hyemi yang terkenal cuek meangis di depan ku
"hyuk min-ssi apa kau tau? Aku membenci orang yang menatapku seperti itu. Selama aku bersekolah disini aku hanya di acuhkan dari mereka. Mereka tak pernah menjadi temanku, bahkan tak seorang pun ingin duduk bersamaku aku tak mengerti kenapa mereka memben.." belum sempat ia melanjutkan kata-katanya aku memotongnya lebih dulu
"tapi aku ingin. Aku tak membencimu. Aku bahkan menyukai sikap cuekmu. Kau berbeda dari para gadis lainnya yang hanya menatapku kagum." kali ini setan yang merasuki ku sungguh keterlaluan setelah aku berkata seperti padanya tanpa sadar aku memeluknya. Mata mungilnya hanya terbelalak karna ulahku.
"Hyuk Min-ssi lepaskan aku akan semakin di benci karnamu"
"Siro.."
"hyaa...!" ia mendorongku dan melapaskan pelukkan ku . Aku hanya bisa terdiam menatap punggungnya yang semakin menjauh dariku.
Shin Hyemi POV
Aku berlari menjauh dari hyuk min aku tau aku salah aku hanya tak ingin semakin di benci. Saat aku berlari seseorang tiba-tiba menyiramkan ku dengan air yang penuh satu ember.
"hahaa... Rasakan kau gadis tak punya malu !" benar saja orang yang menyiramku adalah kim hyuna sonbaenim ku di sekolah seorang yang populer di sekolah karna kecantikkanya.
"hyaa.. Hyemi-ssi apa kau tak punya malu mendekati namja incaran ku ? Kau tak pantas mendekatinya kau begitu kuno untuknya!"
"Aniyo sonbaenim geunyang...."
Aku menutup mataku karna aku tau sebentar lagi ia akan segera menamparku. Akan tetapi tak kunjung pipi terasa sakit akhirnya aku memutuskan untuk membuka mataku. Seorang namja berkacamata yang seakan aku pernah melihatnya. Menahan tangan kim hyuna yang sudah berada di atas kepala
"kau... Sapa kau berani menahanku huh!"
"kenalkan aku park hyung seok aku murid baru disini, sama seperti mu aku kelas 11"
Park hyung seok nama yang tak asing menurutku. Rasanya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya.
Namja itu membantuku berdiri dan saat itu kim hyuna meninggalkan kami dengan bergumam sepanjang jalan.
"gwenchana?"
"mmm.. Gomawo.. Tapi rasanya aku pernah melihatmu sebelumnya?"
"mmm.. Keure aku namja yang kau tolong mencari kacamata nya tadi malam."
"ouh.. Ne sekarang aku mengingat mu tak ku sangka akan bertemu dengan mu lagi disini"
"Hyaa...! Shin hyemi gwenchana" suara hyukmin yang menggema di seluruh koridor membuatku menoleh. Ku lihat ia yang tersengal-sengal seperti habis berlari.
"hyemi-ssi kau tak apa? Ohh ottoke seragammu basah." wajah panik sepanik-paniknya aku hanya tersenyum kecut melihat sikapnya.
"ini pakai seragamku kau akan kedinginan nanti" tanpa mengkomfirmasi terlebih dahulu ia sudah menaruh jas nya di pundakku
"ouh gomawo wajahmu begitu lucu ketika panik seperti tadi."
"aishhh.. Jinja MWO ! Hyung ! Bagaimana bisa kau disi..." hyukmin menatap kearah hyung seok yang sedari hanya terdiam karna kedatangan hyukmin
"kau kang hyuk min ?"
"ne.. Kau pasti hyung seok hyung kan ?!"
"hyaa...! Bagaimana bisa kau tak pernah menelpon ku lagi sekarang semenjak hari kelulusan itu huh?!"
"mianhae hyung hp ku hilang jadi aku tak sempat mencatat nomormu."
"hyaa...! Aku akan balik ke kelas, aku seperti angin saja disini" aku mengerut kan bibirku berpura-pura marah. Tentu saja kata-kata ku tadi membuat mereka tertawa bersama. Apakah menurut mereka itu lucu aishhh.
"mianhae hyemi-ssi. Kami hanya terlalu senang karna sudah lama tak berjumpa hingga melupakanmu.mianhae"
"ne.. Hyemi-ssi mianhae. Aku dan hyungku ini sudah lama bersahabat dari bangku kanak-kanak kau tau ia begitu menyebalkan saat kecil."
"aishh kau ini membuka aib ku di depan seorang yeoja"
"hyaa..! Shin hyemi wajah mu begitu pucat! Kau sakit?" hyukmin yang pertama kali menyadari perubahan warna wajahku yang semakin pucat. Tentu saja ini karna aku kedinginan dengan baju basah ini.
"aniyo aku hanya kedinginan."
"aishhh.. Akan ku antar kau ke uks dan menyuruh petugas uks mengantar pulang"
"Ani.. Gwenchana aku tetap ingin sekolah hari ini karna jam terakhir ujian."
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu."
Hyung Seok POV
"hmm.. Ara ara kau disini dulu bersama hyung akan aku ambilkan baju cadangan di lokermu." hyuk min seprtinya menyukai hyemi aku taak pernah melihat nya sepeduli itu pada seorang yeoja dari dulu.
"hyukmin-ah kalau kau memang menyukainya apa aku harus menyerah sekarang. Seandainya kau tau aku lebih dulu menyukainya saat aku pertama kali bertemu dengannya."
"hyung seok-ssi gwenchana? Kau melamun seperti tak bernyawa tau."
"Ahhh... Mian mian. Apa kau masih kedinginan ?"
"sedikit. Ayo duduk di bangku itu oppa ?" oppa ? Ada apa dengan gadis ini hingga memanggilku dengan sebutan itu.
"bolehkan aku memanggilmu oppa. Lidah terasa tak enak memanggil nama mu karna kau lebih tua dari ku.
"ne.. Keure kau boleh memanggilku oppa"
"gomawo hyung seok oppa" gadis itu mengeluarkan aegyo yang mungkin akan sanggup membuat jutaan namja di dunia takluk padanya. Sungguh aku tak tau seperti apa nanti saat aku tak melihatmu lagi...
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar