Kamis, 24 Desember 2015

Just For You // ( EXO | BTS )



Title : Just for you

Author : Poetry geraldie

Main Cast : Kai ( EXO-K ) / Kim Jong In, Lee Se Na ( OC ), V ( BTS ) / Kim Taehyung

Support cast :  Seulgi ( Red Velvet ) / Seul Gi,  Jimin (BTS) / Ji Min

Genre : School Life, Romance, Hurts,  friendship

Ratting : PG  - 15

Type : Oneshoot

Disclaimer : cerita milik author, cast milik author *ehh wkk

***

Author POV

Musim gugur menghiasi musim di korea saat ini, daun daun kering seakan serempak gugur dari pohonnya termasuk daun daun yang ada di Chanhuk High School ini.

*Tring..Tring..Tring*

Bel berbunyi. Semua murid bergegas menuju kelas mereka untuk memulai pelajaran. Baru terhitung 2 minggu setelah tahun ajaran baru di mulai. Suasana kelas masih begitu kaku, maklum saja para murid murid ini masih beradaptasi.

Termasuk Sena yang masih menjadi sosok pendiam. Sena atau lebih tepatnya Lee Se Na adalah murid yang beruntung karna bisa bersekolah di Chanhuk high school berkat kecerdesannya hingga ia mendapat beasiswa disini.

**
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah masuk ke pelajaran ke 3. Sena yang awalnya fokus ke pelajaran akhirnya buyar setelah ia tak sengaja menatap sosok namja yang duduk di sisi lain, namja bertubuh tinggi dengan postur yang ideal itu memperhatikan pelajaran dengan serius. Mungkin menyadari seseorang sedang menatapnya, namja itu lalu menoleh ke arah sena.

Se Na POV

Saat ia menyadari aku menatapnya, dengan cepat aku memalingkan wajahku

“ahhh..ottoeke apa iya tau aku menatapnya tadi ? arghhh mollaaaa” teriak ku dalam hati sembari mengacak-ngacak rambutku

“ahh kenapa ini jantung ku berdebar sangat cepat arghhh” lagi teriak ku dalam hati.

Terus begitu sampai bel berbunyi pertanda waktu pelajaran usai.

Aku segera memasukkan buku buku yang ku pakai ke dalam ransel ku, dan bergegas menuju loker untuk mengambil payung karna sepertinya akan hujan.
Tapi tiba tiba seorang berjalan mendekat ke arah loker ku.

“kenapa kau terus menatapku tadi ? apa ada yang ingin kau katakan ? ” suara seseorang yang wajahnya masih terlindung pintu loker membuat pikiran ku kacau. Tidak mungkin dia....

*DEG*

Wajah namja berkulit putih dengan proposi tubuh yang sempurna tepat berada di depanku. 

“namja yang ku tatap tadi.. bagaimana mungkin ? jadi tadi ia tahu aku menatapnya. Arggghh ottoeke”

“Hey! Bisa kah kau menjawab pertanyaan ku tadi dengan cepat, seprtinya akan turun hujan aku harus cepat pulang” ucapnya membuat ku tersadar dari lamunanku

“ti..dak aku hanya..” jawab ku terbata-bata

“sudahlah lupakan. Oh iya kau Lee Se Na kan? Kau pasti mengenalku” ucap namja itu lagi padaku, yang sama sekali tak kumengerti

“tidak..” jawabku pelan

“Houl Daebak! Kau tidak mengenalku ? padahal kita satu sekolah saat SMP.” Jawab namja itu lagi

“Jinja ?!! wow.. tapi aku benar benar tidak mengenalmu” jawabku semangat aku sama sekali tak menyangka ia sudah mengenalku lebih dulu haha. Mungkin saat SMP aku cukup terkenal di sekolah haha

“sudahlah. Aku kim taehyung, kau harus mengingat namaku. Aku pulang” ucapnya sambil berlari pergi menghilang begitu saja

Aku yang masih terpaku di tempatku, sama sekali tak menyangka ia satu sekolah dengan ku saat SMP.

Dan hujan pun turun..

Entah betapa sialnya aku, payungku tertinggal di rumah dan aku harus bergegas pulang karna hari mulai malam. Aku berteduh sebentar di halte yang ad di depan sekolah, namun hujan turun semakin deras, waktu pun terus berlalu hingga tak terasa sudah pukul setengah 7 malam tanpa pikir panjang aku nekat pulang ke rumah.

“Jangan nekat, nanti kau akan demam” suara seseorang menghentikan langkahku dan aku memutar tubuhku mengahadap sumber suara. Dan seorang namja berkulit tan yang terlihat sombong berdiri di halte sambil mentapku tajam.

“memangnya kenapa ?! ini sudah malam aku harus pulang” jawabku kesal padanya

“tunggulah sebentar lagi, hujannya akan reda” balasnya dengan gaya cueknya yang membuatku semakin kesal.

“terserahmu lah tapi aku mau pulang.” Aku akhirnya memutuskan berlari pulang. 

Aku betul betul basah kuyup saat di pertengahan jalan, ajaibnya hujannya berhenti sekejap dan baju ku terlanjur basah..

“aishh.. ucapan namja itu benar” keluh ku kesal pada diri sendiri.


***

Beberapa hari kemudian
@Chanhuk High School

Aku datang lebih awal hari ini, keadaan sekolah masih sunyi saat aku tiba. Aku memutuskan untuk duduk di bangku di sekitar taman sekolah dengan earphone terpasang di telinga ku. Sudah 10 menit aku duduk di sini namun tanda tanda kedatangan taehyung dan jong in belum terlihat, aku lalu kembali fokus pada lagu yang ku dengarkan akan tetapi mataku menangkap sosok namja tampan berkulit tan dan dengan gaya rambut barunya melangkah masuk ke kelas yang tak jauh dari tempatku. Entah antara percaya atau tidak namja itu adalah kim jong in, style nya sangat berubah saat ia memakai style rambut barunya itu. Dan bodohnya aku kenapa hanya dengan melihat wajahnya itu jantungku berdebar sangat cepat.

“pabo sena! Bukan kah kau menyukai taehyung..tapi kenapa jantungmu berdebar sangat cepat hanya karna melihat jong in argghhh ottoke” gumamku dalam hati 

Aku rasa aku mulai menyukai taehyung saat kami satu kelompok dalam sebuah mata pelajaran, ia banyak membantuku saat itu. Dan ia namja yang baik. Tapi entah kenapa semua perasaan ke taehyung lenyap hanya karna melihat style baru kim jong in. Kurasa otakku mulai tak waras.

Taehyung POV

“Lee Se Na... Lee Se Na...Lee Se Na” nama yeoja itu terus berputar di otakku entah sudah berapa lama. 

Sena yeoja cantik dan mempunyai kepribadian unik. Semula aku hanya ingin bermain main denganya tapi entah setan apa yang merasuki ku aku mulai merasa nyaman ada di dekatnya. Senyumnya yang ku pastikan akan membuat jutaan namja takluk padanya berhasil membuatku tak bisa apa apa, ya saat sena tersenyum seketika jantungku berdebar lebih cepat walau ia tersenyum bukan padaku. Mungkin inilah karma niat jahatku yang awalnya hanya ingin bermain main padanya berubah menjadi perasaan sebenarnya.

Pagi ini aku berangkat sedikit terlambat dari biasanya, karna semalam bibi menyuruhku untuk mengantarnya ke stasiun saat malam sudah larut oleh karna itu aku terlambat bangun hari ini. 

Kaki ku melangkah masuk ke gerbang sekolah, tak berapa jauh dari gerbang aku melihat sena sedang duduk di taman dengan earphone di telinganya. Aku menatapnya dalam dan tanpa sadar senyum ku mengembang begitu saja. Namun tiba tiba entah aku salah lihat atau tidak aku melihat sena sedang menatap jong in dengan tatapan kagum tanpa berkedip yang sedang melintas di depannya.

“aisss apa-apaan ini waktu itu ia menatapku seperti itu juga. Kenapa ia melakukan itu pada semua laki-laki menyebalkan.” Gumam ku sambil berlari kearahnya

“hei lee sena kau sedang apa ?” tegur ku padanya agar ia mengalihkan pandangan dari jongin

“oh ? taehyung ? sejak kapan kau disini” jawabnya dengan wajah bingung

“barusan” jawabku singkat

“ohh begitu. Ayo masuk kelas sebentar lagi bel masuk” ia menarik tanganku untuk beranjak dari tempat itu dan pergi. Aku sudah terbiasa ketika ia melakukan ini namun masih saja jantungku berdebar saat ia melakukannya.

Lee Se Na POV

“wahhhhh kim jong in benar benar tampan hari ini” gumam ku dalam hati sembari beberapa kali menoleh ke arah jong in 

Jujur kurasa aku punya sifat buruk. Aku terlalu mudah untuk menyukai seseorang. Belum lama ini saat awal masuk sekolah kurasa aku menyukai taehyung tapi tiba tiba semuanya hilang begitu saja setelah melihat jongin hari ini. Tapi entahlah seiring berjalannya waktu kurasa aku tak menyukai jong in lagi.

“hei Lee Se Na apa yang kau pikirkan, kau tak menyimak apa yang ibu sampaikan ? ayo cepat selesaikan soal didepan” DAMN!! Ini semua karna jongin dan taehyung!

Tringggg tringggg.......

Bel istirahat pun akhirnya terdengar aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku sambil mendengarkan lagu favoritku. EXO. Yap tentu saja itu karna aku seorang fangirl

Aku menenggelamkan kepala ku di dalam tumpukan lipatan tangan ku dengan earphone di telingaku. Setelah aku selesai membaca semua tumpukan buku yang ada di depanku sekarang. Tapi belum lama aku memjamkan mata seseorang mengguncang tubuhku. Segera aku mengangkat kepala ku dan menatapnya

“hei lee sena kau sudah selesai membaca semua buku ini?” tanya laki-laki menyebalkan itu padaku

“tentu saja bodoh. Kau tidak liat bukunya sudah tertutup. Aiss menyebalkan aku baru saja mencoba tidur tapi kau membangunkanku lagi. Hei taehyung kau menyebalkan”

“maaf maaf maaf aku tidak tau ku kira Lee Se Na si murid pintar tidak pernah tidur di perpustakaan hehe.”

“aku juga manusia, bodoh. Hei kau ada waktu besok?”

“tentu saja, memangnya kenapa”

“temani aku ke toko buku besok”

“buku lagi ? oh god.. kau ini hidup hanya untuk baca buku?”

“tidak juga”

“aku mau ikut asal sehabis dari toko buku, giliran kau untuk menemaniku”

“kemana?”

“rahasia” aku menatap taehyung tajam dan langsung menarik rambutnya dan memaksa nya untuk memberitahuku

“hei! Lee Se Na psiko lepaskan tanganmu”

Author POV

Keesokkan harinya

Taehyung tengah bersiap untuk menjemput sena di rumahnya. Dia berpakaian sangat rapi padahal ini bukan kencan mereka. 15 menit kemudia taehyung tiba dan segera menelpon sena agar keluar rumah. Tak berapa lama sena keluar dengan pakaian yang biasa-biasa aja kebalikan dari taehyung.

“hei.. lee se na kau mau pergi bertani atau ke toko buku ada apa dengan pakaian mu?”

“memangnya kenapa? Dan kau sendiri ? memangnya siapa yang mengadakan pesta di toko buku”

“aiss kau menyebalkan. Ayo cepat naik”

Sena dan taehyung keluar dari toko buku setelah mereka selesai mencari yang mereka inginkan.

“ayo pulang” ajak sena sambil menarik tangan taehyung

“hei kau lupa. Sekarang giliranku yang memintamu menemaniku”

“apa-apaan kau ini”

Taehyung menarik sena masuk kedalam mobil, dan pergi setelah itu. Sepanjang perjalanan sena trus saja bertanya kemana taehyung membawa, akan tetapi taehyung hanya menjawabnya dengan senyuman.

“kita sampai” teriak taehyung saat membukakan pintu mobil untuk sena

“hei kau gila!!!” teriak sena dengan raut kesal di wajahnya

“tidakkkk mweeee... ayo kita main” ejek taehyung dan menarik sena masuk ke dalam taman bermain. Sena yang masih bingung hanya diam mengikuti taehyung

Taehyung dan sena berlarian kesana kemari mencoba satu persatu wahana bermain disana. Hingga akhirnya taehyung menarik sena ke wahana bermain yang terakhir. ‘komedi putar’. 

Saat sena tengah asik menatap lingkungan di sekitarnya. Taehyung perlahan mengengam tangan sena dan berbisik padanya

“Lee Se Na aku menyukaimu”

DEG 

Seakan ia ingin sekali melompat dari wahana yang berputar ini. Mata nya melebar seakan tak percaya apa yang taehyung katakan

Lee Se Na POV

“Lee Se Na aku menyukaimu”

DEG

Hatiku tak berdebar. Kenapa ini bukan kah dulu aku menyukai taehyung. Ada apa ini? Apa yang terjadi ? mengapa aku malah merasa bersalah padanya.

Tek. Wahana berhenti aku segera bergegas lari keluar dari wahana dan menghilangkan diri dari taehyung. Aku masih tak percaya apa yang ku alami.

Aku merebahkan diri diatas kasur ku dengan pikiran yang melayang

“apa-apaan ini seharusnya aku bahagia kenapa aku malah merasa bersalah padanya.”

Ke esokkan harinya aku turun pagi sekali agar tidak bertemu taehyung saat di perjalanan karna rumah kami yang satu arah.

Sebulan kemudian

Sudah sebulan lamanya aku tidak pernah berbicara atau sekedar menyapa taehyung lagi. Akan tetapi ia masih terus mengirimiku pesan yang lama-lama membuatku muak seperti :

apa kau marah padaku karna aku menyukaimu

takbisakah kita berteman seperti dulu

kenapa kau mengabaikan pesanku

ayo bicara

sebenarnya aku tidak marah padanya akan tetapi aku merasa sedikit canggung dan tidak enak bila di dekatnya. Dan anehnya sudah sebulan juga aku menganggumi jongin aku bahkan bertanya pada teman-teman bagaimana profil nya dan setelah mengetahui profilnya membuatku semakin tertarik padanya.

Suatu hari

“Hei sena kau ikut nonton besok? Jongin dan teman-temannya juga ikut” ajak temanku. Seulgi.

“benarkah ? seulgi tapi kau ikut juga kan” wahhh ini kesempatan bagus mungkin aku bisa bersebelahan dengan jongin nanti 

“tentu, karna jimin juga ikut”

“apa jimin ? berarti kalau jimin ikut. Si taeh..... ahhh menyebalkan”

“kenapa kau tak ingin taehyung ikut? Bukankah kalian dulu dekat ? kalau melarang taehyung ikut sudah pasti dia tidak mau apa lagi kalau dia tau jongin juga ikut”

“APA ?! jadi maksudmu taehyung tau aku menyukai jongin”

“sepertinya”

“ahhhhhh menyebalkan” tapi ini kesempatan bagus apa mungkin aku tidak ikut hanya karna taehyung.

“jadi kau ikut tidak”

“ikut”

Keesokkan harinya

Jimin dan seulgi yang memang berkencan sudah tiba di bioskop lebih dulu. Dan aku datang setelah mereka. Aku lalu menatap seulgi dengan maksud tertentu

“seulgi... mmm ituu anuuu...”

“ini tiketmu bersebelahan dengan jongin”

“BENARKAH ?! DEABAK! Gomawo seulgi-ah”

Tak berapa lama dua orang namja datang mendekat. Mataku menatap kagum tanpa berkedip pada sosok namja yang mengenakan sweater putih. Yaps dia jongin, dia benar benar sangat tampan dengan pakaian itu. Dan tepat di sebelahnya sosok namja yang juga tak kalah terlihat tampan berjalan berdampingan dengannya, taehyung. Ya itu dia. Tapi mataku hanya fokus menatap jongin.

“hei kalian ayo masuk ! filmnya akan di mulai” celetuk seulgi yang membuyarkan fokus ku

Di dalam studio aku sibuk mengikuti seulgi mencari tempat duduk kita. 

“nah ini ketemu” seru jimin

Kemudia seulgi mengikuti duduk di sebelah jimin kemudian aku dan...

“jongin mendekat apa dia duduk di seblahku” gumam ku dalam hati

Ternyata tidak dia duduk tepat satu kursi di seblh kursi di sampingku yang kemudia di isi oleh yongguk, teman kami juga

“menyebalkan” keluh ku pelan yang kemudian di dengar yongguk

“kenapa” sahutnya

“oh ? tidak ada”

“kau ingin duduk di sebelah jongin bukan” sahutnya seolah ia membaca pikiranku

“hmmm”

“baiklah. Hei jongin kau ingin bertukar tempat” seru yongguk yang sontak membuat ku menoleh kearahnya

“tidak aku sudah nyaman disini” jawab jongin datar

“ahhh menyebalkan rasanya seperti baru saja di tolak” gumam ku dalam hati


Author POV

** 1 bulan kemudian**

“hei jongin bagaimana hubungan mu dengan sena” seru jimin mengusik jongin yang sedang sibuk dengan earphonenya

“hubungan apa ? kami hanya berteman” jawab jongin santai

“wahh kalian hanya berteman ? padahal dia sangat menyukaimu”

“apa ?”

“oh ? jangan-jangan kau belum tau sena menyukaimu”

“tidak. Aku tidak tahu”

“houl daebak. Aku membocorkan rahasia. Ahh ottoke aku pasti di bunuh sena, aku pergi” jimin menghilang begitu saja setelah membocorkan rahasia sena pada jimin

Jimin terdiam dengan tatapan kosongnya ia tak tau harus berbuat apa

Di sisi lain. Lee sena sedang asik membaca bukunya, akan tetapi tak jauh dari posisi sena taehyung sedang menatap sena dalam tanpa berkedip.

Taehyung mencoba mengirimnya beberapa sms untuk mengujinya

Hei lee sena apa kabar ? kau tak merindukan ku ? tak bisa kah kita berteman

Akan tetapi  Lee sena hanya membacanya sekilas tanpa mebalasnya, kemudia taehyung mengirimnya pesan berturut turut lagi

Tak bisakah kita berteman

hei lee sena jangan mengabaikanku

sena....

dengan frustasi sena menjawab pesan taehyung dengan singkat

kau menggangguku.

DEG

Dunia taehyung terasa hancur, jadi selama ini ia hanya mengganggu sena pikirnya dengan frustasi dan marah taehyung berjalan menjauh dari sena dan menghilang

Taehyung POV

Entah apa salahku, apa aku terlalu bodoh sudah mencintainya, sedangkan aku tau sendiri dia sangat menyukai jongin. 

Entah bagaimana bodoh dan hancurnya hatiku yang masih mencintainya walau ia terus menyakiti seperti ini

Author POV

Jongin  berjalan pelan menuju lokernya, ia membuka lokernya dan membuka sebuah kotak kecil yang di dalamnya berisi kotak musik yang ingin dia berikan selama ini pada seseorang

“hei jongin kau sudah mengerjakan tugas sains mu ?” ucap seseorang tiba tiba yang wajahnya terlindung pintu loker jongin

“belum “ sembari menutup loker. Dan betapa terkejutnya kalau orang itu adalah sena

“kau ingin lihat milikku” ucap nya tersenyum kecil

“tidak terimakasih” jawabku terbata-bata

“oh baiklah, kalau begitu aku pergi dulu” sena pergi dengan wajahnya kecewanya

*tringggg* 

Saatnya pulang. Sena terlihat tergesa-gesa pulang dan dalam sekejap dia sudah menghilang dari sekolah. Begitu pula taehyung yang berjalan pulang tanpa semangat hidup. Dan hanya tersisa jongin yang masih duduk di kursinya, dengan berbagai macam pikiran gila. Dan kemudian ia tiba tiba bangkit dari kursinya

“hei seulgi bisa kita bicara” panggil jongin keras pada seulgi yang baru saja akan pulang

“kenapa”

“jawab pertanyaanku dengan jujur”

“emm tentu”

“lee sena, apa dia menyukaiku?”

“ya sepertinya dia sangat menyukaimu, aku tidak melihatnya tersenyum bahagia kecuali dia meelihatmu”

“benarkah?”

“tentu saja”

“tapi kenapa kau bertanya ? apa mungkin kau menyukainya”

“emm” jongin menyerahkan kotak kecil yang tadi ada dilokernya

“apa ini ?” tanya seulgi bingung

“ini bukti kalau aku sudah lama menyukainya, sebenarnya sejak awal aku menyukai. Waktu itu aku mampir ke toko dan melihat kotak musik itu lalu memesannya dengan nama lee sena terukir di depannya”

“houl daebak, ini benar benar nama sena. Jadi kau ingin apa” ucap seulgi setelah membuka kotak itu

“bantu aku untuk bersama sena”

“wahhhh jinjaaaaa.... arraseo aku akan membantumu”

Keesokkan harinya jongin terlihat sangat tampan dengan sweater biru yang ia kenakan, tangannya tampak menggemgam seutas tali yang mengikat balon yang terbang di sampingnya disekeliling penuh dengan berbagai mkacam boneka yang tengah bebaris rapi seakan menunggu ratu mereka datang.

Hari ini seperti yang telah di rencanakan seulgi dan jongin. Jongin akan menyatakan perasaannya pada sena hari ini. Sena tengah bersiap untuk menelpon sena dan memancing nya untuk datang ke tempat yg di rencanakn

“halo lee sena ini aku seulgi, kau bisa menolongku membawakan buku agenda yang kau pinjam waktu itu ?”

“tentu saja. Aku harus mengantarnya kemana”

“datang ke namsan sekarang”

“arraseo.. tunggu aku”

*15 menit kemudian*

Sena datang ke namsan dengan baju yang sangat santai ya karna sewaktu seulgi menelpon ia sedang merebahkan dirinya di kasur.

Perlahan dengan pasti kaki kaki sena melangkah dengan santai dan langkahnya terhenti ketika melihat sesosok namja be sweater biru tengah duduk di kursi antara lingkar baris boneka dengan tangan menggemgam banyak balon.

Sena melangkahkan kakinya cepat karna melihat puluhan balon berbagai warna yang di peggang jongin

“hei kim jongin aku mau balon itu” rengek sena

Jongin sangat tahu kalau sena sangat menyukai balon oleh karna itu ia sengaja membeli puluhan balon untuk sena

Jongin lalu menyerahkan semua balon itu kepada lee sena dengan senyum di wajahnya dan berkata

“lee sena ini untukmu. Apa kau bisa meletuskan satu balon favorit mu untukku”

“hah ? untuk apa dan kenapa ?”

“tolonglah”

Lee sena meraih balon berwarna biru dan memecahkannya

*DOR*

Sepucuk kertas pun jatuh sesaat setelah balon itu meletus dan lee sena segera mengambil surat itu dan membuka nya pelahan

LEE SE NA,
AKU MENYUKAIMU

Lee sena tersenyum sesaat dan kemudian memeluk jongin erat. Jongin yang tersenyum kemudia memberinya sebuah kotak kecil.

“lee sena ini untukmu. Jujur aku sudah lebih dulu menyukaimu dan aku sangat terobsesi dengan mu hingga aku ber fanstasi untuk memberikan mu kotak musik dengan nama mu sewaktu aku menyatakan perasaanku, dan akhirnya fantasi ku terwujud. Terima kasih lee sena telah menjadi bagian kebahagiaan di hidupku”

Air mata lee sena jatuh perlahan dan ia mentap jongin dalam dan kemudian mendekatkan bibir hingga

*CHU*



Begitulah akhirnya lee sena dan jongin bersama dengan berbagai jalan yang di tempuh sebelumnya dengan bertemu taehyung dan melepaskan taehyung. Tapi terkadang niat baik yang kita lakukan belum tentu baik bagi orang lain. Dan kini taehyung sudah sanggup untuk mengikhlaskan sena pada jongin.


END