Selasa, 29 Juli 2014
Dictionary Love ( oneshoot )
“Terus lah mencintainya sampai perasaan di hatimu itu hilang dengan sendirinya...
Apakah memang benar benar tak ada kata ‘ sahabat ‘ di antara yeoja dan namja ?
Cinta itu bukan sebuah game online yang awalnya kau berusaha mendaptkan skor tinggi untuk menang. Tapi ketika kau menang kau akan lupa bagaimana caranya kau menang.”
Title : Dictionary Love
Author : Putry Geraldie
Cast : Seolhyun ( AOA ) / Kim Chae Ri, Park Chanyeol ( EXO ), Ken ( VIXX ) / Lee Jaehwan,
Genre : Romance, Friendship, Sad, Family
Ratting : 15+
Type : Oneshoot
Disclaimer : FF ini milik author dan di bantu tuhan untuk ngebuatnya. Jadi no copas ya hargai karya orang lain ^^
^^^^^
Author POV
“ Chae ri-ah di mana ponselku “ teriak seorang namja dari dalam kamarnya
“oppa bukannya kau sedang menservis ponsel mu ?” jawab seorang yeoja dari arah dapur
“ah, kau benar. Mian”
“Chae Ri-ah dimana buku sejarah ku ?” lanjut namja itu berteriak lagi
“bukannya kau meninggalkannya di loker kemarin ?” sahut yeoja itu lagi
“ah, kau benar mian.”
Begitulah suasana rumah di kawasan seoul itu. Setiap pagi suasana rumah itu selalu terdengar seperti para pendukung bola yang terus mengomentari jalannya pertandingan.
Terlihat sebuah keluarga tengah menyantap makanannya pagi itu. Terdapat ayah, ibu, kakak laki-laki dan adik perempuan. Akan tetapi kakak laki-laki dan perempuannya itu terlihat seumuran karna mereka sama sama mengenakan seragam SMA
“ Chae ri-ah kenapa kau terlihat jelek pagi ini?” goda namja yang dari tadi baru selesai mencari barangnya.
“MWO ! kau sendiri bagaimana ? kenapa kau memakai seragam terbalik ?” lanjut yeoja itu sambil menatap baju namja yang duduk di sebelahnya. Namja itu lalu mengikuti arah pandangan yeoja itu.
“Hah ? OMO !!!!!” namja itu lalu berteriak keras setelah melihat pakiannya dan segera melepasnya saat itu juga.
“OMO Chanyeol oppa apa kau tak malu memamerkan tubuh mu yang penuh tulang itu padaku ?” lanjut yeoja itu protes karna namja itu membuka baju di depannya.
“mworagu ? penuh tulang ? kau tak lihat di perut ku ini bangun persegi hah ?! kotak kotak ini ?” lanjutnya sembari memamerkan bagian perutnya.
“Ya ! kau sebut itu sixpack ? kau seperti ikan asin kadaluwarsa.” Potong seorang namja yang cukup paruh baya didepannya yang sedari tadi hanya menatap namja bernama chanyeol itu bingung.
“hahahah kau dengar itu oppa ? bahkan appa punya pikiran yang sama denganku.” Lanjut yeoja bernama chae ri itu menggoda chanyeol
“aishhh... kalian ini benar benar cepat habiskan sarapan kalian lalu pergi.” Amma mereka pun akhirnya angkat bicara.
Chae ri dan chanyeol berangkat bersama, sedangkan ayah mereka harus pergi kerja sendiri karna arah mereka berlawanan. Sewaktu di perjalanan chaeri terus mengejek chanyeol dengan kata kata mematikannya,
“ Aiss kau ini untung kau bukan adik kandung ku.” Kata chanyeol yang merasa putus asa dengan ejekan chaeri.
Ya, mereka berdua bukanlah saudara kandung. Chaeri dan chanyeol sudah bersahabat sejak mereka masih sangat kecil. Orang tua chanyeol sudah lebih dulu meninggal dan kini ia hanya tinggal dengan hyungnya, akan tetapi ia lebih sering menginap di kediaman keluarga chaeri karna mereka sudah seperti keluarga.
“ne, kau benar oppa. Aku mungkin bisa gila kalau punya kakak sungguhan sepertimu.” Jawab chaeri menanggapi ucapan chanyeol sebelumnya.
“tapi, chaeri-ah apa kau tau ? kita ini adalah sahabat paling serasi hahahah” goda chanyeol pada chaeri sembari mengeluarkan aegyo nya
“Aiss ... Ya ! singkirkan wajah aegyo oppa itu. Sangat tidak cocok untukmu.” Jawab chaeri sambil berlalu meninggalkan chanyeol.
~ SMA Sungyeon
Chanyeol merupakan murid yang sangat terkenal di sekolahnya karna proporsi tubuh yang sempurna dan wajah yang tampan. Banyak gadis yang tergila gila dengannya. Tapi ia tak sendiri di SMA Sungyeon ada 2 namja yang sangat populer chanyeol dan jaehwan. Jaehwan juga terkenal karna wajahnya yang merupakan campuran italia – korea. Tapi chanyeol berbeda dengan jaehwan, jaehwan adalah namja yang ‘bad’ yap, karna jaehwan senang bermain main dengan wanita. Hampir semua gadis di SMA Sungyeon pernah berkencan dengannya kecuali. Kim Chaeri, ya itu karna chanyeol selalu ada di dekatnya.
“Chaeri-ah ayo ke kantin.” Ajak chanyeol pada chaeri dan langsung menarik tangannya.
“kau selalu bersikap begini. Lihat para fangirlmu menatapku dengan tatapan pembunuh.”
“biarkan saja mereka perutku lapar, aku tak ingin mati kelaparan.”
Chanyeol melanjutkan langkahnya menuju kantin bersama chaeri, chanyeol memesan makanan dan chaeri menunggu di tempat mereka akan makan. Tapi tiba tiba seseorang menghampiri Chaeri.
“Boleh aku duduk disini ?sudah tidak ad tempat lagi.” tanya namja itu karna kondisi kantin sedang penuh saat itu karna sekarang jam istirahat.
“oh, ne. Kau boleh duduk disebelah sini yang itu tempat chanyeol oppa.” Jawab chaeri santai.
Chanyeol POV
Aku mengalihkan pandanganku sebentar ke arah chaeri saat sedang memesan pandangan. Tapi tiba tiba mataku melihat hal yang tidak beres di samping chaeri. Seorang namja duduk bersebelahan denganya. Wajahnya begitu familiar untukku wajah campuran italia – korea. Lee jaehwan. Ya. Dia yang duduk disana. Entah kenapa hatiku seperti terbakar sekarang melihatnya. Setelah mendapat pesananku aku bergegas mengampiri chaeri.
“ chaeri apa apaan ini ?” tanyaku pada chaeri.
“ohh chanyeol oppa kau sudah datang. Emm... dia bilang tidak ad tempat lagi jadi dia duduk disini.”
“Jaehwan-ssi kenapa kau duduk disini ? di sebelah sana aku masih melihat kursi kosong.” Tanyaku dengan nada sedikit kesal.
“oh, benarkah? Aku tak melihatnya. Lagi pula aku bukan duduk disni karna tidak ada tempat kosong. Aku hanya ingin duduk di samping chaeri. Tapi aku tak tau kalau dia bersama mu.”
“MWO !! kau ingin duduk bersama Chaeri ? bajingan gila ! apa chaeri targetmu yang selanjutnya hah ?” aku kehabisan kesabaran mendengar ucapannya, kemarahanku seperti sudah mencapai ubun ubun.
“hah apa? Bajingan gila ? JAGA UCAPANMU !!!!!!”
BRUK
Sebuah tinjuan melayang di pipiku hingga aku tersungkur dilantai. Chaeri segera membangunkanku, aku berusaha untuk membalasnya tapi Chaeri menghentikanku. Aku sempat marah dengan apa yang di lakukan Chaeri tapi aku berusaha meredamnya.
“Oppa ayo ku antar ke UKS” chaeri merangkulku dan membawa ku ke UKS
~UKS
“Oppa gwenchana ?” tanya chaeri yang sedari tadi mengobati pipiku.
“emmm.. gwenchana. Tapi, chaeri-ah boleh aku bertanya satu hal padamu ?”
“tentu saja, apa itu?”
“kau..kau apa kau menyukai Jaehwan ?”
Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaanku, wajahnya terlihat bingung bahkan ia tak berani menatapku.
Seandainya kau benar benar menyukai jaehwan aku tak yakin hatiku bisa menerima kenyataan itu atau tidak. Kau tau Chaeri aku sudah menyukaimu dari kau masih kecil. Aku selalu menjaga mu. Tapi aku tak yakin sebuah kata ‘CINTA’ hanya di artikan sebagai ‘MENJAGA’
“entahlah.” Akhirnya chaeri menjawab pertanyaanku denga jawaban yang tidak pasti.
“oh begitu”
“tapi kenapa ? kau menanyakan itu oppa ? apa kau menyukai ku ?”
DEG
Seandainya aku bisa berkata ‘ya’ sekarang juga aku akan melakukannya tapi itu akan menyakitimu.
“tidak.”
“tentu saja kau tidak menyukaiku. Kan kita pasangan sahabat paling serasi
Apakah masih ada kata sahabat antara namja dan yeoja ?
“emm.. tentu saja hahah” aku berusaha tertawa selepas mungkin untuk melepas rasa kecewa ku barusan dengan pernyataan chaeri.
Chaeri POV
~Rumah Chaeri 19.00 KST
Kami sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama dengan keluarga chanyeol oppa dan keluarga ku. Walau hanya keluarga chanyeol oppa hanya tinggal seorang tapi mereka juga tetap kami anggap sebagai keluarga sendiri.
“Suho hyung hentikan itu jatah ku” tiba tiba terdengar keluhan chanyeol oppadi tengah tengah suasana makan malam pada kakaknya.
“Aisss kau ini di panci kan masih banyak, ambil sendiri sana ! iya kan ahjumma?” balas suho oppa pada chanyeol oppa tak mau kalah
“oh tentu saja kau bisa mengambilnya lagi di panci” kini amma yang berbicara
“hei pendek ! bisa kau ambilkan untukku lagi ?” kini akhirnya seseorang mengajak ku bicara, tapi bukan mengajak bicara melainkan menyuruhku.
“Aiss kau ini kalau mau minta tolong bisa gunakan bahasa yang bagus tanpa mengolok ku?” kataku protes pada chanyeol oppa.
“araseo araseo araseo. Kim Chae Ri yang baik bisa kau ambilkan lauk lagi untukku” hahah akhirnya chanyeol oppa bersikap baik padaku.
“aihhh kalian ini sangat serasi. Kenapa kalian tidak berkencan?” tiba tiba sebuah suara berhasil melebarkan mataku, suho oppa lah pelakunya.
“uhuk uhuk uhuk” suara batuk terdengar sudah pasti itu chanyeol oppa karna sewaktu suho oppa mengeluarkan kata kata mautnya ia sedang meminum minumannya.
“Hyung ! berhenti bercanda ! kau sendiri masih menjomblo sampai sekarang ? padahal kau terlihat seperti duda kaya hahahah” chanyeol oppa tertawa terbahak bahak aku bahkan tak berhasil menahan tawaku lagi, alhasil kini suho oppa lah yang jadi bahan ejekan.
~
Tok tok tok
Terdengar suara ketuka pintu dari arah luar kamrku aku lalu bergegas membukanya.
“Amma ? ada apa?” ternyata amma lah yang mengetuk pintuku
“apa kau sudah tidur ?”
“belum, kenapa ?”
“amma hanya ingin bilang besok kau kan libur, amma sudah menjadwalkan kencan buta mu.”
“MWO !! amma... hentikan melakukan hal hal seperti ini.”
“oh ayolah kau tak akan menyesal kali ini”
“araseo, tapi ini yang terakhir kalinya ?”
“ne ne araseo.”
Aku menutup pintu kamrku lagi lalu merebahkan tubuh ku di atas kasur dengan pikiran pikiran aneh di kepalaku.
Kencan buta ? lagi ? terakhir kali aku kencan buta chanyeol oppa menyelamatkanku dari namja cabul itu. Kali ini semoga bukan namja yang aneh aneh jadi aku tak perlu merepotkan chanyeol oppa. Ia sudah cukup menjaga ku selama ini.
09.00 KST
Amma sudah menyiapkan baju baju yang akan ku pakai kencan buta hari ini, ia menyiapkan pakaian terbaikku karna ia bilang namja ini sangat terkenal di sekolahnya. Tapi siapa dia ? apa dia sama tenarnya dengan chanyeol oppa ? entahlah.
Kebetulan chanyeol oppa sedang tidak di rumahku jadi aku bebas karna ia takkan akan mengikuti ku seperti terakhir kali.
Tapi kencan buta kali ini sedikit berbeda karna namja itu sudah mengenalku dan menyiapkan tiket pesawat ke pulau jeju untuk bertemu dengannya jadi aku akan menginap di pulau jeju untuk beberapa hari.
“apa barang barang mu sudah di kemas semua” tanya amma padaku
“ne.. tapi amma apa namja ini benar benar kaya ? bahkan untuk bertemu dengannya aku harus ke pulau jeju dulu ? boleh aku mengajak chanyeol oppa aku pasti merasa bosan nanti.”
“aisss kau ini.. cobalah untuk tidak bersama chanyeol dulu.”
“araseo amma.. aku berangkat. Beritahu chanyeol oppa untuk menungguku pulang.”
“araseo.. cepat pergi amma akan mengantarmu.”
Amma mengantar ku ke bandara bersama dengan appa. Sejujurnya aku sangat ingin chanyeol oppa juga mengantarku atau bahkan ikut denganku karna aku tak pernah berpisah dengannya lebih dari 24 jam.
13.00 KST ( Pulau Jeju )
Sebuah pesan singkat masuk di ponselku tanpa nama pengirim.
“ Annyeong... apa ini Kim Chaeri ? kau sudah sampai di jeju kan? Nanti malam datanglah ke Caffe May Flower, aku akan mengirim supir untukmu, sampai jumpa nanti malam ^^”
Sebenarnya namja ini kenapa ia berlebihan walau hanya kencan buta ? entahlah tapi yang pasti aku sangat bosan karna tak ada yang bisa ku ajak bicara di kamar hotel ini.
Aku memtuskan untuk tidur selama 3 jam lalu bersiap siap untuk jadwal malam ini. Ibuku benar benar memilihkan pakaian terbaikku, entah kenapa tapi aku merasa ibu berlebihan.
20.00 KST
Benar benar sesuai kata namja itu ia benar benar mengirim supir untukku, dan segera masuk kedalam mobil yang di sediakan dan berangkat
Author POV
~ Seoul
Chanyeol dengan wajah panik menerobos masuk ke rumah Chaeri dengan keringat di wajahnya seperti sehabis berlari.
“OMO ! Chanyeol kenapa dengan kau ?” ibu chaeri terlihat kaget setelah melihat chanyeol
“Omoni, dimana Chaeri ? kenapa ia tak mengangkat telponku dari tadi siang ?”
“aigoo.. mianhae chanyeol aku lupa bilang pada mu. Chaeri pergi ke jeju untuk kencan buta. Ia bilang kau harus menunggu sampai ia datang.”
“jeju ? kenapa kencan buta sampai sejauh itu ? dengan siapa ia berkencan ?”
“ namanya Lee Jae Hwan.”
~ Jeju Island
Caffe May Flower
Seorang namja memakai jas terlihat duduk membelakangi arah masuknya Chaeri. Dengan ragu chaeri mendekat pada namja itu dan memanggilnya
“permi..” ucapannya terpotong ketika namja itu mebalikkan tubuhnya ke arah Chaeri.
“ Jae hwan ? OMO ! kau ?”
“ Ne.. aku yang berkencan buta dengan mu.”
“tapi ke.. na..pa bukannya kau memiliki banyak pacar ? kenapa kau melakukan kencan buta.”
“awalnya ini karna ammaku, tapi setelah aku mendengar partner ku kau aku langsung menerimanya bahkan menyiapkan segala sesuatunya.”
“tapi kenapa kau ingin berkencan denganku ?”
“karna aku menyukaimu.”
Chaeri terdiam beberapa saat setelah mendegar kalimat terakhir jaehwan. Tubuh nya seperti es beku yang bisa berbuat apa apa lagi. Tapi ia mencoba memberanikan diri berbicara.
“hahahhaha kau bercanda ? kalau chanyeol oppa ada disini ia pasti menertawaimu habis habisan.”
“chanyeol ? sebenarnya ada hubungan apa kau dengan chanyeol kenapa hidup mu seperti hanya menyebut namanya ?”
“ aku menyukainya.”
Chaeri POV
“aku menyukainya.” Akhirnya kalimat ini aku keluarkan dari hatiku setelah sekian lama. Ya. Aku menyukai chanyeol oppa sejak aku masih kecil, itulah alasan ku selalu berusaha terus di sampingnya.
Aku tak peduli walau chanyeol oppa hanya menganggapku sahabat, bukankah arti kata CINTA itu tidak harus memiliki. CINTA adalah waktu dimana kita hanya menunggu orang itu di saat yang tepat. CINTA adalah waktu yang berputar sampai akhirnya kedua jarum saling berpelurus.
Aku tau jaehwan hanya ingin mempermainkanku, aku hampir tertipu dengan sikapnya yang benar benar baik tapi untunglah aku masih punya akal untuk menolaknya.
Tiba tiba saat kami sedang menatap seseorang menerobos masuk ke arah caffe yang sudah di pesan jaehwan untuk malam ini.
Mata ku melebar ketika melihat namja tinggi itu masuk dengan membuka pintu dengan kasarnya, ia menghampiriku dan memelukku dengan erat. Bagian tubuh namja ini menutupi jaehwan.
Tiba tiba entah aku slah lihat atau tidak jaehwan mengeluarkan sebuah pisau kecil di tangannya. Tangan perlahan mengarah ke arah bagian belakang namja yang memelukku. Dan dengan cepat aku memutar tubuhnya hingga pisau itu akhirnya mengenai bagian pinggang kiriku.
Author POV
Chaeri tergeletak lemah di pelukan namja yang masih memeluknya dalam tangisan, namja itu menatap jaehwan dengan tatapan penuh dendam.
“JAEHWAN !! APA YANG KAU LAKUKAN ? KAU PEMBUNUH !” namja itu berteriak sekeras kerasnya pada jaehwan yang tersenyum sinis melihat mereka.
“hahahah Chanyeol-ssi apa kau puas ? haha aku sudah merencanakan ini denga mulus semula untuk membunuh Chaeri karena ayahnya telah membunuh ayahku di masa lalu, tapi kau datang tiba tiba aku berencana untuk membunuhmu lebih dulu lalu kemudian Chaeri tapi takdir membuat Chaeri tebunuh lebih dulu ahahhahh”
“ BAJINGAN KAU !!!!!!!!” namja yang ternyata chanyeol itu bangkit dari pelukan dan memukul keras pada Jaehwan hingga iya tersungkur tak sadarkan diri di lantai.
Chanyeol bergegas menelpon polisi dan 911 untuk menyelamatkan Chaeri, akan tetapi takdir tak memihak mereka Chaeri meninggal sewaktu di perjalanan menuju rumah sakit.
~ 2 hari setelah pemakaman Chaeri.
Chanyeol terus mengurung dirinya di kamar tanpa makan, minum maupun tidur dengan memory Chaeri yang masih berkutat di kepalanya.
Kini ia sadar cinta bukan hanyalah sebuah teori atau fiksi, cinta sebuah kenyataan dimana kau harus siap berpisah dengan orang itu walau kau berkata “aku tak sanggup berpisah dengannya.” Cinta tidak harus memiliki tapi terus miliki cinta itu di dalam hatimu pisahkan mereka dari rasa dendam, iri, bahkan benci karna semua itu tidak pantas menyatu.
END
Wohooooo annyeongggg.. author balik ni gimana FF nya seru kaga ? masih jauh dari kata sempurna ( typo pun bertebaran mian hahahah oh iya comment jangan lupa, saran juga ngga papa ^^ byeee sampai jumpa di FF selanjutnyaaaaaaa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar