Minggu, 20 Juli 2014
Mianhae Oppa... ( ONESHOOT )
Title : Mianhae Oppa...
Author : @PutryGeraldie
Main Cast : Song ah ri, Lu Han
Support Cast : Park Hyo Jin , Kim Soo Hyun
Genre : sad story
Ratting : PG 13+
Type : oneshoot
Annyeong readers ^o^ berhubung ini ff pertama gue, harap maklum banget typo betebaran haha. Salam kenal ~ jebal jangan ngopas ^o^ jangan lupa komentar nya. ff ini terinspirasi dari pengalaman hidup authors dengan sedikit pengubahan murni hasil imajinasi author , mianhae klo fill nya kurang dapet first ff author soalnya :3 silahkan share kritik dan saran mu tentang ff ini di twitter author ya ( @putrygeraldie atau @shin_hyemi11) Khamsamninda ^o^
*Happy Reading*
Song Ah Ri POV
Bintang bersinar terang malam in seakan mereka sedang dalam keadaan bahagia, tidak dengan ku, aku hanya bisa duduk termenung di bawah langit yang bertebaran bintang ini.
* flashback *
" Ah Ri -si ..."
" Ne, ada apa ? "
"apa kau melihat namja yang sedang bersandar di pintu di sebrang sana?"
" Nugu ? " aku pun mengikuti arah jari yang di tunjukkan oleh hyo jin, ya dia adalah sahabatku yang mudah untuk jatuh cinta, tidak seperti diriku ~
"oh.. Dia ? kau suka padanya "
"aniyo aku hanya tertarik pada wajahnya yang manis "
" hyaaa..! Kau hanya menilai hanya dari fisik ? Huh"
" ah ri -si bisa kah kau membantu ku berteman dengan nya ?" hyo jin pun menatap ku dengan tatapan aegyo yang tak terkalahkan itu aku hanya bisa takluk pada tatapan nya itu.
" Ne Ne araseo .."
" Gomawo ah ri-si"
Keesokan hari nya aku sudah berhasil mencari informasi tentang namja itu, tak terkecuali nomor ponsel nya. Aku mencoba nomornya apakah aktif atau tidak, aku hanya iseng mengiriminya sebuah SMS .
To : (No Name)
Annyeong haseyo.
Aku tak berharap dia membalasnya, di luar dugaan tiba-tiba hpku bergetar, ya dia lah yang membalas sms ku
From : (No Name)
Ne, nugu-ya ?
Haruskah aku membalasnya ? Aku sedang malas untuk smsan tapi karna aku tak tega pada hyo jin aku mmbalas smsnya.
"song ah ri imnida. Apakah aku bisa mengetahui nama mu juga ? "
"mmm... Na Luhan imnida. Oh iya untuk apa kau menghubungi ku ? "
" temanku ingin berteman denganmu jadi aku hanya sekedar membantunya."
" oh.. Araseo bilang padanya aku juga ingin brtman dengannya"
"Ne... Khamsanida "
"hyaa..! Jangan memakai bahasa formal kita kan satu angkatan "
" berapa umurmu ?"
"24 tahun"
" hyaaa... Kau lebih tua setahun dari ku apa salahnya aku memakai bahasa formal"
"aku hanya tak terbiasa seperti itu, kalau kau lebih muda dari ku kau harusnya memanggil oppa ..! "
" Mwo.... ?!"
Itu adalah percakapan sms terpanjang di hidupku selama ini. Tentu saja karna aku tidak pernah keluar rumah, selama ini aku hanya menjadi sosok yang tertutup dan yang ku kenal hanya hyojin lah teman dekatku oleh karna itu aku berbuat baik padanya sebisa ku.
*flashback end*
Itu adalah sebagian kecil bagaimana aku kenal denganya. Ya dia yang sudah membuat ku begitu rapuh dan membuat hatiku tak karuan . Luhan oppa bogoshippo ~
Luhan POV
Secangkir kopi panas dan teleskop lah yang menemani ku malam ini . Malam yang dihiasi milyaran kilauan bintang, yang membuatku kembali memutar memoriku 2 tahun lalu.
* flashback*
Semenjak hari itu aku semakin dekat denganya aku merasa nyaman dengan segala ocehan dan amarahnya, meskipun aku tak pernah melihatnya secara langsung tapi aku yakin dia orang yang baik.
"annyeong ah ri -si kau sedang apa "
" sedang mendengar lagu , kau sendiri oppa ? "
"mmm.... Aku sedang melihat foto mu hehehe"
"hyaaa...! Oppa kau mendapatkannya dari mana ? Huh "
"chinggu-ku. Kau teryata cantik juga ya haha."
"aitsss, setiap namja hanya bisa bergombal huh "
" aniyo aku bisa membuktikannya. Bagaimana kalu besok kita bertemu di taman?"
"jinja ???"
"ne.. Aku serius aku tunggu kau jam 09 pagi disana "
" ne araseo..."
Kesokkan paginya aku bangun lebih awal untuk pertemuan pertama secara langsung dengan song ah ri aku mempersiapkan diri serapi mungkin menurut ku. Namun setelah ku cek ban motor ku ternyata bocor. Aku melihat jam di tangan ku sudah menujukkan pukul 09 tepat tanpa berpikir panjang aku pun bergegas lari ke taman. Ketika aku samapai waktu sudah menunjukkan 09.30. Ya memang jarak yang di tempuh lumayan jauh. Dengan nafas tersengal aku segera mencari gadis bermarga song itu. Hmpir 15 menit aku berkeliling tak ada satu orang pun yang menunjukkan ciri-ciri song ah ri. Langkahku terhenti ketika melihat seorang yeoja yang memakai mini dress peach itu sedang mengusap tangannya mengisyaratkan dia sedang kedinginan.
" Ah Ri-si ? " panggilku pada yeoja itu
" Ne.. Nu..." perkataanya terhenti ketika melihatku.
"Kau Song Ah Ri ? "
" Ne. Kau Luhan oppa ? "
aku pun duduk disampingnya dan hanya menganggukan kepala karna aku tak berpikir dia lebih cantik dari hanya sekedar di foto, tapi ada yang aneh darinya wajahnya mulai memucat.
" apa kau sakit ?"
" Ani aku hanya kedinginan karna menunggumu hampir sejam disini, ku kira kau berbohong padaku."
"mianhae jongmal mianhae saat mau berangkat ban motor ku bocor dan terpaksa aku lari dari rumahku kesini."
" mian oppa karna ku kau harus belari "
" aniyo aku yang salah. aku tulus melakukannya. Hmm karna aku sudah ada di depanmu aku akan membuktikan aku bukan seperti namja kebanyakan yang hanya menggombal."
Aku pun memenggang telapak tangannya yang teramat dingin dan mulai mengukapkan isi hatiku.
" Song Ah Ri apa kau mau menjadi yeojachinggu ku ? "
Mata mungilnya terebelalak karna mendengar pengakuan tadi, dia hanya diam dan menatap ku ksong.
"aku serius apa kau mau ?"
" ummmm... Ne " kulihat wajahnya pun merah seperti kepiting rebus karna pengakuan tadi aku terlalu bahagia dan tanpa sadar aku mencium kening nya dan berkata
"SARANGHAE Song Ah Ri ..."
" Na do Saranghae oppa "
*flashback end*
Tanpa sadar krystal bening mengalir di wajahku. Aku benar-benar merindukkan wajah manis itu sekarang ntah berapa jarak sekarang yang meisahkan kita. Song Ah Ri Bogoshippo.
Author POV
Di malam yang cerah ini terlihat dua orang yang sedang menatap langit dengan tatapan kesedihan, mungkin tanpa mereka sadari krystal bening mengalir di pipi mereka, mereka menunjukan bagaimana sikap orang yang amat sangat merindukan seseorang. Mengulang kenangan terindah yang seakan tak akan pernah hilang dari memori hati mereka masing-masing.....
Song Ah Ri POV
Gantungan kunci pasangan ini adalah satu-satunya caraku untuk melepas rindu pdanya meluapkan semua isi hati yang selama ini jauh terpendam ribuan kilometer di dalam hati . Aku menangis sejadinya-jadinya, karna aku tau seharusnya hari ini adalah anniversary 2 tahun kita . Sungguh mengecewakan memang kami putus dan saling meninggalkan hanya kesalah pahaman yang tak berarti.
* Flashback *
Ponselku bergetar menandakan ada sebuah pesan baru. Aku tidak berharap itu dari luhan oppa, aku sedang tidak ingin bertemu dengannya karna seorang memberitahuku kalau luhan oppa berselingkuh di belakang ku, aku hanya bisa menangisi perkataan chinggu-ku tadi sejadi-jadinya. Dengan berat ku arahkan tangan ku ke arah ponsel yang sedang menanti ku dengan tenang
"Song Ah Ri-ku apa kau sudah makan?" benar saja pesan itu dari luhan oppa, air mata ku kembali membsahi wajahku. Sebenarnya aku tak ingin membalasnya tapi dorongan dari hatiku membuat ku melakukannya.
" Aniyo."
"hyaaa... Kau ini kalau sakit bagaimana? Aku akan menjemputmu makan malam tunggu aku jam 07 malam. Annyeong yeoja-ku :* "
Luhan oppa bertingkah seperti tidak tau apa-apa aku kesal melihatnya seperti itu, tapi apa boleh buat aku mengikuti permintaanya tadi.
Aku mengenakan baju yang menurutku bagus dan simple, riasan wajah ku pun sangat sederhana ya karna hari ini mood ku sedang hancur karna luhan oppa
Pukul 7 malam
*tingtong*
Bel rumahku berbunyi mengisyarat kan agar aku cepat keluar. Luhan oppa sudah menunggu di dalam mobil hitamnya
"annyeong song ah ..." perkataannya terhenti ketika ia melihat mata ku yang sembab
" kau kenapa ? Kau habis menangis ?"
Aku tak menghiraukan perkataanya dan tetap fokus melihat ke depan . Oppa masih terus menatap ku bingung.
Hampir 10 menit perjalanan tak ada sepatah kata pun yang terdengar hingga akhirnya aku membuka percakapan
"oppa.. Apa kau pernah membohongiku selama ini "
" aniyo song ah ri aku tak pernah berbohong pada mu."
"kalau begitu Bomi itu siapa mu ? "
"ouhh Bomi dia hanya sekedar temanku, aku pun hanya bertemu dengan ketika masih SMA dlu. Weo chagi-ya ? Apa ada yang menganggu mu "
"apa kau saat ini sedang berbohong atau jujur padaku ?"
"hyaaa... Apakah menurut mu aku sedang berbohong ? "
"mungkin"
Oppa pun memberhentikan laju mobilnya dan berkata
"hyaaa.. Kau anggap aku ini siapa mu yang bisa seenaknya berbohong padamu ? Terserah kau percaya aku atau tidak "
Tanpa sadar aku mengukapkan kata-kata diluar dugaan ku
" Ne. Aku tak percaya padamu"
*PLAKK*
Luhan pun menampar pipiku tanpa pernah ku bayangkan, orang yang selama ini meberiku sejuta kasih sayang, akhirnya menamparku seakan aku tak memiliki perasaan
"kalau memang kau tak percaya padaku, lebih baik kau pergi dari hidupku."
Kata-kata yang bahkan lebih sakit dari pada terkena pedang, membuatku mememutuskan untuk turun dari mobilnya dan tak akan pernah bertemu dengannya.
*flashback end*
"kalau memang kau tak percaya padaku, lebih baik kau pergi dari hidupku."
Kata-kata itu masih teringang di pikiranku setelah 1 tahun lamanya semenjak aku memutuskan untuk benar-benr pergi dari hidupnya.
3 bulan yang lalu
Hyung dari luhan oppa. Kim Soohyun oppa menelpon ku, ia berkata bahwa mereka akan segera pindah ke jepang 2 hari lagi. Aku hanya bisa terdiam dan menggigit kuat-kuat bibir bawah ku untuk menahan krystal bening itu mengalir kembali.
" Song Ah ri apa kau masih mecintai dongsaeng ku ?"
Pertanyaan soo hyun oppa membuat hati ku tak karuan entah apa yang harus aku jawab aku hanya terdiam dan segera menutup telponnya.
Siang ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan di Namsan tower, tanpa sengaja aku bertemu dengan park hyojin. Ya dia satu-satunya temanku, teman yang ku tikung karna luhan, tapi kita tidak akan bertengkar hanya karna luhan..
"Song Ah ri ..... Bagaimana kabarmu ? Bagaiman hubungan dengan luhan oppa"
*DEG*
Pertanyaan yang tak seharusnya ku dengar. Wajahku berubah murung dan tetesan air mataku lagi-lagi mengalir
" apakah kau putus denganya ? Ouhh mianhae song ah ri aku tak bermaksud mengingatkan mu padanya.."
" aniyo hyo ji-ah aku tak apa-apa"
Aku pun menceritakan kehancuran hubungan ku dengan Luhan tanpa sadar dia menteskan air matanya.
" Song Ah Ri, setauku sewaktu kau bertengkar dengan luhan. Bomi sedang di luar kota. Apa mungkin dia benar-benar berselingkuh dengan Bomi ?"
Perkataan Hyojin pun menyadarkan aku kalau selama ini aku salah paham padanya aku begitu menyesal aku bodoh karna telah menuduh nya yang tidak-tidak. MIANHAE Oppa JONGMAL MIANHAE.
Luhan POV
Setan apa yang telah merasuki saat itu hingga aku menampar pipi halus Song Ah Ri aku begitu menyesal amat sangat menyesal. Aku menyuruhnya untuk pergi dari hidupku betapa bodohnya aku berkata seperti itu di saat aku masih mencintainya.
Langit jepang malam ini begitu gelap tak ada bintang yang menghiasi, aku merasa jenuh tinggal disini karna aku tak mengerti bahasa jepang. Aku berusha memohon pada appa ku agar aku bisa kembali ke korea 3 hari lagi . Appa masih ragu denganku apa aku bisa hidup mandiri atau tidak.
Appa dan Eomma mengurus segala kebutuhan ku di korea nanti termasuk apartement
Hari ini aku berangkat ke korea Appa, Eomma, Hyung mengantarku ke bandara dengan keraguan di hati mereka
" Jaga diri baik-baik dikorea, jangan lupa makan, dan hubungi Eomma mu ini sesempat mungkin. Araseo?"
"ne, araseo"
"aigoo.. Dongsaeng ku ini sudah besar tenyata haha jagalah kesehatanmu disana. Jangan ke clubbing berlebihan dan sesampai disana carilah Song Ah Ri dia pasti merindukanmu"
" Ani.. Hyung tidak mungkin dia merindukkanku"
"mungkin saja, annyeong luhan jika kau bosan telpon hyung mu yang keren ini ya haha"
Hyung mendorongku masuk. Kami saling melambaikan tangan. Dan tersenyum satu sama lain.
Korea 10 maret 2014
Sudah 10 hari aku disini aku tak pernah bertemu dengan Song Ah Ri. Aku bahkan mengunjungi rumah lamnya yang tampak usang tak terurus begitu miris memang melihat salah satu kenangan kita yang sudah tak terurus lagi.
Song Ah Ri POV
Sudah 10 hari ini aku terbaring di rumah sakit. Penyakit lama ku kambuh lagi, ya sewaktu masih dengan luhan oppa aku di vonis leukimia namun karna luhan oppa selalu bersama ku penyakitku itu menghilang dengan ajaib dan sekarang kembali setelah luhan oppa tak ada di samping ku. Tak ada satu pun orang mejenguk ku karna aku tak memiliki keluarga di korea eonni dan eomma ku memutuskan pindah ke australia setahun yang lalu dan sekerang aku sangat kesepian.
Badan ku begitu sakit tak terhitung sudah berapa kali aku mimisan. Leukimia ku semakin parah aku merasa aku tak sanggup untuk menahannya lagi.
"tuhan jika kau beri aku sedikit waktu buatlah aku sedikit berguna di dunia ini sebelum ajal menjemputku..."
Luhan POV
aku terus mencari keberadaan song ah ri hingga akhirnya ada yang memberi tahu ku kalau song ah ri di rawat di RS karna leukimianya . Tanpa pikir panjang aku melajukan motor spot ku di jalan licin kota korea yang sedang di guyur hujan
Kilauan lampu yang begitu terang itu memudarkan pandangan ku
*BRUAK*
Badan ku sudah tergeletak di aspal yang dingin dengan terus mengeluarkan darah segar
" Tuhan sebelum aku bertemu dengan mu izinkan aku untuk melihat song ah ri sekali lagi..."
UGD
Aku tersedar dari mimpi buruk ku tadi kulihat ruangan serba putih di sekelilingku aku sadar kalau aku di larikan di RS . Seorang perawat menghampiriku
" Kau begitu beruntung tuan karna seorang gadis yang begitu menyayangi mu rela menyumbangkan jantungnya untukmu. Jantungmu rusak parah karna kecelakaan barusan."
" Mwoo.... ! Sumbangan jantung dari orang menyayangiku apa maksudnya ini ??"
Song Ah Ri POV
Aku merasa bosan dan memutuskan untuk berkeliling sebentar. Betapa terkejut aku ketika melihat luhan oppa sudah berlumuran darah, tanpa sengaja aku mendengar ucappan dokter dan perawat itu
"dia harus mendapat donor jantung kalau tidak dia tidak bisa di selamatkan"
Kakiku lemas mendengar kata-kata mereka. Tubuhku tak kuat bertahan, mata ku berputar dan darah segar mengalir di hidungku.
*BRUKK*
Aku terjatuh di lantai. Perawat pun bergegas menolong ku. Mataku tebuka perlahan ku paksakan untuk membukanya.
"apa kah pasien yang kecelakaan tadi membutuhkan jantung?"
" Ne.. Ada apa?"
"aku ingin menyumbangkan jantungku untuknya. Karna aku tau cepat atau lambat aku akan mati aku akan mati dengan bahagia kalau aku berguna untuk orang yang benar-benar ku sayang"
"apa kau benar-benar ingin melakukannya ?"
" Ne .. Sebelum aku mendonorkannya bisa kah aku minta bantuan padamu ?
~
Operasinya berjalan lancar kini aku tak lagi berada di raga ku. Aku tersenyum melihatnya selamat hanya ini yang bisa ku lakukan untuk meminta maaf padanya.
Luhan POV
" Ne.. Tuan seorang gadis bernama Song Ah Ri mendonorkan jantungnya padamu. Sebelum ia menjalani operasi pencangkokkan dia menyuruhku membantunya menulis surat untuk mu . Ini suratnya "
Tanpa pikir panjang aku segera membuka surat itu
To : My Dear Luhan Oppa
From : Song Ah Ri
Annyeong Haseyo Oppa
sudah lama tak bertemu. Aku merindukan mu sangat merindukan mu
selama kau pergi aku tak bisa memaafkan diriku sendiri karna menuduhmu yang tidak-tidak aku benar-benar menyesal
MIANHAE OPPA JONGMAL MIANHAE.
Mungkin ketika kau membaca ini aku sudah betul-betul pergi dari kehidupanmu. Mianhae oppa aku terlambat mengucapkan maaf padamu terima lah jantungku ini sebagai kata maaf.
Aku berharap walau aku tak bisa hidup di dunia ini tapi aku akan tetap terus hidup di raga mu.
Saranghae Oppa jongmal saranghae
Mianhae Oppa
Song Ah Ri
Air mata ku tak dapat ku bendung lagi aku menangis sejadinya aku bahkan belum melihat wajah nya lagi. Aku menyesal membuatnya meninggalkan ku waktu itu sungguh aku menyesal. NA DO SARANGHAE Song Ah Ri semoga kau bahagia disana
Hari ini dokter meperbolehkan aku pulang dri RS setelah meminta alamat makam Song Ah ri aku bergegas kesana.
Ketika aku sampai disna kakiku tiba-tiba lemas setelah melihat nissan tertulis nama "song Ah Ri" wanita yang sangat ku cintai namun ku sia-siakan begitu saja. Aku tersungkur memeluk nissan itu.
Aku merindukkannya sangat merindukkannya.........
Mata mungilnya, senyum manisnya, dinginya tangannya dan segala ocehan nya.
Kini semua itu sudah berlalu menjadi kenangan yang selamanya akan tetap menjadi kenangan.
Gomawo Song Ah ri karna telah mengajarkan arti cinta yang tulus....
END
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar