Kamis, 24 Desember 2015

Just For You // ( EXO | BTS )



Title : Just for you

Author : Poetry geraldie

Main Cast : Kai ( EXO-K ) / Kim Jong In, Lee Se Na ( OC ), V ( BTS ) / Kim Taehyung

Support cast :  Seulgi ( Red Velvet ) / Seul Gi,  Jimin (BTS) / Ji Min

Genre : School Life, Romance, Hurts,  friendship

Ratting : PG  - 15

Type : Oneshoot

Disclaimer : cerita milik author, cast milik author *ehh wkk

***

Author POV

Musim gugur menghiasi musim di korea saat ini, daun daun kering seakan serempak gugur dari pohonnya termasuk daun daun yang ada di Chanhuk High School ini.

*Tring..Tring..Tring*

Bel berbunyi. Semua murid bergegas menuju kelas mereka untuk memulai pelajaran. Baru terhitung 2 minggu setelah tahun ajaran baru di mulai. Suasana kelas masih begitu kaku, maklum saja para murid murid ini masih beradaptasi.

Termasuk Sena yang masih menjadi sosok pendiam. Sena atau lebih tepatnya Lee Se Na adalah murid yang beruntung karna bisa bersekolah di Chanhuk high school berkat kecerdesannya hingga ia mendapat beasiswa disini.

**
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah masuk ke pelajaran ke 3. Sena yang awalnya fokus ke pelajaran akhirnya buyar setelah ia tak sengaja menatap sosok namja yang duduk di sisi lain, namja bertubuh tinggi dengan postur yang ideal itu memperhatikan pelajaran dengan serius. Mungkin menyadari seseorang sedang menatapnya, namja itu lalu menoleh ke arah sena.

Se Na POV

Saat ia menyadari aku menatapnya, dengan cepat aku memalingkan wajahku

“ahhh..ottoeke apa iya tau aku menatapnya tadi ? arghhh mollaaaa” teriak ku dalam hati sembari mengacak-ngacak rambutku

“ahh kenapa ini jantung ku berdebar sangat cepat arghhh” lagi teriak ku dalam hati.

Terus begitu sampai bel berbunyi pertanda waktu pelajaran usai.

Aku segera memasukkan buku buku yang ku pakai ke dalam ransel ku, dan bergegas menuju loker untuk mengambil payung karna sepertinya akan hujan.
Tapi tiba tiba seorang berjalan mendekat ke arah loker ku.

“kenapa kau terus menatapku tadi ? apa ada yang ingin kau katakan ? ” suara seseorang yang wajahnya masih terlindung pintu loker membuat pikiran ku kacau. Tidak mungkin dia....

*DEG*

Wajah namja berkulit putih dengan proposi tubuh yang sempurna tepat berada di depanku. 

“namja yang ku tatap tadi.. bagaimana mungkin ? jadi tadi ia tahu aku menatapnya. Arggghh ottoeke”

“Hey! Bisa kah kau menjawab pertanyaan ku tadi dengan cepat, seprtinya akan turun hujan aku harus cepat pulang” ucapnya membuat ku tersadar dari lamunanku

“ti..dak aku hanya..” jawab ku terbata-bata

“sudahlah lupakan. Oh iya kau Lee Se Na kan? Kau pasti mengenalku” ucap namja itu lagi padaku, yang sama sekali tak kumengerti

“tidak..” jawabku pelan

“Houl Daebak! Kau tidak mengenalku ? padahal kita satu sekolah saat SMP.” Jawab namja itu lagi

“Jinja ?!! wow.. tapi aku benar benar tidak mengenalmu” jawabku semangat aku sama sekali tak menyangka ia sudah mengenalku lebih dulu haha. Mungkin saat SMP aku cukup terkenal di sekolah haha

“sudahlah. Aku kim taehyung, kau harus mengingat namaku. Aku pulang” ucapnya sambil berlari pergi menghilang begitu saja

Aku yang masih terpaku di tempatku, sama sekali tak menyangka ia satu sekolah dengan ku saat SMP.

Dan hujan pun turun..

Entah betapa sialnya aku, payungku tertinggal di rumah dan aku harus bergegas pulang karna hari mulai malam. Aku berteduh sebentar di halte yang ad di depan sekolah, namun hujan turun semakin deras, waktu pun terus berlalu hingga tak terasa sudah pukul setengah 7 malam tanpa pikir panjang aku nekat pulang ke rumah.

“Jangan nekat, nanti kau akan demam” suara seseorang menghentikan langkahku dan aku memutar tubuhku mengahadap sumber suara. Dan seorang namja berkulit tan yang terlihat sombong berdiri di halte sambil mentapku tajam.

“memangnya kenapa ?! ini sudah malam aku harus pulang” jawabku kesal padanya

“tunggulah sebentar lagi, hujannya akan reda” balasnya dengan gaya cueknya yang membuatku semakin kesal.

“terserahmu lah tapi aku mau pulang.” Aku akhirnya memutuskan berlari pulang. 

Aku betul betul basah kuyup saat di pertengahan jalan, ajaibnya hujannya berhenti sekejap dan baju ku terlanjur basah..

“aishh.. ucapan namja itu benar” keluh ku kesal pada diri sendiri.


***

Beberapa hari kemudian
@Chanhuk High School

Aku datang lebih awal hari ini, keadaan sekolah masih sunyi saat aku tiba. Aku memutuskan untuk duduk di bangku di sekitar taman sekolah dengan earphone terpasang di telinga ku. Sudah 10 menit aku duduk di sini namun tanda tanda kedatangan taehyung dan jong in belum terlihat, aku lalu kembali fokus pada lagu yang ku dengarkan akan tetapi mataku menangkap sosok namja tampan berkulit tan dan dengan gaya rambut barunya melangkah masuk ke kelas yang tak jauh dari tempatku. Entah antara percaya atau tidak namja itu adalah kim jong in, style nya sangat berubah saat ia memakai style rambut barunya itu. Dan bodohnya aku kenapa hanya dengan melihat wajahnya itu jantungku berdebar sangat cepat.

“pabo sena! Bukan kah kau menyukai taehyung..tapi kenapa jantungmu berdebar sangat cepat hanya karna melihat jong in argghhh ottoke” gumamku dalam hati 

Aku rasa aku mulai menyukai taehyung saat kami satu kelompok dalam sebuah mata pelajaran, ia banyak membantuku saat itu. Dan ia namja yang baik. Tapi entah kenapa semua perasaan ke taehyung lenyap hanya karna melihat style baru kim jong in. Kurasa otakku mulai tak waras.

Taehyung POV

“Lee Se Na... Lee Se Na...Lee Se Na” nama yeoja itu terus berputar di otakku entah sudah berapa lama. 

Sena yeoja cantik dan mempunyai kepribadian unik. Semula aku hanya ingin bermain main denganya tapi entah setan apa yang merasuki ku aku mulai merasa nyaman ada di dekatnya. Senyumnya yang ku pastikan akan membuat jutaan namja takluk padanya berhasil membuatku tak bisa apa apa, ya saat sena tersenyum seketika jantungku berdebar lebih cepat walau ia tersenyum bukan padaku. Mungkin inilah karma niat jahatku yang awalnya hanya ingin bermain main padanya berubah menjadi perasaan sebenarnya.

Pagi ini aku berangkat sedikit terlambat dari biasanya, karna semalam bibi menyuruhku untuk mengantarnya ke stasiun saat malam sudah larut oleh karna itu aku terlambat bangun hari ini. 

Kaki ku melangkah masuk ke gerbang sekolah, tak berapa jauh dari gerbang aku melihat sena sedang duduk di taman dengan earphone di telinganya. Aku menatapnya dalam dan tanpa sadar senyum ku mengembang begitu saja. Namun tiba tiba entah aku salah lihat atau tidak aku melihat sena sedang menatap jong in dengan tatapan kagum tanpa berkedip yang sedang melintas di depannya.

“aisss apa-apaan ini waktu itu ia menatapku seperti itu juga. Kenapa ia melakukan itu pada semua laki-laki menyebalkan.” Gumam ku sambil berlari kearahnya

“hei lee sena kau sedang apa ?” tegur ku padanya agar ia mengalihkan pandangan dari jongin

“oh ? taehyung ? sejak kapan kau disini” jawabnya dengan wajah bingung

“barusan” jawabku singkat

“ohh begitu. Ayo masuk kelas sebentar lagi bel masuk” ia menarik tanganku untuk beranjak dari tempat itu dan pergi. Aku sudah terbiasa ketika ia melakukan ini namun masih saja jantungku berdebar saat ia melakukannya.

Lee Se Na POV

“wahhhhh kim jong in benar benar tampan hari ini” gumam ku dalam hati sembari beberapa kali menoleh ke arah jong in 

Jujur kurasa aku punya sifat buruk. Aku terlalu mudah untuk menyukai seseorang. Belum lama ini saat awal masuk sekolah kurasa aku menyukai taehyung tapi tiba tiba semuanya hilang begitu saja setelah melihat jongin hari ini. Tapi entahlah seiring berjalannya waktu kurasa aku tak menyukai jong in lagi.

“hei Lee Se Na apa yang kau pikirkan, kau tak menyimak apa yang ibu sampaikan ? ayo cepat selesaikan soal didepan” DAMN!! Ini semua karna jongin dan taehyung!

Tringggg tringggg.......

Bel istirahat pun akhirnya terdengar aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku sambil mendengarkan lagu favoritku. EXO. Yap tentu saja itu karna aku seorang fangirl

Aku menenggelamkan kepala ku di dalam tumpukan lipatan tangan ku dengan earphone di telingaku. Setelah aku selesai membaca semua tumpukan buku yang ada di depanku sekarang. Tapi belum lama aku memjamkan mata seseorang mengguncang tubuhku. Segera aku mengangkat kepala ku dan menatapnya

“hei lee sena kau sudah selesai membaca semua buku ini?” tanya laki-laki menyebalkan itu padaku

“tentu saja bodoh. Kau tidak liat bukunya sudah tertutup. Aiss menyebalkan aku baru saja mencoba tidur tapi kau membangunkanku lagi. Hei taehyung kau menyebalkan”

“maaf maaf maaf aku tidak tau ku kira Lee Se Na si murid pintar tidak pernah tidur di perpustakaan hehe.”

“aku juga manusia, bodoh. Hei kau ada waktu besok?”

“tentu saja, memangnya kenapa”

“temani aku ke toko buku besok”

“buku lagi ? oh god.. kau ini hidup hanya untuk baca buku?”

“tidak juga”

“aku mau ikut asal sehabis dari toko buku, giliran kau untuk menemaniku”

“kemana?”

“rahasia” aku menatap taehyung tajam dan langsung menarik rambutnya dan memaksa nya untuk memberitahuku

“hei! Lee Se Na psiko lepaskan tanganmu”

Author POV

Keesokkan harinya

Taehyung tengah bersiap untuk menjemput sena di rumahnya. Dia berpakaian sangat rapi padahal ini bukan kencan mereka. 15 menit kemudia taehyung tiba dan segera menelpon sena agar keluar rumah. Tak berapa lama sena keluar dengan pakaian yang biasa-biasa aja kebalikan dari taehyung.

“hei.. lee se na kau mau pergi bertani atau ke toko buku ada apa dengan pakaian mu?”

“memangnya kenapa? Dan kau sendiri ? memangnya siapa yang mengadakan pesta di toko buku”

“aiss kau menyebalkan. Ayo cepat naik”

Sena dan taehyung keluar dari toko buku setelah mereka selesai mencari yang mereka inginkan.

“ayo pulang” ajak sena sambil menarik tangan taehyung

“hei kau lupa. Sekarang giliranku yang memintamu menemaniku”

“apa-apaan kau ini”

Taehyung menarik sena masuk kedalam mobil, dan pergi setelah itu. Sepanjang perjalanan sena trus saja bertanya kemana taehyung membawa, akan tetapi taehyung hanya menjawabnya dengan senyuman.

“kita sampai” teriak taehyung saat membukakan pintu mobil untuk sena

“hei kau gila!!!” teriak sena dengan raut kesal di wajahnya

“tidakkkk mweeee... ayo kita main” ejek taehyung dan menarik sena masuk ke dalam taman bermain. Sena yang masih bingung hanya diam mengikuti taehyung

Taehyung dan sena berlarian kesana kemari mencoba satu persatu wahana bermain disana. Hingga akhirnya taehyung menarik sena ke wahana bermain yang terakhir. ‘komedi putar’. 

Saat sena tengah asik menatap lingkungan di sekitarnya. Taehyung perlahan mengengam tangan sena dan berbisik padanya

“Lee Se Na aku menyukaimu”

DEG 

Seakan ia ingin sekali melompat dari wahana yang berputar ini. Mata nya melebar seakan tak percaya apa yang taehyung katakan

Lee Se Na POV

“Lee Se Na aku menyukaimu”

DEG

Hatiku tak berdebar. Kenapa ini bukan kah dulu aku menyukai taehyung. Ada apa ini? Apa yang terjadi ? mengapa aku malah merasa bersalah padanya.

Tek. Wahana berhenti aku segera bergegas lari keluar dari wahana dan menghilangkan diri dari taehyung. Aku masih tak percaya apa yang ku alami.

Aku merebahkan diri diatas kasur ku dengan pikiran yang melayang

“apa-apaan ini seharusnya aku bahagia kenapa aku malah merasa bersalah padanya.”

Ke esokkan harinya aku turun pagi sekali agar tidak bertemu taehyung saat di perjalanan karna rumah kami yang satu arah.

Sebulan kemudian

Sudah sebulan lamanya aku tidak pernah berbicara atau sekedar menyapa taehyung lagi. Akan tetapi ia masih terus mengirimiku pesan yang lama-lama membuatku muak seperti :

apa kau marah padaku karna aku menyukaimu

takbisakah kita berteman seperti dulu

kenapa kau mengabaikan pesanku

ayo bicara

sebenarnya aku tidak marah padanya akan tetapi aku merasa sedikit canggung dan tidak enak bila di dekatnya. Dan anehnya sudah sebulan juga aku menganggumi jongin aku bahkan bertanya pada teman-teman bagaimana profil nya dan setelah mengetahui profilnya membuatku semakin tertarik padanya.

Suatu hari

“Hei sena kau ikut nonton besok? Jongin dan teman-temannya juga ikut” ajak temanku. Seulgi.

“benarkah ? seulgi tapi kau ikut juga kan” wahhh ini kesempatan bagus mungkin aku bisa bersebelahan dengan jongin nanti 

“tentu, karna jimin juga ikut”

“apa jimin ? berarti kalau jimin ikut. Si taeh..... ahhh menyebalkan”

“kenapa kau tak ingin taehyung ikut? Bukankah kalian dulu dekat ? kalau melarang taehyung ikut sudah pasti dia tidak mau apa lagi kalau dia tau jongin juga ikut”

“APA ?! jadi maksudmu taehyung tau aku menyukai jongin”

“sepertinya”

“ahhhhhh menyebalkan” tapi ini kesempatan bagus apa mungkin aku tidak ikut hanya karna taehyung.

“jadi kau ikut tidak”

“ikut”

Keesokkan harinya

Jimin dan seulgi yang memang berkencan sudah tiba di bioskop lebih dulu. Dan aku datang setelah mereka. Aku lalu menatap seulgi dengan maksud tertentu

“seulgi... mmm ituu anuuu...”

“ini tiketmu bersebelahan dengan jongin”

“BENARKAH ?! DEABAK! Gomawo seulgi-ah”

Tak berapa lama dua orang namja datang mendekat. Mataku menatap kagum tanpa berkedip pada sosok namja yang mengenakan sweater putih. Yaps dia jongin, dia benar benar sangat tampan dengan pakaian itu. Dan tepat di sebelahnya sosok namja yang juga tak kalah terlihat tampan berjalan berdampingan dengannya, taehyung. Ya itu dia. Tapi mataku hanya fokus menatap jongin.

“hei kalian ayo masuk ! filmnya akan di mulai” celetuk seulgi yang membuyarkan fokus ku

Di dalam studio aku sibuk mengikuti seulgi mencari tempat duduk kita. 

“nah ini ketemu” seru jimin

Kemudia seulgi mengikuti duduk di sebelah jimin kemudian aku dan...

“jongin mendekat apa dia duduk di seblahku” gumam ku dalam hati

Ternyata tidak dia duduk tepat satu kursi di seblh kursi di sampingku yang kemudia di isi oleh yongguk, teman kami juga

“menyebalkan” keluh ku pelan yang kemudian di dengar yongguk

“kenapa” sahutnya

“oh ? tidak ada”

“kau ingin duduk di sebelah jongin bukan” sahutnya seolah ia membaca pikiranku

“hmmm”

“baiklah. Hei jongin kau ingin bertukar tempat” seru yongguk yang sontak membuat ku menoleh kearahnya

“tidak aku sudah nyaman disini” jawab jongin datar

“ahhh menyebalkan rasanya seperti baru saja di tolak” gumam ku dalam hati


Author POV

** 1 bulan kemudian**

“hei jongin bagaimana hubungan mu dengan sena” seru jimin mengusik jongin yang sedang sibuk dengan earphonenya

“hubungan apa ? kami hanya berteman” jawab jongin santai

“wahh kalian hanya berteman ? padahal dia sangat menyukaimu”

“apa ?”

“oh ? jangan-jangan kau belum tau sena menyukaimu”

“tidak. Aku tidak tahu”

“houl daebak. Aku membocorkan rahasia. Ahh ottoke aku pasti di bunuh sena, aku pergi” jimin menghilang begitu saja setelah membocorkan rahasia sena pada jimin

Jimin terdiam dengan tatapan kosongnya ia tak tau harus berbuat apa

Di sisi lain. Lee sena sedang asik membaca bukunya, akan tetapi tak jauh dari posisi sena taehyung sedang menatap sena dalam tanpa berkedip.

Taehyung mencoba mengirimnya beberapa sms untuk mengujinya

Hei lee sena apa kabar ? kau tak merindukan ku ? tak bisa kah kita berteman

Akan tetapi  Lee sena hanya membacanya sekilas tanpa mebalasnya, kemudia taehyung mengirimnya pesan berturut turut lagi

Tak bisakah kita berteman

hei lee sena jangan mengabaikanku

sena....

dengan frustasi sena menjawab pesan taehyung dengan singkat

kau menggangguku.

DEG

Dunia taehyung terasa hancur, jadi selama ini ia hanya mengganggu sena pikirnya dengan frustasi dan marah taehyung berjalan menjauh dari sena dan menghilang

Taehyung POV

Entah apa salahku, apa aku terlalu bodoh sudah mencintainya, sedangkan aku tau sendiri dia sangat menyukai jongin. 

Entah bagaimana bodoh dan hancurnya hatiku yang masih mencintainya walau ia terus menyakiti seperti ini

Author POV

Jongin  berjalan pelan menuju lokernya, ia membuka lokernya dan membuka sebuah kotak kecil yang di dalamnya berisi kotak musik yang ingin dia berikan selama ini pada seseorang

“hei jongin kau sudah mengerjakan tugas sains mu ?” ucap seseorang tiba tiba yang wajahnya terlindung pintu loker jongin

“belum “ sembari menutup loker. Dan betapa terkejutnya kalau orang itu adalah sena

“kau ingin lihat milikku” ucap nya tersenyum kecil

“tidak terimakasih” jawabku terbata-bata

“oh baiklah, kalau begitu aku pergi dulu” sena pergi dengan wajahnya kecewanya

*tringggg* 

Saatnya pulang. Sena terlihat tergesa-gesa pulang dan dalam sekejap dia sudah menghilang dari sekolah. Begitu pula taehyung yang berjalan pulang tanpa semangat hidup. Dan hanya tersisa jongin yang masih duduk di kursinya, dengan berbagai macam pikiran gila. Dan kemudian ia tiba tiba bangkit dari kursinya

“hei seulgi bisa kita bicara” panggil jongin keras pada seulgi yang baru saja akan pulang

“kenapa”

“jawab pertanyaanku dengan jujur”

“emm tentu”

“lee sena, apa dia menyukaiku?”

“ya sepertinya dia sangat menyukaimu, aku tidak melihatnya tersenyum bahagia kecuali dia meelihatmu”

“benarkah?”

“tentu saja”

“tapi kenapa kau bertanya ? apa mungkin kau menyukainya”

“emm” jongin menyerahkan kotak kecil yang tadi ada dilokernya

“apa ini ?” tanya seulgi bingung

“ini bukti kalau aku sudah lama menyukainya, sebenarnya sejak awal aku menyukai. Waktu itu aku mampir ke toko dan melihat kotak musik itu lalu memesannya dengan nama lee sena terukir di depannya”

“houl daebak, ini benar benar nama sena. Jadi kau ingin apa” ucap seulgi setelah membuka kotak itu

“bantu aku untuk bersama sena”

“wahhhh jinjaaaaa.... arraseo aku akan membantumu”

Keesokkan harinya jongin terlihat sangat tampan dengan sweater biru yang ia kenakan, tangannya tampak menggemgam seutas tali yang mengikat balon yang terbang di sampingnya disekeliling penuh dengan berbagai mkacam boneka yang tengah bebaris rapi seakan menunggu ratu mereka datang.

Hari ini seperti yang telah di rencanakan seulgi dan jongin. Jongin akan menyatakan perasaannya pada sena hari ini. Sena tengah bersiap untuk menelpon sena dan memancing nya untuk datang ke tempat yg di rencanakn

“halo lee sena ini aku seulgi, kau bisa menolongku membawakan buku agenda yang kau pinjam waktu itu ?”

“tentu saja. Aku harus mengantarnya kemana”

“datang ke namsan sekarang”

“arraseo.. tunggu aku”

*15 menit kemudian*

Sena datang ke namsan dengan baju yang sangat santai ya karna sewaktu seulgi menelpon ia sedang merebahkan dirinya di kasur.

Perlahan dengan pasti kaki kaki sena melangkah dengan santai dan langkahnya terhenti ketika melihat sesosok namja be sweater biru tengah duduk di kursi antara lingkar baris boneka dengan tangan menggemgam banyak balon.

Sena melangkahkan kakinya cepat karna melihat puluhan balon berbagai warna yang di peggang jongin

“hei kim jongin aku mau balon itu” rengek sena

Jongin sangat tahu kalau sena sangat menyukai balon oleh karna itu ia sengaja membeli puluhan balon untuk sena

Jongin lalu menyerahkan semua balon itu kepada lee sena dengan senyum di wajahnya dan berkata

“lee sena ini untukmu. Apa kau bisa meletuskan satu balon favorit mu untukku”

“hah ? untuk apa dan kenapa ?”

“tolonglah”

Lee sena meraih balon berwarna biru dan memecahkannya

*DOR*

Sepucuk kertas pun jatuh sesaat setelah balon itu meletus dan lee sena segera mengambil surat itu dan membuka nya pelahan

LEE SE NA,
AKU MENYUKAIMU

Lee sena tersenyum sesaat dan kemudian memeluk jongin erat. Jongin yang tersenyum kemudia memberinya sebuah kotak kecil.

“lee sena ini untukmu. Jujur aku sudah lebih dulu menyukaimu dan aku sangat terobsesi dengan mu hingga aku ber fanstasi untuk memberikan mu kotak musik dengan nama mu sewaktu aku menyatakan perasaanku, dan akhirnya fantasi ku terwujud. Terima kasih lee sena telah menjadi bagian kebahagiaan di hidupku”

Air mata lee sena jatuh perlahan dan ia mentap jongin dalam dan kemudian mendekatkan bibir hingga

*CHU*



Begitulah akhirnya lee sena dan jongin bersama dengan berbagai jalan yang di tempuh sebelumnya dengan bertemu taehyung dan melepaskan taehyung. Tapi terkadang niat baik yang kita lakukan belum tentu baik bagi orang lain. Dan kini taehyung sudah sanggup untuk mengikhlaskan sena pada jongin.


END


Jumat, 23 Januari 2015

Perfect Love ( EXO-Lovelyz ) | Oneshoot




Title       :  Perfect Love

Author   :  Putry Geraldie

Cast       :  Jin ( Lovelyz ) / Park Myung Eun, Kai ( EXO ) / Kim Jong In, Woohyun ( Infinite )/ park woohyun, Sehun ( EXO ) / Oh sehun

Genre    :  Romance, sad, school life

Ratting  :  PG 15+

Type      :  oneshoot

Disclaimer: Annyeong  yeorobun ^^ author balik ngebawa satu judul FF baru Horeeeee ^^ hahaha readers ini FF murni ya dari hasil imajinasi indah author kekekeke stay terus ya FF berikut nya .. annyeonggg salam cintah author :3

***
Jin POV

Beijing, Juni 2011

Aku menatap indahnya guguran daun dari balik jendela. Sesekali aku memajam kan mata sejenak menikmati suasana yang mungkin tidak akan pernah ku jampai lagi nanti. Hembusan angin menerpa pipi ku yang membuat ku kembali melebarkan mataku.

Hari ini, hari terakhirku di beijing. Setelah lulus tahap menengah pertama di beijing, aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah di korea. Ayah dan ibuku meninggal 2 tahun yang lalu karna kecelakaan pesawat. Di beijing aku hanya tinggal sendiri di apartement peninggalan kedua orang tuaku, tidak besar tapi cukup untuk membuatku merasa nyaman. Namaku Park Myung Eun, kedua orang tuaku dan teman temanku di beijing biasa memanggilku Jin.

Kim Jong In POV

Aku mengayunkan kaki ku pelan sembari duduk di bangku taman ini, pemandangan di sekitarku hanyalah orang orang yang sedang berkencan disana sini. Aku memejamkan mata dan menyanyi pelan lewat musik yang ku dengarkan di earphoneku.

Kemarin hari kelulusan menengah pertamaku. Aku sama sekali tidak peduli bagaimana nilaiku. Toh akhirnya aku hanya akan melanjutkan sekolah dimanapun yang ku mau, dengan bantuan orang tuaku yang jelas.
Namaku Jong In, Kim Jong In. Aku terlahir sebagai pewaris perusahaan mobile terbesar di korea, apapun yang ku inginkan selalu terwujud. Tak butuh waktu lama hanya seperti saat kau mengedipkan matamu. Teman temanku sering menyebutku bad boy, sejujurnya bukan teman. Aku tidak pernah benar benar mempunyai teman. 

Hidupku sebenarnya membosankan, tak punya arah tujuan. Aku berjalan kemana pun kaki membawaku aku tidak peduli itu jalan yang baik atau buruk.

Author POV

September 2012

Libur panjang musim panas berakhir kini saatnya para pelajar di korea untuk kembali melanjutkan pencarian ilmu pengetahuan mereka.  Tidak terkecuali Jin dan Jongin, entah takdir atau kebetulan mereka sama sama masuk sekolah menengah atas yang sama hanya berbeda di jurusan yang mereka tempuh. Jin mengambil jurusan anatomi ( mempelajari struktur tubuh makhluk hidup ) atau lebih mengarah ke bidang ke dokteran sedangkan jongin mengambil jurusan musik modern.

“hei kau gadis berkulit pucat! Apa kau seorang vampire kenapa kulit mu seperti tidak di aliri darah HAHAHA”

“Hei kau Vampire menjaulah”

“Kalau kau vampire apa orang tua mu juga vampire ?”

suara bass seorang namja menghentikan langkah jin yang sedari tadi tidak menanggapi ejekan yang di tunjukkan padanya. Tapi untuk ejekkan oleh namja itu ia tidak terima dan berputar menghampiri namja itu.

“hei ! kau bercanda ? apa kau tidak punya otak. Apa vampire bisa menikah dan melahirkan anak ? kalau memang begitu berarti kalian semua adalah vampire ! aku tidak pernah keberatan kalian mengejekku vampire tapi tidak untuk orang tuaku. Jadi kau kim jong in diam dan tutup mulutmu !!” Jin sampai pada titik puncak kemarahannya pada namja yang ternyata adalah kim Jongin. Sudah jelas kenapa dia di sebut Bad Boy.

“hei! Apa kau baru saja membentakku ? pelecehan apa ini! Seumur hidup tidak ada yang pernah memarahiku. Tapi apa sekarang ? HAH!” bentak jongin pada jin

“ini salahmu kan? Kau sendiri yang menghina orang tuaku lebih dulu. Jadi jelas saja aku membentakmu” balas jin. Mereka bertengkar di tengah – tengah taman dan itu memancing para murid lainnya menonton pertengkaran mereka.

Jongin kehabisan kata-kata dan akal sehatnya, ia menarik jin pergi dan membawanya ke air mancur sekolah.

*BUZZZ*

Jong in melempar begitu saja badan jin ke dalam kolam air mancur itu dan membuat seluruh badannya basah kuyup. Setelah itu jong in hanya pergi tanpa menoleh lagi.

“Jin! Kau mimisan!” seorang teman jin berteriak setelah melihat jin yang baru saja di lempar oleh kim jong in

“Huh ? dimana?” jin berusaha mencari dimana darah itu mengalir. Dan tiba tiba kulit gadis bernama asli Park Myung eun itu semakin bertambah pucat.

“Myung Eun! Gwenchana?” seorang namja menerobos masuk ke dalam kolam dan mengangkat jin keluar. Belum sempat namja itu mengangkat jin. Jin lebih dulu kehilangan kesadaran dan pingsan.

Someone POV

@Seoul Medical Center

“permisi, bisa kah anda mengisi fomulir data pasien ?” seorang perawat mengaggetkanku yang sedang menatap myung eun yang sedang di periksa.

“oh tentu. Dimana ?”

Aku  satu satunya keluarga yang ia punya seoul. Dan dia satu satunya keluarga yang ku punya. Myung eun sudah cukup hidup menderita sejak kecil. Menjalani ratusan pengobatan sejak kecil, dan meminum ribuan butir obat.Bahkan hidupnya belum bahagia semenjak ia memutuskan pindah dari china ke korea.

Dan kenalkan aku Park Woohyun, sepupu jin. Umurku tidak jauh berbeda dengannya hanya 3 tahun lebih tua darinya. Aku dan jin tidak pernah bertemu selama belasan tahun dan baru setahun ini lah setelah dia memutuskan untuk pindah ke korea aku baru bisa bertemu dengannya.

“Woohyun-ssi, kau bisa menemui pasien sekarang.” Setelah berapa lama akhirnya dokter mengijinkan ku menemuinya.

“oh, jinja? Gamsamnida sangsenim.”

“Hei! Jin Jin apa kau sudah sadar” sapa ku ketika masuk ke ruangan

“oh ? woohyun oppa. Kau disini.”

“tentu saja, aku disini. Bagaimana keadaanmu ? apa masih sakit”

“tidak, aku sudah terbiasa dengan rasa sakitnya.”

“jinja ? tapi boleh aku bertanya. Siapa yang melemprkanmu ke kolam tadi ?”

“kalau aku memberitahumu kau tidak akan membunuhnya kan ? haha. Itu ulah Jong in, calon pewaris perusahaan mobile di korea. Ia menghina orang tuaku dengan menyebutnya vampire. Aku tak terima dan membentaknya. Dan kemudian ia tak terima dan melemparku ke kolam. Yah tapi aku tidak marah, wajar saja dia melakukan itu.”

“aigoo~ apa kau malikat ?”

“oppa, hentikan tidak lucu”

Kim Jong In POV

“hei! Bro. Kudengar kau bertengkar dengan gadis vampire itu.” Suara menyebalkan ini lagi lagi muncul tepat di sebelahku

“emmm”

“houl..daebak! apa kau menang ?”

“hei! Oh sehun apa kau tidak masuk kelas ? pergi sana”

“Araseo. Tapi ku dengar gadis itu masuk rumah sakit karna penyakitnya kambuh waktu kejadian kemarin.”

DEG

Aku mematung sejenak. Entah kenapa aku merasa bersalah padanya. Tapi sakit apa dia sampai harus di rawat di rumah sakit?. Ahh peduli apa aku padanya dia hanya gadis vampire menyebalkan.

“hei! Oh sehun apa kau tau kapan dia keluar dari rumah sakit “

Satu minggu Kemudian

Pikiran rasa bermasalahku terus mengahantui ku seminggu ini. Entah kenapa, bayangan keadaan jin terus keluar masuk dari otakku dan itu membuatku hampir gila. Aku memutuskan untuk mengunjunginya sepulang sekolah. Hanya sebentar tak lama.

“Permisi, apa ini ruangan park myung eun” tanya ku pelan di depan ruang no. 771

“emm. Ya, masuklah” suara yeoja menjawab pertanyaan ku dan aku bergegas masuk ke dalam.

“oh ? kim jong in ? apa aku tidak salah lihat ?”

“tidak. Ini aku kim jong in, aku hanya mau memberimu coklat ini.”

“oh jinja? Gomawo. Duduklah”

“bagaiman keadaanmu ? kapan kau keluar dari rumah sakit ?”

“aku baik. Mungkin sebntar lagi”

Di tengah tengah obrolanku dengan jin seorang perawat masuk ke dalam ruangan

“permisi myung eun-ssi kau harus menjalani pengobatan lagi” kata perawat itu. Aku yang merasa penasaran kemudian bertanya.

“Jin kau sakit apa ?”

“ahh tidak. Ini hanya pengobatan menghilangkan insomnia ku”

“ohh araseo. Kalau begitu aku pulang dulu, annyeong”

Author POV

1 bulan kemudian

Jongin menatap turunnya salju dari balik jendela kelasnya, salju turun dengan lebatnya membuat suasana semakin dingin dan hampa. Sangat sepi menurutnya walau banyak orang di sekitarnya.

“Hei! Kim JongIn seorang mencarimu di depan kelas” panggil sehun pada jong in

“siapa ?”

“berbalik dan lihatlah sendiri”

Jongin pun berbalik dan melihat seorang berkulit pucat dengan rambut panjang tergurainya melambai padanya. Jongin tersenyum dan mengahampirinya

“Jin kau sudah sembuh ? syukurlah. Sudah lama sekali kau tidak masuk sekolah”

“emm. Tentu saja sudah. Aku ingin membalas pemberian coklatmu waktu itu. Apa kau punya akhir pekan ini ?”

“tentu saja”

“kalau begitu kau harus ikut denganku. Aku hanya punya waktu 24 jam”

“oh, baiklah”

“aku tunggu kau di aiport”

“Mwo ?”

“kau harus datang oke ? aku sudah memesan tiketnya”

JIN POV

*1 bulan yang lalu*

Hari itu saat jong in datang mengunjungiku saat itu juga perawat memberi tahuku sebuah kenyataan pahit. Umurku memang tidak akan lama lagi. Aku menderita kanker darah sejak kecil dan aku tau itu. Tapi kenyataan kalau rumah sakit korea tidak sanggup merawatku lagi membuatku putus asa.pihak rumah sakit sudah mengirim surat rujukkan ke rumah sakit amerika dan proses transfernya aku di lakukan 1 bulan dari sekarang.

Aku meminta dokter untuk memberiku waktu 1 hari untuk bisa keluar sebentar bersama jongin. Sebenarnya aku sudah menyukai jongin saat aku bertemu dengannya di bandara saat pertama kali aku tiba di korea. Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama dan mengikutinya kemanapun termasuk. Masuk di sekolah yang sama dengannya, sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh membuatku penasaran dengan dirinya. Walaupun suatu hari aku tau kata katanya sedikit kasar dan membuatku membentaknya.tapi aku tidak benar benar marah padanya. Aku juga tersenyum saat jongin menyeret tanganku dan menyeburkan ku kolam, karna itu pertama kalinya dia memegang tanganku.

Woohyun oppa, satu satunya keluargaku juga sudah menyerah dengan penyakitku. Ia tidak pernah tega melihatku melawan penyakitku sendirian ia akan sangat marah pada dirinya sendiri kalau aku merasa kesakitan. Oleh karna itu aku selalu menyembunyikan rasa sakitku di depannya. Tak mudah. Tapi aku sudah terbiasa.

Akhir Pekan.

Inchoen Airport

“Hei! Jongin” sapa ku pada namja yang menggunakan style yang cukup keren saat itu.

“oh ? jin! Kau datang. Tapi sebenarnya kita akan kemana ?”. tanya nya bingung aku lalu menyeret tangannya ke dalam pintu ke keberangkatan

“kita ke jepang. Disneyland. Aku hanya minta 24 jam dari waktu mu. Bolehkan?”

“mmm..tentu, tapi aku merasa ada yang aneh darimu”

“tidak ada ayo kita berangkat!”

5 jam waktu yang ku buang dalam perjalanan ke korea-jepang. Terkadang aku tersenyum saat sekali-kali jongin tak sengaja tidur pundakku. Entah waktu 5 jam ini bisa terulang lagi atau tidak tapi aku sudah senang melihatnya.

Osaka, Jepang

“Yohoo... Aku di jepang bersama kim jong in” teriak ku lepas di tengah tengah orang yang berlalu lalang jong in hanya tersenyum dan meraih tanganku.

“Kajja! Kita ke disneyland!!!” ia menarik tanganku pelan dengan senyum tampan di wajahnya.

**

Disneyland, Jepang

“Jin! Ayo pakai ini! Topi panda sangat cocok untukmu”

“Jinja? Sini biar ku pakai”

“kau cantik. Akan ku belikan satu untukmu”

“Jinja. Gomawo kim jongin”

Jongin tak pernah melepas pegangan tanganya dariku. Aku menggemnya kuat aku tak ingin melepasnya.

Tuhan terimakasih kau sudah membiarkannya bersamaku untuk sebentar

“Jin! Ayo naik kincir angin!”

Jongin mentapku saat kami berada di wahana kincir angin seolah ia akan memberitahuku tentang sesuatu yang aku tidak tau sebelumnya.

“Jin boleh aku jujur ? sebenarnya kau orang pertama yang mngembalikkan senyumku. Aku hidup mewah selma ini tapi aku tidak pernah tersenyum seperti ini. Kau orang pertama jin. Kau membuatku bersyukur atas hidup ini. Hidup dengan senyuman dan cinta.”

Aku terdiam dan tak bisa berkata apapun. Pada kenyataannya aku sendiri tidak pernah merasa benar benar hidup. Bagaimana mungkin aku mengajarkan hal itu pada jong in ?

“Jongin, kau mau berfoto bersama ?” tanya ku ragu.

“tentu”

Aku meraih ponselku. Jongin menempat posisinya sangat dekat denganku. Dan 1 2 3.

Chuu

Jongin mencium pipiku dan itu terfoto di kameraku. Aku hanya diam tak bisa berkata apapun.

“jin aku menyukaimu”

DEG

Aku bahagia. Tapi entah mengapa air matku mengalir begitu saja. Aku merasa aku bukan gadis yang baik untuk jongin aku tak bisa terus membahagiakannya aku hanya gadis lemah tak berdaya yang hanya membuatnya susah.

Aku juga menyukaimu
“jangan menyukaiku”

“kenapa jin ?”

aku menyukaimu, tidak aku mencintaimu
“karna aku membencimu”

air mataku mengalir dengan derasnya dan tak dapat ku bendung lagi. Kepalaku mulai pusing dan pandangan ku mengabur. Tapi aku masih bisa merasakan jongin memelukku dengan erat. Rasa sakit itu datang lagi. Datang bahkan sebelum 24 jam waktuku.

Kim Jong In POV

November 2014

Tak terasa sudah sekitar 3 tahun semenjak kejadian di jepang saat itu. Aku tak pernah melihat jin lagi. Sejak saat di kincir angin itu. Aku membawanya kembali ke korea dan sampainya di bandara ambulan sudah menunggu jin di bandara dan aku tidak di perbolehkan ikut mengantarnya, sejak saat itu aku tak pernah bertemu dengannya lagi.

Saat di bandara seorang namja yang juga sepupu jin park woohyun memberikan surat padaku. Tapi ia melarangku membacanya sebelum waktu berjalan sampai 3 tahun. Untuk kebaikan jin aku tidak membacanya, dan baru sekaranglah aku akan membacanya

Sebuah amplop biru itu terlihat sudah sedikit memudar karna sudah lama waktu berlalu, aku meraih perlahan secarik kertas di dalamnya dan membacanya

Dear Kim Jong In,

Annyeong.. sudah 3 tahun ya waktu berjalan. Aku menulis surat ini tepat setelah kemoteraphy terakhirku di korea. Rumah sakit di korea sudah tidak mampu merawatku karna kanker darah ganas yang menggerotiku, mereka mengirim surat rujukan pada rumah sakit di amerika dan akan di urus tepat 1 bulan setelah kau datang menjengukku saat itu. Aku memohon pada dokter untuk memberikanku waktu 24 jam untuk keluar dan waktu itu ku ganakan untuk bersamamu ke jepang. Kau tau aku sudah jauh lebih dulu menyukaimu jongin, aku melakukan segala cara agar bisa di dekat mu. Tapi aku tidak pernah berani untuk mendekat. Karna aku sadar aku tak pernah bisa jadi gadis yang berguna untukmu. Maafkan aku jongin dan maafkan penyakitku ini. Semoga kita bisa bertemu suatu saat nanti di kehidupan lainnya. Saranghae.

Air mataku mengalir dengan deras tanpa mampu ku bendung. Aku tak pernah membyangkan satu satunya gadis yang ku suka selama ini hidup menderita tanpa pernah ku sadari. Bodohnya aku yang selalu tidak peduli apa hidup orang lain.

Januari 2015

Aku tak pernah bisa menghapus jin dari hidupku. Aku selalu merasa bersalah dan menyesal setiap mengingatnya hingga suatu saat. Seorang gadis yang sangat mirip dengan jin menjadi murid pindahan di kelasku

“Perkenalkan. Park Myung Eun Imnida”

Semoga kita bisa bertemu suatu saat nanti di kehidupan lainnya

END


Selasa, 19 Agustus 2014

WARX - G8


WARX-G8 adalah sebuah komunitas fans kpop yang terdiri dari 8 yeoja berbakat yaitu Gege ( Leader ), Chan, Jungie, Youngra, Riyoung, Jinie, Ais, Momo. Mereka semua terdiri dari beberapa fandom.

Bukan hanya sebagai komunitas fan kpop warx-g8 juga merupakan komunitas dance cover, song cover, Mv cover dll. Warx-G8 di bentuk pada tanggal 2 Febuari 2014.

Berikut adalah biodata 8 member Warx-G8

Chan



Nama Panggilan : Uus / yuyus / chan chan

Nama asli : Uswatun hasanah

Korean Name : Hwang Chan Chan / 황찬찬

TTL : Samarinda, 26 Juni 1998

Hoby : baca komik, dance, singing

Specially : Oldest, dance, singing

Fandom : EXO-L

Posisi : Lead Dancer, rapper

Fakta : ~ dengerin musik everywhere
      ~ dance everywhere
      ~ singing everywhere
     ~ member Teryadong
     ~ temen ngayalnya Ais
     ~ cita-citanya pengen jadi tentara (y)
     ~ ex-boyfriendnya banyak begete
     ~ ngaku ngaku istrinya kim Jong In
     ~ yadongnya bisa kumat tiba tiba
     ~ Couplenya leader Gege (ChanGe)
     ~ chan juga suka nge bully
     ~ chan itu hate sama orang yang sok sok’an
     ~ Chan itu orangnya pelupa barang yang baru di pegang sebantar udah ilang dan GUARDIAN ANGEL  nya chan itu GEGE tiap chan lupa gege selalu ngingetin
  ~ Chan itu luarnya jaim tpi dalemnya kalem
  ~ Chan paling suka makan makanan pedes
  ~ Chan itu pernah menang juara 1 lomba lari, dia juga hebat di bidang olahraga lainnya
  ~ Chan sedikit manly jadi dia suka pke baju namja, baju oppa nya aja sering di pake
  ~ Dia itu termasuk salah satu member yang punya paling sedikit akun social media
  ~ Chan sama momo itu punya penampilan yang sama ‘simple
  ~ Chan suka ngemukul momo everywhere
  ~ Kata gege chan itu bad girl tapi kalo udah crazy momen dia bakal berubah 100%
  ~ Suka ngeyadong bareng momo, gege, youngra
  ~ Chan pernah tidur di kamar mandi gara-gara dia lupa mau ngapain


Riyoung



Nama Panggilan : Riyoung / Kiky

Nama Asli : Devi Risky Ayu Arbianto.

Korean Name : Shin Ri Young / 신리영

TTL : Samarinda, 16 Mei 1999

Hoby : Singing

Specially : Singing again

Fandom : EXO-L

Posisi : Main Vocalist

Fakta : ~ suka nyanyi dimana pun dan kapan pun
      ~ Suka banget nge bully tita
      ~ Tergila gila sama xiumin


Youngra.



Nama panggilan : Rayoung / Ella / Alien / Magma

Nama Asli : Neila Aulia Rachman

Korean Name : Park Young Sup / 박영숩

TTL : Samarinda, 29 Januari 2000

Hoby : dance, k-pop wave, singing

Specially : Dance Everywhere

Fandom : Exo-L, Army, Baby

Posisi : Main Dancer, lead rapper

Fakta : ~ penggila merah
             ~ barang yang wajib ada di dekatnya itu, laptop, hp and headset Bisanya kalo kurang satu galaunya nambah.
             ~ penggila kecap manis
             ~ aktifitas rutinnya itu ‘download’
             ~ Makannya itu ukuran porsi ‘ BIG ‘ hahah
             ~ tinggi 150 cm
 ~ berat 55 kg
 ~ golongan darah AB
 ~ anak sulung dari 2 bersaudara
 ~ masuk dalam magnae line
 ~ luar laki, dalam cewe (?)
 ~ kalo ada 3 besar member termesum, dia masuk 3 besar itu
 ~ suka OOC
 ~ fujhosi akut, anti straight.
 ~ FF yang dibaca genre yaoi .
 ~ suka jadi siders :3 (hati-hati ya)
 ~ crack couple fangirl
 ~ penggemar seafood, tapi gak suka kerang sama cumi
 ~ merah warna fav dia
 ~ ace di grup (kata Gege)
 ~ nasgor makanan paporit
 ~ biar punya pacar tapi yang utama itu laptop(?)
 ~ masuk grup lawak bareng Chan (?)
 ~ paling sering jadi tempat curhatan jinie
 ~ sayang semua member^^
 ~ mau tidur harus denger lagu dulu
 ~ tidur diatas jam 10 biarpun besoknya senin
 ~ member yang paling pinterrr ..... ngaconya wkwk
 ~ mukanya paling bulet
 ~ alis tebel begete
 ~ sering pulang sekolah sama chan, tapi kadang juga pulang sendiri
 ~ kadang ngayal bareng jinie
 ~ kalau sama momo suka ngomong melenceng(?)
 ~ ngikut apa kata eonnideul sama saengnya .
 ~ cuekkan .



Ais ( Maknae )



Nama Panggilan : Ais / Aisyah / syah / petik aisyah wkwkw

Nama Asli : ‘Aisyah

Korean Name : Park Jin Ri / 박진리

TTL : Samarinda, 14 Februari 2000

Hoby : Reading

Specially : maknae, ngayal

Fandom : ELF, EXO-L

Posisi : Vocal, dancer

Fakta : ~ Kaga bisa nyebut huruf ‘ R sama Z “ hahaaha
      ~ suka ngoleksi film-film baru sama K-drama
      ~ suka heboh nggak jelas padahal nggak ada apa apa -_-
      ~ couplenya momo ( MoIs )
      ~ suaranya pelan kalo udah di depan orang banyak tapi bakalan hard Sound kalo udah ketawa ngakak
   ~ masih polos maklum maknae jadi yadongnya belum keluar
   ~ khayalannya itu loh bikin greget
   ~ maknae sarap
   ~ chan sama ais pernah ngayal jadi detektif gitu -__-
   ~ ribut banget kalo udah ngayal sama chan, trus leader gege pasti nyuruh mereka diam


Jinie Park



Nama Panggilan : Jinie / TN / intan

Nama asli : Tania Helawati

Korean Name : Park Jin Jin / 박진진

TTL : Samarinda, 07 Maret 1999

Hoby : listening music.

Specially : singing, ex-model

Fandom : EXO-L

Posisi : Vocal, Rapper

Fakta : ~ kadang suka lemot
                     ~ freak face itu bakatnya bukan karna songong tapi emang udah dari sana nya wahahah
   ~ bolotnya itu loh greget :3
   ~ jinie itu nggak suka kalo di couple-in sama momo
   ~ jinie itu salah satu member yang gagal move on dari ex-namja Chinggunya
   ~ jinie sama riyoung itu sering di sebut ‘ mom and daughter’
   ~ jinie juga di sebut princess ice moment soalnya kalo dia lagingomong member lainnya pasti bakal diam tanpa kata soalnya nggak ngerti sama yang di omongin jinie * miris hahah


Jungie ( Visual )



Nama Panggilan : jungie / NN / neni

Nama Asli : Neni Julaikah

Korean Name : Shin Ah Jung / 신아정

TTL : Samarinda, 23 Juli 1999

Hoby : Singing, dance, Reading Fanfiction, listening music, watching film

Specially : machine editing, baking vocal, dance

Fandom : EXO-L

Posisi : Vocal, dancer

Fakta : ~ weight 43 kg
      ~ Height 155 cm
      ~ Blood AB
      ~ suka banget sama couple baekyeol and kyungho
 ~ takut sama serangga and kecoa
 ~ warna favorite jungie vanilla latte * kaya rasa coffe hihi
 ~ number favoritenya itu angka ganjil
 ~ paling nggak suka angka 6
 ~ suku ngebully jinie karna emang jinie enak di bully
 ~ kadang lemot * nular Jinie
 ~ terkadang lebih manja dari maknae
 ~ jungie itu kerjakannya nulis hangul everywhere
 ~ kata leader gege jungie itu member paling kalem
 ~ kata momo jungie itu kembaranya Na Eun ( apink )
 ~ member ter- kepo
 ~ heboh kalo ada satu jerawat di mukanya atau weightnya naik sekilo
 ~ kata jinie sama riyoung “Jungie itu tinggi tapi kurus and rata”
 ~ Jungie bilang kakaknya itu Suho (EXO)
 ~ jungie itu suka curhat sama riyoung
 ~ Hewan favoritenya itu ‘cat’
 ~ hate olahraga
 ~ jungie itu paling takut liat chan marah
 ~ Nggak suka kalo ada yang bilang dia anak kecil
 ~ junggie bilang dia pengen kayak youngra, bisa hapal gerakan dalam waktu singkat.
 ~ jungie juga bilang pengen se strong chan
 ~ kata jungie dia juga pengen kaya leader gege, menurut dia leader gege itu cantik
 ~ jungie juga pengen kya momo, simple girl.



Gege ( Leader )





Nama Panggilan : Gege / PG / putry /geral

Nama Asli : Poetry Geraldie

Korean Name : Park Hee Gi / 박희기

TTL : Samarinda, 01 Juli 1999

Hoby : Listening music, dance, Writing fanfiction, Covering Song

Specially : Piano, Guitar, Sexy dance, Ex-ulzzang

Fandom : EXO-L, Army, Baby, ELF, VIP, Shawol, Inspirit

Posisi : Lead Vocal, dancer

Fakta :  ~ Tinggi 154 cm
   ~  berat 50 kg
   ~ Leader of XO-G8
   ~ fans fanatic Luhan
   ~ selingkuhannya Junyoung (ZE:A), Jimin (BTS), Daehyun (B.A.P)
   ~ adeknya donghae wkwkw =))
   ~ tipe cowo idealnya itu, postur tubuhnya kayak Minho ( shinee ), Suaranya kayak Junyoung ( ZE:A ), senyumnya kayak Luhan ( EXO ).
   ~ 100 % lagu di hpnya itu K-pop semua
   ~ suka banget nantangin orang yang suka fanwar
   ~ waktu smp mejanya penuh poster K-pop
   ~ TV di kamarnya penuh kertas jadwal K-drama
   ~ cepet bisa nge cover sexy dance dari pada male dance
   ~ Moodboster buat siapa aja :3
   ~ punya adek cewe yang suka CJR wkwkwk
   ~ fans Kwang soo =D
   ~ hoby banget ngebully orang :3
   ~ member teryadong ketiga setelah chan and momo
   ~ suara nya mirip Hyolyn (sistar) kalo nyanyi doang ._.v
   ~ fashionista :3
   ~ kegiatan rutinnya itu nonton K-drama !
   ~ account social medianya banyak banget :3
   ~ Couplenya Chan <3
   ~ jungie bilang leader gege itu paling putih
   ~ di pilih jadi leader karna keputusan bersama =D and bisa ngatur Member lainnya.
   ~ kata youngra “ leader gege itu leader terkece”
   ~ Jail juga orangnya ._.
   ~ kata jinnie leader gege itu baik, tapi menurut momo sama riyoung baik sama care nya kadang kadang -_-
   ~ suka nyanyi everywhere termasuk di kamar mandi wkk
   ~ menurut momo leader gege itu “ngeselin, cerewet, kalo mukul sakit”
   ~ gege itu nggak bisa bilang huruf R sama kayak Ais.



Momo



Nama panggilan : Momo / Tita / Tata / Boreta / Tua / Titut wkwk =D

Nama Asli : Nadya Bakhtita

Korean Name : Nam hyuk hyuk /남혁혁

TTL : Samarinda, 12 Febuari 2000

Hoby : playing game online -_-

Specially : all about bela diri

Fandom : Pink panda, Sone, EXO-L

Posisi : Main Rapper

Fakta : ~ ini member paling pendiam kalo di depan orang banyak
      ~ Ex-fan Yoona ( SNSD )
      ~ sekarang pindah fandom jadi pink panda.
      ~ fan fanatic nya Eunji
      ~ suka dikerjain sama member lainnya
      ~ couplenya Ais ( maknae couple )
      ~ Jamnya banyakkkk
      ~ member teryadong kedua
      ~ penggila kuning
      ~ rada rada manly gitu -,-











Selasa, 29 Juli 2014

Dictionary Love ( oneshoot )


“Terus lah mencintainya sampai perasaan di hatimu itu hilang dengan sendirinya...

Apakah memang benar benar tak ada kata ‘ sahabat ‘ di antara yeoja dan namja ?

Cinta itu bukan sebuah game online yang awalnya kau berusaha mendaptkan skor tinggi untuk menang. Tapi ketika kau menang kau akan lupa bagaimana caranya kau menang.”

Title : Dictionary Love

Author : Putry Geraldie

Cast : Seolhyun ( AOA ) / Kim Chae Ri, Park Chanyeol ( EXO ), Ken ( VIXX ) / Lee Jaehwan,

Genre : Romance, Friendship, Sad, Family

Ratting : 15+

Type : Oneshoot

Disclaimer : FF ini milik author dan di bantu tuhan untuk ngebuatnya. Jadi no copas ya hargai karya orang lain ^^

^^^^^

Author POV

“ Chae ri-ah di mana ponselku “ teriak seorang namja dari dalam kamarnya

“oppa bukannya kau sedang menservis ponsel mu ?” jawab seorang yeoja dari arah dapur

“ah, kau benar. Mian”

“Chae Ri-ah dimana buku sejarah ku ?” lanjut namja itu berteriak lagi

“bukannya kau meninggalkannya di loker kemarin ?” sahut yeoja itu lagi

“ah, kau benar mian.”

Begitulah suasana rumah di kawasan seoul itu. Setiap pagi suasana rumah itu selalu terdengar seperti para pendukung bola yang terus mengomentari jalannya pertandingan.

Terlihat sebuah keluarga tengah menyantap makanannya pagi itu. Terdapat ayah, ibu, kakak laki-laki dan adik perempuan. Akan tetapi kakak laki-laki dan perempuannya itu terlihat seumuran karna mereka sama sama mengenakan seragam SMA

“ Chae ri-ah kenapa kau terlihat jelek pagi ini?” goda namja yang dari tadi baru selesai mencari barangnya.

“MWO ! kau sendiri bagaimana ? kenapa kau memakai seragam terbalik ?” lanjut yeoja itu sambil menatap baju namja yang duduk di sebelahnya. Namja itu lalu mengikuti arah pandangan yeoja itu.

“Hah ? OMO !!!!!” namja itu lalu berteriak keras setelah melihat pakiannya dan segera melepasnya saat itu juga.

“OMO Chanyeol oppa apa kau tak malu memamerkan tubuh mu yang penuh tulang itu padaku ?” lanjut yeoja itu protes karna namja itu membuka baju di depannya.

“mworagu ? penuh tulang ? kau tak lihat di perut ku ini bangun persegi hah ?! kotak kotak ini ?” lanjutnya sembari memamerkan bagian perutnya.

“Ya ! kau sebut itu sixpack ? kau seperti ikan asin kadaluwarsa.” Potong seorang namja yang cukup paruh baya didepannya yang sedari tadi hanya menatap namja bernama chanyeol itu bingung.

“hahahah kau dengar itu oppa ? bahkan appa punya pikiran yang sama denganku.” Lanjut yeoja bernama chae ri itu menggoda chanyeol

“aishhh... kalian ini benar benar cepat habiskan sarapan kalian lalu pergi.” Amma mereka pun akhirnya angkat bicara.

Chae ri dan chanyeol berangkat bersama, sedangkan ayah mereka harus pergi kerja sendiri karna arah mereka berlawanan. Sewaktu di perjalanan chaeri terus mengejek chanyeol dengan kata kata mematikannya,

“ Aiss kau ini untung kau bukan adik kandung ku.” Kata chanyeol yang merasa putus asa dengan ejekan chaeri.

Ya, mereka berdua bukanlah saudara kandung. Chaeri dan chanyeol sudah bersahabat sejak mereka masih sangat kecil. Orang tua chanyeol sudah lebih dulu meninggal dan kini ia hanya tinggal dengan hyungnya, akan tetapi ia lebih sering menginap di kediaman keluarga chaeri karna mereka sudah seperti keluarga.

“ne, kau benar oppa. Aku mungkin bisa gila kalau punya kakak sungguhan sepertimu.” Jawab chaeri menanggapi ucapan chanyeol sebelumnya.

“tapi, chaeri-ah apa kau tau ? kita ini adalah sahabat paling serasi hahahah” goda chanyeol pada chaeri sembari mengeluarkan aegyo nya

“Aiss ... Ya ! singkirkan wajah aegyo oppa itu. Sangat tidak cocok untukmu.” Jawab chaeri sambil berlalu meninggalkan chanyeol.


~ SMA Sungyeon

Chanyeol merupakan murid yang sangat terkenal di sekolahnya karna proporsi tubuh yang sempurna dan wajah yang tampan. Banyak gadis yang tergila gila dengannya. Tapi ia tak sendiri di SMA Sungyeon ada 2 namja yang sangat populer chanyeol dan jaehwan. Jaehwan juga terkenal karna wajahnya yang merupakan campuran italia – korea. Tapi chanyeol berbeda dengan jaehwan, jaehwan adalah namja yang ‘bad’ yap, karna jaehwan senang bermain main dengan wanita. Hampir semua gadis di SMA Sungyeon pernah berkencan dengannya kecuali. Kim Chaeri, ya itu karna chanyeol selalu ada di dekatnya.

“Chaeri-ah ayo ke kantin.” Ajak chanyeol pada chaeri dan langsung menarik tangannya.

“kau selalu bersikap begini. Lihat para fangirlmu menatapku dengan tatapan pembunuh.”

“biarkan saja mereka perutku lapar, aku tak ingin mati kelaparan.”
Chanyeol melanjutkan langkahnya menuju kantin bersama chaeri, chanyeol memesan makanan dan chaeri menunggu di tempat mereka akan makan. Tapi tiba tiba seseorang menghampiri Chaeri.

“Boleh aku duduk disini ?sudah tidak ad tempat lagi.” tanya namja itu karna kondisi kantin sedang penuh saat itu karna sekarang jam istirahat.

“oh, ne. Kau boleh duduk disebelah sini yang itu tempat chanyeol oppa.” Jawab chaeri santai.


Chanyeol POV

Aku mengalihkan pandanganku sebentar ke arah chaeri saat sedang memesan pandangan. Tapi tiba tiba mataku melihat hal yang tidak beres di samping chaeri. Seorang namja duduk bersebelahan denganya. Wajahnya begitu familiar untukku wajah campuran italia – korea. Lee jaehwan. Ya. Dia yang duduk disana. Entah kenapa hatiku seperti terbakar sekarang melihatnya. Setelah mendapat pesananku aku bergegas mengampiri chaeri.

“ chaeri apa apaan ini ?” tanyaku pada chaeri.

“ohh chanyeol oppa kau sudah datang. Emm... dia bilang tidak ad tempat lagi jadi dia duduk disini.”

“Jaehwan-ssi kenapa kau duduk disini ? di sebelah sana aku masih melihat kursi kosong.” Tanyaku dengan nada sedikit kesal.

“oh, benarkah? Aku tak melihatnya. Lagi pula aku bukan duduk disni karna tidak ada tempat kosong. Aku hanya ingin duduk di samping chaeri. Tapi aku tak tau kalau dia bersama mu.”

“MWO !! kau ingin duduk bersama Chaeri ? bajingan gila ! apa chaeri targetmu yang selanjutnya hah ?” aku kehabisan kesabaran mendengar ucapannya, kemarahanku seperti sudah mencapai ubun ubun.

“hah apa? Bajingan gila ? JAGA UCAPANMU !!!!!!”
BRUK
Sebuah tinjuan melayang di pipiku hingga aku tersungkur dilantai. Chaeri segera membangunkanku, aku berusaha untuk membalasnya tapi Chaeri menghentikanku. Aku sempat marah dengan apa yang di lakukan Chaeri tapi aku berusaha meredamnya.

“Oppa ayo ku antar ke UKS” chaeri merangkulku dan membawa ku ke UKS


~UKS

“Oppa gwenchana ?” tanya chaeri yang sedari tadi mengobati pipiku.

“emmm.. gwenchana. Tapi, chaeri-ah boleh aku bertanya satu hal padamu ?”

“tentu saja, apa itu?”

“kau..kau apa kau menyukai Jaehwan ?”

Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaanku, wajahnya terlihat bingung bahkan ia tak berani menatapku.

Seandainya kau benar benar menyukai jaehwan aku tak yakin hatiku bisa menerima kenyataan itu atau tidak. Kau tau Chaeri aku sudah menyukaimu dari kau masih kecil. Aku selalu menjaga mu. Tapi aku tak yakin sebuah kata ‘CINTA’ hanya di artikan sebagai ‘MENJAGA’

“entahlah.” Akhirnya chaeri menjawab pertanyaanku denga jawaban yang tidak pasti.

“oh begitu”

“tapi kenapa ? kau menanyakan itu oppa ? apa kau menyukai ku ?”

DEG

Seandainya aku bisa berkata ‘ya’ sekarang juga aku akan melakukannya tapi itu akan menyakitimu.

“tidak.”

“tentu saja kau tidak menyukaiku. Kan kita pasangan sahabat paling serasi

Apakah masih ada kata sahabat antara namja dan yeoja ?

“emm.. tentu saja hahah” aku berusaha tertawa selepas mungkin untuk melepas rasa kecewa ku barusan dengan pernyataan chaeri.

Chaeri POV

~Rumah Chaeri 19.00 KST

Kami sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama dengan keluarga chanyeol oppa dan keluarga ku. Walau hanya keluarga chanyeol oppa hanya tinggal seorang tapi mereka juga tetap kami anggap sebagai keluarga sendiri.

“Suho hyung hentikan itu jatah ku” tiba tiba terdengar keluhan chanyeol oppadi tengah tengah suasana makan malam pada kakaknya.

“Aisss kau ini di panci kan masih banyak, ambil sendiri sana ! iya kan ahjumma?” balas suho oppa pada chanyeol oppa tak mau kalah

“oh tentu saja kau bisa mengambilnya lagi di panci” kini amma yang berbicara

“hei pendek ! bisa kau ambilkan untukku lagi ?” kini akhirnya seseorang mengajak ku bicara, tapi bukan mengajak bicara melainkan menyuruhku.

“Aiss kau ini kalau mau minta tolong bisa gunakan bahasa yang bagus tanpa mengolok ku?” kataku protes pada chanyeol oppa.

“araseo araseo araseo. Kim Chae Ri yang baik bisa kau ambilkan lauk lagi untukku” hahah akhirnya chanyeol oppa bersikap baik padaku.

“aihhh kalian ini sangat serasi. Kenapa kalian tidak berkencan?” tiba tiba sebuah suara berhasil melebarkan mataku, suho oppa lah pelakunya.

“uhuk uhuk uhuk” suara batuk terdengar sudah pasti itu chanyeol oppa karna sewaktu suho oppa mengeluarkan kata kata mautnya ia sedang meminum minumannya.

“Hyung ! berhenti bercanda ! kau sendiri masih menjomblo sampai sekarang ? padahal kau terlihat seperti duda kaya hahahah” chanyeol oppa tertawa terbahak bahak aku bahkan tak berhasil menahan tawaku lagi, alhasil kini suho oppa lah yang jadi bahan ejekan.

~

Tok tok tok

Terdengar suara ketuka pintu dari arah luar kamrku aku lalu bergegas membukanya.

“Amma ? ada apa?” ternyata amma lah yang mengetuk pintuku

“apa kau sudah tidur ?”

“belum, kenapa ?”

“amma hanya ingin bilang besok kau kan libur, amma sudah menjadwalkan kencan buta mu.”

“MWO !! amma... hentikan melakukan hal hal seperti ini.”

“oh ayolah kau tak akan menyesal kali ini”

“araseo, tapi ini yang terakhir kalinya ?”

“ne ne araseo.”

Aku menutup pintu kamrku lagi lalu merebahkan tubuh ku di atas kasur dengan pikiran pikiran aneh di kepalaku.

Kencan buta ? lagi ? terakhir kali aku kencan buta chanyeol oppa menyelamatkanku dari namja cabul itu. Kali ini semoga bukan namja yang aneh aneh jadi aku tak perlu merepotkan chanyeol oppa. Ia sudah cukup menjaga ku selama ini.

09.00 KST

Amma sudah menyiapkan baju baju yang akan ku pakai kencan buta hari ini, ia menyiapkan pakaian terbaikku karna ia bilang namja ini sangat terkenal di sekolahnya. Tapi siapa dia ? apa dia sama tenarnya dengan chanyeol oppa ? entahlah.

Kebetulan chanyeol oppa sedang tidak di rumahku jadi aku bebas karna ia takkan akan mengikuti ku seperti terakhir kali.

Tapi kencan buta kali ini sedikit berbeda karna namja itu sudah mengenalku dan menyiapkan tiket pesawat ke pulau jeju untuk bertemu dengannya jadi aku akan menginap di pulau jeju untuk beberapa hari.

“apa barang barang mu sudah di kemas semua” tanya amma padaku

“ne.. tapi amma apa namja ini benar benar kaya ? bahkan untuk bertemu dengannya aku harus ke pulau jeju dulu ? boleh aku mengajak chanyeol oppa aku pasti merasa bosan nanti.”

“aisss kau ini.. cobalah untuk tidak bersama chanyeol dulu.”

“araseo amma.. aku berangkat. Beritahu chanyeol oppa untuk menungguku pulang.”

“araseo.. cepat pergi amma akan mengantarmu.”

Amma mengantar ku ke bandara bersama dengan appa. Sejujurnya aku sangat ingin chanyeol oppa juga mengantarku atau bahkan ikut denganku karna aku tak pernah berpisah dengannya lebih dari 24 jam.

13.00 KST ( Pulau Jeju )

Sebuah pesan singkat masuk di ponselku tanpa nama pengirim.

“ Annyeong... apa ini Kim Chaeri ? kau sudah sampai di jeju kan? Nanti malam datanglah ke Caffe May Flower, aku akan mengirim supir untukmu, sampai jumpa nanti malam ^^”

Sebenarnya namja ini kenapa ia berlebihan walau hanya kencan buta ? entahlah tapi yang pasti aku sangat bosan karna tak ada yang bisa ku ajak bicara di kamar hotel ini.

Aku memtuskan untuk tidur selama 3 jam lalu bersiap siap untuk jadwal malam ini. Ibuku benar benar memilihkan pakaian terbaikku, entah kenapa tapi aku merasa ibu berlebihan.

20.00 KST

Benar benar sesuai kata namja itu ia benar benar mengirim supir untukku, dan segera masuk kedalam mobil yang di sediakan dan berangkat


Author POV

~ Seoul

Chanyeol dengan wajah panik menerobos masuk ke rumah Chaeri dengan keringat di wajahnya seperti sehabis berlari.

“OMO ! Chanyeol kenapa dengan kau ?” ibu chaeri terlihat kaget setelah melihat chanyeol

“Omoni, dimana Chaeri ? kenapa ia tak mengangkat telponku dari tadi siang ?”

“aigoo.. mianhae chanyeol aku lupa bilang pada mu. Chaeri pergi ke jeju untuk kencan buta. Ia bilang kau harus menunggu sampai ia datang.”

“jeju ? kenapa kencan buta sampai sejauh itu ? dengan siapa ia berkencan ?”

“ namanya Lee Jae Hwan.”

~ Jeju Island

Caffe May Flower

Seorang namja memakai jas terlihat duduk membelakangi arah masuknya Chaeri. Dengan ragu chaeri mendekat pada namja itu dan memanggilnya

“permi..” ucapannya terpotong ketika namja itu mebalikkan tubuhnya ke arah Chaeri.

“ Jae hwan ? OMO ! kau ?”

“ Ne.. aku yang berkencan buta dengan mu.”

“tapi ke.. na..pa bukannya kau memiliki banyak pacar ? kenapa kau melakukan kencan buta.”

“awalnya ini karna ammaku, tapi setelah aku mendengar partner ku kau aku langsung menerimanya bahkan menyiapkan segala sesuatunya.”

“tapi kenapa kau ingin berkencan denganku ?”

“karna aku menyukaimu.”

Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendegar kalimat terakhir jaehwan. Tubuh nya seperti es beku yang bisa berbuat apa apa lagi. Tapi ia mencoba memberanikan diri berbicara.

“hahahhaha kau bercanda ? kalau chanyeol oppa ada disini ia pasti menertawaimu habis habisan.”

“chanyeol ? sebenarnya ada hubungan apa kau dengan chanyeol kenapa hidup mu seperti hanya menyebut namanya ?”

“ aku menyukainya.”

Chaeri POV

“aku menyukainya.” Akhirnya kalimat ini aku keluarkan dari hatiku setelah sekian lama. Ya. Aku menyukai chanyeol oppa sejak aku masih kecil, itulah alasan ku selalu berusaha terus di sampingnya.

Aku tak peduli walau chanyeol oppa hanya menganggapku sahabat, bukankah arti kata CINTA itu tidak harus memiliki. CINTA adalah waktu dimana kita hanya menunggu orang itu di saat yang tepat. CINTA adalah waktu yang berputar sampai akhirnya kedua jarum saling berpelurus.

Aku tau jaehwan hanya ingin mempermainkanku, aku hampir tertipu dengan sikapnya yang benar benar baik tapi untunglah aku masih punya akal untuk menolaknya.

Tiba tiba saat kami sedang menatap seseorang menerobos masuk ke arah caffe yang sudah di pesan jaehwan untuk malam ini.

Mata ku melebar ketika melihat namja tinggi itu masuk dengan membuka pintu dengan kasarnya, ia menghampiriku dan memelukku dengan erat. Bagian tubuh namja ini menutupi jaehwan.

Tiba tiba entah aku slah lihat atau tidak jaehwan mengeluarkan sebuah pisau kecil di tangannya. Tangan perlahan mengarah ke arah bagian belakang namja yang memelukku. Dan dengan cepat aku memutar tubuhnya hingga pisau itu akhirnya mengenai bagian pinggang kiriku.

Author POV

Chaeri tergeletak lemah di pelukan namja yang masih memeluknya dalam tangisan, namja itu menatap jaehwan dengan tatapan penuh dendam.

“JAEHWAN !! APA YANG KAU LAKUKAN ? KAU PEMBUNUH !” namja itu berteriak sekeras kerasnya pada jaehwan yang tersenyum sinis melihat mereka.

“hahahah Chanyeol-ssi apa kau puas ? haha aku sudah merencanakan ini denga mulus semula untuk membunuh Chaeri karena ayahnya telah membunuh ayahku di masa lalu, tapi kau datang tiba tiba aku berencana untuk membunuhmu lebih dulu lalu kemudian Chaeri tapi takdir membuat Chaeri tebunuh lebih dulu ahahhahh”

“ BAJINGAN KAU !!!!!!!!” namja yang ternyata chanyeol itu bangkit dari pelukan dan memukul keras pada Jaehwan hingga iya tersungkur tak sadarkan diri di lantai.

Chanyeol bergegas menelpon polisi dan 911 untuk menyelamatkan Chaeri, akan tetapi takdir tak memihak mereka Chaeri meninggal sewaktu di perjalanan menuju rumah sakit.

~ 2 hari setelah pemakaman Chaeri.

Chanyeol terus mengurung dirinya di kamar tanpa makan, minum maupun tidur dengan memory Chaeri yang masih berkutat di kepalanya.

Kini ia sadar cinta bukan hanyalah sebuah teori atau fiksi, cinta sebuah kenyataan dimana kau harus siap berpisah dengan orang itu walau kau berkata “aku tak sanggup berpisah dengannya.” Cinta tidak harus memiliki tapi terus miliki cinta itu di dalam hatimu pisahkan mereka dari rasa dendam, iri, bahkan benci karna semua itu tidak pantas menyatu.

END

Wohooooo annyeongggg.. author balik ni gimana FF nya seru kaga ? masih jauh dari kata sempurna ( typo pun bertebaran mian hahahah oh iya comment jangan lupa, saran juga ngga papa ^^ byeee sampai jumpa di FF selanjutnyaaaaaaa